
"Mbak...mbak,bangun mbak". Terdengar suara laki-laki.
Aku membuka mataku dan melihat kesekelilingku.
"Ehhh...saya dimana mas?". Tanyaku kepada orang yang membangunkanku.
"Ini udah di Jakarta mbak...mbak bisa turun sekarang". Jawab lelaki itu.
(Ternyata aku ketiduran) dalam batinku.
"Oke makasih ya pak udah bangunin saya". Ucapku sambil berdiri dan berjalan ke luar bus.Ku pandangi sekelilingku,banyak orang bergerombolan yang hendak naik bus ke lokasi tujuan masing-masing.Ku ambil brosur tadi dari kantong celanaku.Ku lihat alamat yang tertulis disitu.
"Aduhh ini dimana ya letaknya?". Aku sangat kebingungan mencari alamat tersebut.Sampai pada akhirnya aku berjalan ke pangkalan ojek dan bertanya kepada salah satu tukang ojek.
"Permisi pak...mau tanya,bapak tau alamat ini nggak?". Tanyaku kepada tukang ojek sambil menunjukkan brosur.
"Ooohhh...ini mah agak jauh dari sini neng...eneng mau kesana?". Jawab tukang ojek.
"Iya pak...bisa minta tolong anterin saya?". Tanyaku.
"Sok atuh neng...nih dipake dulu helmnya". Jawab tukang ojek sambil memberikan helm kepadaku.
Jadi begini ya rasanya hidup di kota,dimana-mana macet,terus banyak debu dan asap lagi.Nggak kayak di kampung,disana kan seger udaranya,jalanannya juga masih sepi.
"Masih jauh ya pak?". Tanyaku kepada tukang ojek.
"Masih neng,masih jauh...kira-kira 15 menit lagi sampe". Jawab tukang ojek sambil terus fokus berkendara.
15 MENIT KEMUDIAN...
"Udah sampe neng". Kata tukang ojek.Kami berhenti di depan sebuah gang kecil.
"Jadi berapa pak?". Tanyaku sambil melepas dan mengembalikan helm.
"30 ribu neng". Jawab tukang ojek.
"Nih pak...makasih ya". Kataku.
Aku memandangi jalan kecil itu dan tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggilku.
"Mbak...mbaknya mau ikut casting ya?". Tanya perempuan tersebut.
"Iya mbak apa benar ini alamatnya?". Jawabku.
"Katanya sih bener mbak...ya udah bareng aja yuk..aku juga mau ikut kok". Jawab perempuan itu.Kami kemudian berjalan masuk ke gang tersebut.Di jalan,kita bertemu seorang laki-laki yang berpakaian rapi seperti orang kantoran gitu.
"Mbak berdua ini mau ikut casting ya?". Tanya laki-laki itu.
"Iya pak tempatnya dimana ya?". Tanyaku kembali.
"Mari ikut saya mbak". Jawab lelaki itu.
"Maaf pak,kalo boleh tau bapak ini siapa ya?". Tanya perempuan yang berjalan disampingku.
"Saya ini salah satu pegawai casting tersebut mbak.Nah...ini dia tempatnya,mbak-mbak ini udah tau kan kalo disini harus bayar castingnya?". Tanya lelaki itu.
"Iya pak saya tau kok,ini udah saya bawa uangnya,asalkan kita bisa jadi artis". Jawabku.
"Iya pak saya juga pengen banget jadi artis". Kata perempuan itu.
"Mbak nya tenang aja kami nggak akan kecewakan peserta casting disini kok.Silahkan mbaknya daftar kemudian selesaikan pembayarannya disana ya". Kata lelaki itu sambil menunjukkan tempat pendaftaran.
__ADS_1
Aku dan teman perempuanku tadi mengisi formulir dan menyelesaikan pembayaran.Untung saja ibu memberikan uang lebih kepadaku.
"Maaf pak,ini kita udah bisa langsung casting belum ya?". Tanya perempuan itu.
"Maaf mbak casting akan kami mulai jam 3 sore nanti karena masih banyak yang harus kami persiapkan". Jawab lelaki itu.
"Yahh..nggak bisa sekarang ya pak?". Jawabku.
"Mohon maaf mbak ini sudah menjadi jadwal kita hari ini.Mbak nya bisa pergi jalan-jalan atau mau istirahat dulu juga boleh". Jawab lelaki itu dengan sopan.
