
"Huh Dasar Pangeran Gila , Menyebalkan Sekali, Sebenernya Sifat Nya Bagaimana Sih, Berubah Ubah Cepat Sekali Seperti Angin, Atau Dia Tidak Waras? ". Aku Bingung Dengan Sifatnya
"Kau Yang Tidak Waras!". Dia Sudah Datang.
"Siapa Yang Bilang Kau Tidak Waras".
"Sudahlah Aku Mendengarnya". Sambil Memegang Kaki Ku .
"Hey Apa Yang Ingin Kau Lakukan? ".
"Tidak Usah GR, Aku Hanya Ingin Mengobati Kaki Mu".
Dia Mengoles Obat Antiseptik Dengan Lembut, Ku Kira Pangeran Gila Ini Sangat Kasar Ternyata Ada Sisi Lembutnya.
"Baiklah Sudah Selesai Ayo Kita Jalan".
"Hmm Terimakasih".
Kami Melanjutkan Perjalanan.
Sampai Di Rumah.
"Terimakasih Sudah Mengantar Dan Meninggal Kan Ku Di Jalan".
Di Saat Aku Turun Dari Mobil Kaki Ku Terasa Sakit Sekali
"Auh". Sambil Memegang Kaki Ku Lecet Dan Keram
"Apakah Kaki Mu Sakit? Sini Biar Aku Gendong".
"Stopp! Tidak Usah".
"Kenapa? ".
"Aku Berat".
"Tidak Peduli Kau Berat Atau Tidak , Aku Akan Menggendong Mu, Aku Harus Bertanggung Jawab, Karena Aku Yang Membuat Kaki Mu Sakit". Dia Menggendong Ku Menuju Rumah.
__ADS_1
"Aigooo, Putri Ku Kenapa Apa Kau Baik-baik Saja? Ohhh Ada Pangeran Maaf Kan Putri Kami Dia Memang Selalu Merepotkan Orang Lain".
"Tidak Apa-Apa Ibu , Saya Pamit".
"Baiklah Pergi Sana".
Dia Sudah Berjalan Namun Dia Tiba-Tiba Berhenti Menghampiriku Dan Memeluku, Sambil Membisikan
"Aku Pergi, Maafkan Aku".
Aku Tercengang Hingga Aku Tidak Sadar Kalau Dia Sudah Tidak Ada Di Hadapan Ku.
Di Tengah Malam Aku Tidak Bisa Tidur Karena Kepikiran Dia Terus.
Sebenarnya Mau Dia Apa? Apakah Memang Semua Laki-Laki Seperti Itu?
*Pagi*
Pagi Ini Aku Tidak Kesekolah, Kata Ibu Ku Pagi-Pagi Keluarga Lee Menelepon Kami, Kalau Nanti Siang Kami Harus Kesana Untuk Membicarakan Perihal Pernikahan.
"Ibu Aku Sudah Siap".
"Baiklah Kita Berangkat".
__ADS_1
Sampai Di Kerajaan Lee
"Ibu Shin, Bagaimana Keputusan Mu Kalau, Pernikahan Ini Di Percepat Saja , Akan Lebih Baik". Kata Raja Lee
"Iyha Kami Tidak Masalah Yang Mulia Raja Lee ".
"Perkiraan Pendeta, Menurut Horoskop Putri Chaca , Dan Pangeran Lee, Pernikahan Di Adakan Tiga Hari Lagi".
"Apa? Tiga Hari Lagi? ". Ucap Ku.
"Iyha Putri Apa Kau Keberatan? ".
"Tidak Papa".
"Untuk Sementara Putri Harus Tinggal Di Sini Untuk Mempelajari Silsilah Kerajaan, Kau Akan Di Bantu Oleh Ketiga Pelayan Kami, Khusus Untuk Mengajarimu". Kata Mentri.
"Baiklah Pelayan Bawalah Putri Ke Kamarnya Untuk Mempelajari Silsilah Kerajaan".
"Baik Mentri, Ayo Putri Silahkan Ikuti Kamil".
"Ibuu". Rengek Ku Ke Ibu , Aku Tahu Pasti Ini Sangat Ketat.
"Tidak Papa Sayang Ikutlah , Ibu Akan Pulang ".
Aku Pun Ikut Ke Tiga Pelayan Ke Kamar.
"Putri Kau Harus Berjalan Pelan Seperti Ini". Sambil Memperagakan Berjalan Seperti Putri.
"Ohh Baiklah". Aku Pun Mengikutinya Berjalan Seperti Yang Di Contohkan Pelayan , Meski Agak Kaku Dan Tidak Terbiasa .
Setelah Beberapa Menit Aku Sudah Terbiasa Berjalan Seperti Putri, Aku Sudah Di Perbolehkan Untuk Beristirahat.
"Putri Kami Membawa Ini Untuk Anda Harus Di Baca Semua ". Sambil Membawa Buku Tebal 3 Tumpuk.
"Okay Aku Akan Membaca Semua Ini Dalam Lima Menit Hhhhe".
"Tunggu Putri Masih Ada Lagi". Silahkan Masuk Teman² ".
__ADS_1