
"Bu...lihat deh brosur ini,ada lowongan casting sinetron bu". Ucapku kepada ibu.
"Sinetron opo sih nduk?". Jawab ibu bertanya.
"Ini loh bu,sinetron TV,aku bisa jadi artis bu". Jawabku gembira.
"Tapi harus ada uang daftarnya bu,kalo nggak ya nggak bisa ikut casting.Nggak banyak kok cuma 2 juta aja". Ucapku kepada ibu.
"Hahhh...casting opo kui kok harus pake uang daftar,ndak...ndak ibu ndak ngijinin kamu siapa tau orang itu cuma mau nipu kamu nduk". Jawab ibu sambil mengaduk adonan kue.
"Yahh..bu,tapi ini gajinya besar banget bu,lumayan lah buat aku bayar uang sekolah dan buat ibu biar nggak usah jualan kue lagi.Aku bisa jual kok cincin aku ini". Jawabku sambil melepas cincin dari jari manisku.
"Jangan nduk,itu cincin kan dari mas mu nanti kalo mas mu pulang terus tau kalo cincinnya dijual pasti dia akan marah". Jawab ibu sambil memasukkan air ke dalam adonan kue.
"Terus gimana bu,nggak ada jalan lain aku kan masih banyak tunggakan uang sekolah,kalo aku nggak kerja kita bayar pake apa bu?". Jawabku sambil duduk si kursi kayu.
"Ya udah kalo emang kamu mau ikutan casting itu ibu ijinkan,nanti biar ibu cari pinjaman ke tetangga siapa tau mau bantu ibu". Jawab ibuku.
"Ibu...makasih ya,maaf kalo aku selalu bikin ibu banyak utang,buat sekolah aku,dan sekarang ibu mau cari uang buat aku casting,maaf kalo aku selalu buat ibu capek.Aku janji bu,nanti kalo aku udah dapet kerjaan,aku akan bahagiain ibu". Ucapku sambil memegang tangan ibu.
"Insyaallah nduk,ibu cuma bisa berdoa buat kebaikan kamu". Jawab ibu sambil memelukku.
"Ya udah bu,sini biar Putri bantuin". Ucapku.
"Iya kamu cetakin adonan yang itu aja". Jawab ibu.
Aku adalah anak dari keluarga yang tidak mampu,ibuku hanyalah seorang pedagang kue dan bapakku adalah seorang buruh petani.Dulu,waktu aku ingin melanjutkan sekolah menengah kedua \(SMA\) aku tidak dapat mendaftar sekolah negri karena menggunakan sistem online,sedangkan handphone saja aku tidak punya terpaksa aku harus mendaftar di sekolah swasta yang biayanya terbilang sangat mahal bagi keluarga kecilku.Namun dengan begitu,aku tetap berusaha membantu ibuku bekerja agar dapat membayar uang SPP perbulannya.Syukurnya jarak dari rumahku kesekolah sangat dekat jadi nggak usah naik angkot,jalan kaki juga udah sampe,itung\-itung hemat uang saku.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN...
Aku memasukkan beberapa pakaianku ke dalam tas ransel yang akan kubawa besok ke Jakarta.
"Nduk...buka pintunya". Ucap ibuku sambil mengetuk pintu kamarku.
"Iya bu...bentar". Jawabku berjalan menuju pintu.
Ibu masuk dengan membawa sebuah amplop panjang.
"Nduk...ini uang buat kamu casting ada 3 juta yang 1 jutanya buat ongkos kamu sama kebutuhan kamu di Jakarta ya". Ucap ibuku sambil memberikan amplop yang berisi uang.
__ADS_1
"Banyak banget bu kan aku butuhnya cuma 2 juta". Jawabku sambil mengeluarkan uang dari amplop.
"Ndak papa nduk...buat jajan kamu". Jawab ibu.
"Makasih ya bu,ibu udah banyak berkorban buat aku". Jawabku sambil menangis.
"Iya nduk...ibu akan nglakuin apa aja asal kamu bahagia nak". Jawab ibu sambil memelukku.
"Ohh ya kamu udah beli tiket bus nya to?". Tanya ibu.
"Udah bu tadi sama Ninis". Jawabku.
Ninis adalah sahabat ku dari kecil,kami selalu kemana-mana berdua,bercanda dan menangis bersama,dan kami saling berbagi cerita,pokoknya BFF banget lah.
"kalo gitu besok berangkat jam berapa nduk?". Tanya bapak yang tiba-tiba datang sambil membawa secangkir teh.
