
Om Beno membuka pintu mobil,lalu kami keluar.Ku pandangi sekeliling rumah mewah om Beno.Rumah yang biasanya hanya bisa ku lihat dari layar TV,kini dapat ku lihat langsung dengan mata kepalaku sendiri.Mimpi apa aku semalam?sampe bisa bertemu seorang aktor yang sangat baik hatinya.
"Putri...ayo masuk,om kenalkan kamu sama keluarga om ya". Kata om Beno mengajaku masuk ke rumah mewahnya.
Aku hanya tersenyum sambil berjalan menuju pintu rumah om Beno.Bisa berdiri di halaman rumahnya aja aku udah seneng banget,apa lagi kalo masuk ke rumahnya.
"Ayo Put masuk". Kata om Beno mempersilahkanku masuk ke dalam rumahnya.
"Masyaallah...ini rumah apa pabrik om,gede banget". Ucapku kepada om Beno sambil menatap seluruh isi rumahnya.
Kulihat ada patung salib yang menempel didinding rumah om Beno.Aku baru tau kalo om Beno itu ternyata orang non muslim.Tak lama kemudian,datanglah seorang wanita berdaster yang sedang menggendong balita seumuran 1 tahunan dan ditemani remaja ganteng yang berjalan disampingnya menghampiri aku dan om Beno.Nggak salah lagi ini pasti istri dan anak\-anaknya om Beno.Siapa lagi kalo bukan tante Kasih,si ganteng Leon,dan si kecil Caca.Ya ampun bisa lihat Leon dari TV aja aku udah seneng banget,apalagi kalo ketemu langsung.
"Eh..ada tamu...ini siapa yah?". Tanya tante Kasih.
"Ini namanya Putri bun....nah...Putri,ini anak dan istri om namanya...". Ucapan om Beno terpaksa aku potong karena aku sudah mengetahui nama mereka.
"Udah tau kok om namanya tante Kasih,terus ini Leon,sama Caca kan...hehe". Jawabku sok tau.
"Ohh iya udah tau ya...kita kan artis...hehhe...maaf agak sombong dikit ya Put emang sifatnya begini dari sono nye". Kata om Beno.
"Iya om nggak papa kok...hmm..halo tante apa kabar". Jawabku sambil bersalaman dan menyapa tante Kasih.
"Baik...". Jawab tante Kasih sambil tersenyum kepadaku.
"Halo..kenalin nama ku Putri". Ucapku sambil bersalaman dengan Leon.
Gerogi banget nih bisa kenalan sama Leon....Leon yang tadinya hanya bisa kulihat dari layar kaca,sekarang ada dan benar-benar nyata dihadapanku.Jantungku berdegup cepat,hatiku sangatlah senang...sampai-sampai aku salting banget saat didepan Leon.
"Aku Leon". Jawab Leon sambil tersenyum manis memamerkan gigi gingsulnya.Ya allah...gans dan manis banget nih orang,mimpi apa aku semalem akhirnya aku bisa ketemu sama idolaku.
"Ayo Putri...silahkan duduk". Kata tante Kasih mempersilahkanku duduk di sofa yang super empuk.Aku berjalan menuju sofa dan duduk diatasnya.
"Tante bikinin minum dulu ya". Kata tante Kasih.
"Eehh...enggak usah repot-repot tan". Jawabku sungkan.
"Nggak repot kok...Le,tolong jagain Caca dulu ya". Kata tante Kasih sambil memberikan Caca ke Leon.
"Iya bun..". Jawab Leon yang sedang duduk tak jauh dariku.
Om Beno yang berdiri di depan pintu terlihat sangat kepanasan karena memakai sweter yang tebal disiang hari demi menyamar sebagai kakek-kakek tua.
"Om mandi dulu ya Put...gerah nih,Leon kamu temenin Putri ya". Kata om Beno.
"Iya yahh.." Jawan Leon menurut.