Kalo castingnya nanti sore terus aku ngapain ya sambil nunggu jam 3 sore,sedangkan aku kan nggak punya keluarga di sini.Ya udah deh,aku makan siang sama jalan-jalan dulu nanti jam 3 sore aku kesini lagi.
Kota Jakarta ketat banget ya penduduknya.Sampe banyak,orang yang bikin rumah di pinggir kali kayak gini.Kalo aku dah sukses pengen banget deh bantu mereka,pasti mereka sangat kekurangan banget....INSYAALLAH.
Aku berjalan menuju rumah makan padang yang terletak dipinggir jalan.
"Bu..saya pesen nasi lauknya pake telor,sambel,sama sayur nangka ya...terus minumnya es jeruk". Ucapku memesan makanan dan minuman.
"Siap mbak..ditunggu ya". Jawab ibu penjual.
Aku duduk disebuah bangku yang kosong.Tak lama kemudian makanan dan minumanku datang.
"Silahkan mbak..". Ucap pedagang nasi sambil meletakkan nasi dan minuman di meja makan.
"Terima kasih...". Jawabku sambil mengambil sendok dan garpu.
Aku makan dengan lahap.Di Jakarta panas banget kalo siang hari gini sampe es batunya aku makan juga...hehe.Saat aku sedang makan,tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri dan duduk didepanku.
"Haus banget mbak,sampe es batunya dimakan gitu...hehe". Ledek lelaki yang nggak aku kenal.
"Iya nih mas di Jakarta panas banget ya kalo siang-siang gini". Jawabku.
"Saya dari kampung mas...saya ke sini mau ikutan casting di Jl.Manggis,nggak jauh kok tempatnya dari sini". Jawabku.
"Jl.Manggis?". Jawab lelaki itu bingung.
"Silahkan minumnya mas". Ibu pedagang datang membawakan segelas es teh untuk lelaki itu.
"Maaf mbak...mbak punya brosurnya atau foto tempat casting itu?". Tanya lelaki itu.
"Ohh..ada mas brosurnya....Ini". Jawabku sambil menunjukkan brosur itu.
"Tunggu mbak...kayaknya saya kenal sama tempat ini". Kata lelaki itu.
"Mas nya tau tempat itu?". Tanyaku kepada lelaki itu.
"Iya mbak..saya tau,ini kan tempat yang kemarin ada di berita TV". Jawab lelaki itu.
"Hahh...masa sih mas?". Tanyaku bingung.
"Iya mbak beberapa hari yang lalu kan saya nonton berita,nah rumah ini tu ada di berita kabarnya sih tempat itu digunakan sebagai casting palsu/tipuan". Jawab lelaki itu.
"Hahhhhh...masa sih mas,jadi...saya kena tipu dong,terus uang saya....uu...uang saya udah dibawa lari sama mereka". Jawabku kaget.
"Uang?emang harus bayar mbak,setahu saya kalo ikut casting film/sinetron itu gratis mbak...nggak dipungut biaya?". Kata lelaki itu.
"Iya mas 2 juta...itu uang ibu saya pinjam di tetangga...aduhh terus gimana ini kalo ibu saya tau pasti dia akan marah sama saya". Jawabku bingung.
Setelah aku pikir-pikir,sebaiknya aku pergi ketempat tadi mumpung belum terlambat.Aku membayar makanan dan minumanku lalu berjalan menuju tempat tadi.Setibanya aku disana,aku melihat banyak orang dan ada beberapa polisi yang sedang berdiri di depan tempat itu.
"Maaf mas,ini ada apa ya kok rame-rame?". Tanyaku kepada salah satu orang disana.
__ADS_1
"Ini mbak kami telah ditipu casting palsu dari brosur ini". Jawab laki-laki itu sambil menunjukkan sebuah brosur yang terlihat sama dengan brosur ku.Ternyata brosur itu memang sama dengan punyaku.Ternyata bukan hanya aku saja yang tertipu dengan casting boongan itu,banyak orang...bahkan puluhan.
"Hukum mereka seberat-beratnya...". Teriak orang-orang kepada 5 orang pelaku yang telah ditangkap polisi.
"Hukum mati saja mereka pakk". Teriak salah satu orang.