"Jam 8 pagi pak". Jawabku.
"Hati-hati lo bawa uangnya jangan sampe ilang,di Jakarta kan banyak orang-orang jahat". Kata bapak.
"Iya pak insyaallah aman kok". Jawabku.
"Nduk makan dulu yo,dari tadi siang kan kamu belum makan". Kata ibu mengajakku makan malam.
Aku dan ibu berjalan menuju meja makan.Di atas meja terlihat ada nasi,ikan asin,sayur bayam,dan sambal yang membuat selera makanku semakin bertambah.
"Bapak nggak makan pak?". Tanyaku kepada bapak yang sedang duduk di kursi tengah.
"Bapak udah makan tadi sama ibumu,tinggal kamu yang belum makan". Jawab bapak.
Aku mengambil nasi,ikan asin,dan sambal dan langsung menyantapnya dengan lahap.Biasanya aku selalu mengakhiri makan beratku dengan sayur jika ada.
Setelah selesai makan,aku langsung mencuci piring yang kotor.Setelah itu,aku langsung masuk ke kamar untuk mempersiapkan kembali barang-barang yang akan ku bawa besok.
Ku ambil brosur tadi diatas meja belajarku.Ku pandangi dengan senang hati,aku berkhayal jika aku jadi artis nanti,aku akan membawa kedua orang tuaku tinggal bersamaku di Jakarta biar mereka nggak usah susah payah kerja buat memenuhi kebutuhan. "Ya allah...mudah-mudahan engkau mudahkan karir hambamu ini...aminn". Aku berdoa sambil memeluk brosur tersebut.
KEESOKAN HARINYA...
"Nduk...bangun sholat subuh dulu". Terdengar suara ibu yang membangunkanku.Aku bangun dan langsung mengambil air wudhu kemudian sholat subuh,setelah sholat aku berdoa kepada allah swt. "Ya allah...tolong lindungi hamba selama diperjalanan nanti,dan jagalah kedua orang tua hamba...aminn".
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB.Aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai aku langsung memakai baju dan bergegas menuju meja makan.Di sana aku melihat bapak dan ibu yang sudah menungguku dari tadi.
"Ayo nduk makan dulu...udah jam segini nanti kamu telat". Kata ibu.
"Iya bu". Jawabku.
Selesai makan,aku menuju ke kamar dan berkaca sambil merapikan jilbabku.Ku pakai jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB.Karena takut terlambat,aku langsung memakai sepatu dan mencangklong tas ranselku kemudian berpamitan kepada ibu dan bapak.
"Pak,bu...Putri berangkat ya,doain Putri biar selamat sampe tujuan". Aku berpamitan kepada mereka sambil bersalaman dan berpelukan.
"Kamu jaga diri baik-baik ya nduk". Jawab ibuku sambil menangis.
"Iya bu...Putri janji akan baik-baik aja". Jawabku sambil meneteskan air mata.Baru kali ini aku pergi sendiri tanpa ditemani bapak dan ibu.
"Bapak anter kamu sampe terminal naik sepeda ya". Kata bapak.
"Iya pak". Jawabku.
Bapak masuk kerumah untuk mengambil sepeda.Aku memeluk ibu yang masih menangis karena baru kali ini aku dan ibu akan jauh.
"Ayo nduk berangkat". Kata bapak yang sudah menungguku di sepeda.
"Iya pak". Jawabku.
"Bu...Putri berangkat ya". Aku berpamitan kepada ibu dan langsung berjalan menuju sepeda.
"Hati-hati ya Put". Teriak ibu.
Aku melambaikan tangan kepada ibu,panadanganku kepada ibu semakin jauh dan semakin tidak terlihat.
SESAMPAINYA DI TERMINAL...
"Pak Putri berangkat ya". Ucapku sambil bersalaman dengan bapak.
"Hati-hati ya Put,bapak dan ibumu menunggu kamu pulang setelah kamu sukses nanti". Jawab bapak.
Aku langsung memeluk bapak.Air mataku pecah ketika dalam pelukan bapak,pelukan yang entah kapan akan aku rasakan lagi.
"Ya udah pak,Putri naik ke bus ya". Ucapku.Bapak hanya mengangguk.
__ADS_1
"Daaa bapakkk". Aku berjalan menuju bus sambil melambaikan tangan.
Di dalam bus hatiku berkata (aku harus bisa sukses demi ibu dan bapak) ya...itulah tujuan ku ke Jakarta.