
Kau keluar untuk mencari rio
Kau sangat khwatir karena kau tidak melihat adik mu di mana pun
" Kau di mana.. " Kau tidak bisa menahan air mata mu
"Kakak! " Teriak rio dari atas pohon
"Lihat aku sedang mengambil appel di sini sangat banyak buah nya, ada apa kenapa kakak menangis!! " Melihat mu dari bawah pohon.
"Tidak apa~ kakak pikir kau meninggalkan kakak sendiri " Menghapus air mata mu
"Meninggalkan mu! Tidak akan.. Apa yang kakak pikirkan aku mencari makanan di sekitar sini kau belum makan dari kemari kan~ apa kau tidak lapar " Turun dari pohon.
"Kau benar kenapa aku berpikiran begitu " Menghapus air mata mu
"Ini makan lah" Memberikan mu appel
"Kakak pasti lapar maaf tidak memberi tau mu.. Dan membuat mu kawatir " Merasa bersalah
"Tidak apa~ melihat mu di atas pohon tadi mengingat kan ku pada kakak " Memakan appeal
"Kakak hwasa? Apa kalian belum baikan " Tanya nya
"Iya.. Kakak terlalu takut bicara pada nya.. " Jawab mu
" Kenapa kau masih mempedulikan nya~ dia bahkan tidak peduli pada mu.. Aku masih sangat kesal pada nya.. Anda waktu itu dia juga membela mungkin kau tidak akan di sakit seperti itu.. "rio yang menahan amarah nya
" Dia hanya salah paham.. Kakak tau kakak hwasa tidak bermaksud begitu "kau menyakinkan nya
" Kenapa Keluarga kita begitu rumit.. Aku tidak tau apa yang mereka pikirkan~ mengurung mu, menyiksa mu, bahkan menjual mu! Kenapa mereka memperlakukan mu sangat buruk! Apa yang kakak ku lakukan sampai mereka tega memperlakukan mu seperti itu!!! Dan juga sekarang! Laki laki itu ikut mengincar mu!! Kapan ini akan terus berlanjut.. " rio yang meluap
"Kakak katakan yang sebenarnya nya.. Apa yang kau perbuatan sampai mereka memperlakukan mu begitu" Tanyarip
rio dengan tiba tiba menggendong mu
"Kakak ada yang datang.. " Bicara pelan dan sedikit menjauh dari jalan
"Apa itu mereka.. " Kalian bersembunyi di semak semak
"Apa kau melihat mereka" Tanya laki laki asing
"Tidak aku sudah memberikan nya di sana.. Aku rasa mereka tidak jauh dari sini " Kata teman laki laki itu
"Kakak aku sangat yakin kita akan ketahuan.. " rio panik
"Ini bekas gigitan appel! " Menyadari keberadaan kalian
"Kakak pergi lah.. Serah kan mereka pada ku" rio yang menyuruh mu pergi
"!! Tidak kau tidak boleh menyerah diri mu " Kau tidak muario pergi
"Percayalah pada ku.. Akan sangat sulit membebaskan mu nanti jika kau yang tertangkap.. Kita akan bertemu lagi setelah ini... Aku janji* menyakinkan mu
" Baik.. Kakak akan menunggu mu " Kau berjalan sedikit jauh
Kau bisa melihat rio yang sedang berdebat dengan mereka
" Tidak.. Aku tidak hanya bisa melihat nya! " Kau mencoba menghampiri mereka
Seseorang menarik mu dari belakang dengan sangat cepat
Kau tidak bisa berteriak
"!!! " Kau memberontak
"Tenanglah ini aku! " V memperlihatkan wajah nya
"Kau.. " Melihat v
" Di mana rio?"menggendong mu pergi
" Dia masih di sana!! Kita harus membawa nya kembali!! "Kau sangat khawatir
__ADS_1
" Dia pasti bisa menghadapi mereka... Kau tidak usah khawatir karena yang mereka incar adalah kau " Menenangkan mu
"Tapi adik ku.. Aku tidak ingin dia di bawah.. " Tidak bisa menahan air mata mu
" Dia akan baik baik saja percaya pada ku.. Ada apa kenapa kau menangis " Menghapus air mata mu
" Aku pikir kau tidak akan datang menjemput ku "kau tidak bisa menghentikan air mata mu
" Maaf aku terlambat.. Sangat sulit melacak kalian~ untungnya rio sangat pintar kalo tidak akan sulit mengetahui keberadaan kalian " Menghapus air mata mu
V membawa mu ke mobilnya
Kau masih menghawatirkan adik mu
Kau sangat takut hal buruk terjadi pada nya
" Lihat kaki mu.. Ini sangat parah apa masih sakit "mengobati luka mu
" Tidak.. " Masih memikirkan rio
"Apa kau masih memikirkan rio. Dia tidak akan apa apa " Menenangkan mu
" APANYA TIDAK APA APA!!! Maaf.. "Kau tidak sengaja membentak nya
" Tidak apa aku mengerti.. Apa yang sayang takut kan " Mengelus kepala mu
" Aku sangat takut jika adik ku tertangkap.. Jika suga memberikan adik ku kepada daddy dia akan menghukum adik ku.. Aku sangat takut "kau tidak bisa menghentikan air mata mu
" Aku akan membawa nya pulang dia juga adik ku... Sayang kau tidak perlu khawatir dia akan kembali "menghapus air mata mu
" Iya.. " Kau sendikit tenang
.......
