
"Iyha Nenek".
"Apakah Kau Bahagia? ".
"Yaaa Meski Aku Masih Ingin Melanjutkan Sekolah , Jika Ini Yang Terbaik Untuk Keluarga Ku, Aku Harus Mengikuti Alurnya".
"Kau Gadis Baik Nak, Keluargamu Pasti Bangga Sekali Dengan Mu".
Sudah Lama Kami Berbincang, Tiba-Tiba Mendengar Seseorang Memanggil.
"Nenek, Ibu Ratu Yang Mulia". Itu Suara Pangeran Si Arogan.
"Sedang Apa Nenek Di Sini? ".
"Aku Sedang Berbincang Dengan Menantuku". Sambil Tersenyum Dan Memeluku .
"Eh Apa, Maaf Yang Mulia Aku Tidak Tau, Kalau Anda Adalah Ibu Ratu, Maaf Kan Aku, Aku Tidak Sopan Kepadamu". Aku Langsung Menunduk Terhadap Nenek Tua Itu, Ternyata Dia Adalah Ibu Ratu.
"Nenek Apa Yang Di Lakukan Oleh Putri Terhadapmu". Kata Shohan.
"Hhhha, Tidaak Dia Membantuku Membersihkan Taman Ini, Dan Berbincang Dengan Ku, Aku Sungguh Senang Bisa Berbincang Secara Terbuka Dengan Menantuku".
"Baiklah Ibu Ratu, Yang Mulia Harus Istirahat, Biar Aku Yang Menemani Putri Di Sini, Dan Mengajaknya Berjalan-Jalan".
"Baiklah Putri Aku Masuk Dan Mandi, Nanti Malam Kalian Harus Sudah Berada Di Ruangan Ku Ya". Ucap Nenek Sambil Tersenyum.
"Iyhaa Nenek, Eh Ibu Ratu".
"Tidak Papa Nak, Aku Lebih Suka Menjadi Seorang Nenek Tua".
Nenek Itu Pun Pergi Meninggalkan Kami.
__ADS_1
"Apa Kau Senang? ". Kata Shohan.
"Senang Apa? ".
"Kau Bisa Menikah Dengan Keluarga, Kerajaan".
"Apa? Tenang Saja Aku Tidak Mengharapkan Apapun Dari Keluarga Mu, Ini Juga Bukan Kemauan Ku, Jika Ini Yang Terbaik Untuk Keluarga Ku, Aku Akan Mengikutinya".
"Baiklah Aku Percaya Padamu , Tapi Kau Tidak Boleh Mencintaiku, Dan Anggap Saja Kita Hanya Teman , Meski Kita Di Sekolah".
"Hmmm Ok". Di Saat Dia Bicara Seperti Itu Aku Jadi Sedikit Lebih Lega.
"Putri, Pangeran, Anda Di Panggil Oleh Yang Mulia Ratu". Kata Pelayan
"Hey Apa Maksudmu".
"Kita Harus Pura-Pura Di Depan Nenek".
"Hmmm Baiklah , Tapi Aku.... ".
"Sudah Diamlah".
"Waah Pangeran Dan Putri Ku Sudah Datang". Kata Ibu Ratu Sambil Memeluku.
"Selamat Malam Yang Mulia". Kata Shohan Sambil Menunduk, Aku Pun Mengikutinya Sambil Menunduk.
"Shohan Nenek Mau Berbicara Dengan Menantuku, Bisakah Kau Meninggalkan Kami Berdua? ".
__ADS_1
"Baiklah Saya Pamit".
Shohan Pun Lalu Pergi
"Putri Apa Kau Sedih? ".
"Tidak Ibu, Aku Sangat Senang".
"Maaf, Seperti Ini Lah Hidup Di Keluarga Kerajaan, Dulu Aku Dan Suami Ku Juga Di Jodohkan, Kami Tidak Saling Mencintai, Namun Setelah Aku Melahirkan Ayah Shohan, Kami Menjadi Keluarga Yang Hangat , Dan Aku Yakin Sekali, Kalau Kau Dan Pangeran Shohan Akan Saling Mencintai". Kata Nenek Sambil Mengelus Rambut Ku.
"Iyha Nenek, Aku Dan Shohan Sudah Suka Satu Sama Lain , Kami Sudah Pernah Bertemu Di Sekolah, Dia Sangat Baik".
Ibu Ratu Pun Langsung Berdiri, Berjalan Menuju Lemari, Dan Membawa Sebuah Kotak Lalu Menghampiri Ku.
"Chaca Ini Untuk Mu".Sambil Menyerahkan Kotak Merah Kepada Ku
"Apa Ini Nenek? ".
"Bukan Apa-Apa Terimalah Anggap Saja Ini Hadiah Pertemuan Kita".
"Tapi...., Nenek Terimakasih Banyak Tapi Aku Tidak Bisa Menerima Ini , Hadiah Ini Pasti Sangat Mahal".
"Jika Kau Tidak Menerima Ini Sama Saja Kau Tidak Menghormati Ku Sebagai Nenek Mu".
"Baiklah Nenek Terimakasih Banyak, Aku Menerimanya".
Tok Tok Tok (Suara Ketukan Pintu
__ADS_1