"Harap tenang semuanya...biarkan kami yang memproses mereka". Jelas pak polisi.
5 orang pelaku tersebut akhirnya ditangkap polisi.Dan sekarang aku nggak tau harus berbuat apa.Mau pulang takut ibu kecewa sama aku,tapi kalo di Jakarta mau tinggal dimana.Aku terus berjalan dan nggak tau mau kemana lagi.Saat di jalanan aku merasa ada yang sedang mengikutiku dari belakang dan pada akhirnya tas ransel ku di jambret.
"Aaahhhhh....jambrettttt...tolongggg...". Aku terus berteriak sambil mengejar orang tersebut.Dan pada akhirnya aku kelelahan karena dia larinya cepet banget.
"Sekarang aku udah nggak punya uang,semua uangku ada ditas tadi aku harus gimana ya allah...tolonglah hambamu ini". Aku duduk di bangku pinggir jalan raya.Ku pandangi kendaraan yang lewat (andai aja aku punya mobil,pasti nggak akan kek gini jadinya) dalam batinku.
Dan pada akhirnya,aku melihat seorang kakek yang sepertinya ingin menyebrang tapi takut karena jalanannya rame banget.Aku menghampirinya dan kemudian ku sebrangkan kakek tadi dengan penuh hati-hati.
"Terima kasih cu...udah tolongin kakek". Ucap kakek itu.
"Iya kek sama-sama". Jawabku.
"Bisa kita ngobrol sebentar cu?". Tanya kakek itu kepadaku.
"Iya kek bisa...kita duduk disitu aja yuk". Ajakku kepada kakek.
Kami berjalan menuju bangku kosong yang ada di teras toko yang sedang tutup.
"Nama kamu siapa cu?". Tanya kakek kepadaku.
"Nama saya Putri kek,nama kakek siapa?". Tanyaku kembali.
"Kek Nirwan". Jawab kakek itu.
"ooo". Jawabku.
"Cu...kamu kenal kakek nggak?kakek setiap hari muncul di TV lo". Kata kek Nirwan.
"Hah...TV...kakek artis?". Tanyaku.
Kemudian tanpa basa-basi,kek Nirwan membuka semua kostum yang ia kenakan seperti wik dan kumis palsu.Sontak aku sangat kaget karena sebenarnya kek Nirwan itu adalah aktor/selebriti terkenal,yaitu BENO WIRAWAN.Ya ampunnnn...dalam hati aku seneng banget bisa ketemu artis.
"Hahhh...om Beno Wirawan ya?". Tanyaku senang.
"Iya...hehehe...dari tadi saya itu cuma mau nguji kebaikan,apakah masih ada orang baik disini atau enggak dan ternyata masih ada yaitu kamu". Jawab om Beno.
"Ya ampun om...saya masih nggak nyangka bisa ketemu artis". Jawabku gembira.
"Hahha...bisa aja kamu...oh ya nama kamu siapa tadi?". Tanya om Beno.
"Saya Putri om". Jawabku.
"Putri...putri rumahnya dimana?". Tanya om Beno.
"Saya dari kampung om,dari Magelang.Saya kesini cuma mau ikut casting tapi ternyata cuma casting boongan,saya juga kena rampok tadi pas di jalan om". Aku menceritakan semuanya pada om Beno.
"Astaga...kok bisa sih...terus sekarang kamu tinggal dimana?kesini sama siapa?". Tanya om Beno.
"Saya sendiri ke sini om dan saya juga nggak punya keluarga/saudara disini...mau pulang juga nggak punya ongkos...om kalo boleh saya kerja sama om ya buat biaya sekolah saya om...masih banyak tunggakan sekolah yang belum saya bayar,kerja apa aja deh om jadi pembantu dirumah om juga nggak papa,asalkan saya bisa dapat uang om". Pintaku kepada om Beno.
"Ya udah...kamu ikut saya ke rumah saya nanti saya kenalin kamu sama anak dan istri saya...yuk kita ke mobil". Ajak om Beno.
Baru kali ini aku bertemu dengan seorang selebriti terkenal,dan walaupun terkenal dia tetap berbaik hati sama orang-orang yang nggak mampu disekitarnya.Aku nggak tau harus bilang apa lagi ke om Beno selain kata terima kasih yang sangat besar kepadanya.
__ADS_1