...........
......
Kau tidak bisa tidur
"carlos... " Kau bicara pelan
V terbangun
"Sayang.. Ada apa? " Tanya nya
"Rasanya sangat sakit.. " Kau tidak bisa menahan nya
"Sakit? " Memeriksa suhu tubuh mu
"Iya " Kau memeluk nya
"Kau demam.. Sangat panas apa kapala sayang sakit~ apa sayang tidak bisa menahan sakit nya " Tanya nya
"Iya~ " Kau tidak bisa menahan sakit nya
"Aku akan menelpon dokter" Mengambil HP nya
"Tidak! Aku tidak mau.. Aku hanya ingin bersama mu.. Jangan di telpon aku tidak mau di rawat! " Membujuk nya supaya tidak menelpon dokter
" Ya tidak apa~ kemari apa kepala nya sangat sakit " Memijit lembut kepala mu
"Iya " Berusaha menahan sakit nya
Kau berusahalah tidur carlos berusaha membuat mu mu sangat nyaman
"Jangan sakit~ cepat sembuh" Memijit Lembu kepala mu
" carlos.. Bukanya kita tidak boleh dekat kau bisa tertular.." Kau menghawatirkan nya
"Tidak apa~ aku tidak akan tertular hanya karena dekat dengan sayang~ " Memeluk mu Lembut
"Aku tidak ingin kau ikutan sakit~ " Menghawatirkan nya
__ADS_1
"Tidak akan~ aku mencintaimu" Mengelus kepala mu
"Aku juga.. " Kepala mu kembali sakit
"Apa kau mau minum obat" Tanya nya
"Tidak~ aku tidak mau" Kau menolak nya
"Sayang kau harus meminum nya" Bangun dari tempat tidur
"Tunggu di sini.. Aku akan mengambil nya " mencium pipi mu
V mencari obat mu
Setalah dia mendapatkan nya
Dia segera memberikan nya kepada mu
"Kau harus minum obat " Mengambil obat nya
"Ayo bagun~ " Menyuruh mu untuk duduk
Kau pun duduk
V memberikan mu obat
"Buka mulut mu" Memberikan air dan menyuapi mu obat
"Sudah? Pintar~ " Mengelus kepala mu
Kalian kembali tidur
Kau tidur memeluk v
"Apa Kepalanya masih sakit" Tanya v khawatir
"Tidak~ " Jawab mu
"Kemari~ apa dingin? Lebih dekat dengan ku " Memeluk mu dan mencium pipi mu lembut
Kau tertidur di pelukan v
Keesokan pagi nya
Kau melihat v sedang telpon dengan seseorang
"Kau tidak usah khawatir aku akan ke sana.. Mengerti aku akan menemui mu kau tidak usah cemas " Bicara di telpon dengan sangat senang
"Dia bicara pada siapa.. " Pura pura tidur
Kau mendengar percakapan mereka
Kau pura pura tidur seakan tidak mendengar apa apa
"Iya~ sudah ya" Melihat mu
V menghampiri mu
"Sayang.. Apa masih sakit kepala nya" mengelus kepala mu
" Tidak~ "seakan kau baru bangun
" Demam mu masih panas kau harus minum obat... "Mengambil obat mu
" Apa kau akan pergi kerja " Tanya mu
"Tidak~ sayang masih sakit aku akan menemanimu saja " Menyuapi mu obat
"Apa kau akan menemani ku~ " Tanya mu
"Tentu~ " Jawab nya
Bersambung.....
__ADS_1