Selain ganteng dan baik hati,ternyata Leon nurut juga ya sama kedua orang tuanya, disuruh apa aja dia nurut bangetttt.
Sesekali,ku lihat Leon yang sedang memangku Caca dengan rasa takut bercampur malu,begitu pula dengannya.
"Kamuuu..". Aku dan Leon berbicara bersamaan.
"Kamu dulu deh..". Jawab Leon mengalah.
"Kamu dulu aja". Jawabku membalas.
__ADS_1
"Kamu...dari mana? kok bisa ketemu sama ayah sih?". Tanya Leon kepadaku.
"Aku dari Magelang,tadi nggak sengaja ketemu om Beno dijalan terus kami ngobrol-ngobrol dan aku diajak om Beno ke sini". Jelasku kepada Leon.
"Ooo...". Jawab Leon.
Tak lama kemudian,tante Kasih datang dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat secangkir teh.
"Maaf ya tante,jadi ngrepotin". Kataku kepada tante Kasih yang sedang menaruh cangkir diatas meja.
"Nggak ngrepotin kok,santai aja Put,ayo diminum". Jawab tante Kasih.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Kamu asalnya dari mana Put?". Tanya tante Kasih.
"Dari Magelang bun". Belum sempat aku menjawab,ehh udah dijawab duluan sama Leon.
"Kok kamu bisa ketemu sama ayahnya Leon?".
"Tadi nggak sengaja ketemu ayah dijalan bun terus mereka ngobrol-ngobrol terus dia diajak sama ayah kesini". Lagi-lagi malah Leon yang menjawab pertanyaan tante Kasih.
"Leon,bunda tanya sama Putri kok malah kamu yang jawab sih". Jawab tante Kasih kesel.
"Hehehehee..i'm sorry bun...". Jawab Leon.
Ternyata nggak hanya di TV aja jailnya,dikehidupan nyata ternyata jail juga...hihihi.
"Iya tan...Leon bener kok,tadi dijalan saya ketemu kakek tua yang mau nyebrang tapi takut karena rame banget jalanannya terus saya sebrangin setelah saya tau,ternyata itu adalah om Beno,artis yang lagi nyamar jadi kakek tua....dan sebenarnya saya ke Jakarta itu cuma mau ikut casting sinetron tapi kami semua malah kena tipu,padahal orang yang mau ikut casting itu harus bayar 2 juta dan tadi juga tas saya kena rampok padahal semua uang dan barang-barang saya ada disitu". Jelasku panjang lebar.
"Astaga...tapi kamu nggak kenapa-napa kan?nggak ada yang luka kan?". Tanya tante Kasih.
"Syukurlah...terus orang tua kamu gimana?mereka udah tau tentang kejadian ini?". Tanya tante Kasih.
"Belum tan,saya takut membuat mereka kecewa,karena uang yang saya pake itu kan hasil pinjam dari tetangga,kalo denger ini semua ibu saya pasti akan sedih". Jawabku.
"Ya udah...diminum dulu tehnya terus habis ini mandi saya udah siapkan baju ganti buat kamu". Kata tante Kasih.
"Makasih banyak tan". Ucapku kepada tante Kasih yang duduk disebelahku.
30 MENIT KEMUDIAN...
Ku pandangi seisi kamar tamu yang sangat mewah bagiku.Tempat tidurnya,lemarinya,dan lukisan yang terpasang didinding.Aku belum pernah merasakan tidur di tempat seempuk dan senyaman ini,kalau ada ibu disini pasti dia akan bahagia.Tak lama kemudian aku mendengar suara ketukan pintu,langsung saja ku buka pintu kamar tamu itu.
"Tok...tok...tok". Suara ketukan pintu.
"Ehhh...Leon". Ucapku.
"Put...ayo makan dulu,ayah sama bunda udah nunggu di meja makan". Kata Leon mengajakku makan malam.
"Yuk..". Jawabku.
Dalam hati aku seneng banget,orang yang selama ini aku idolakan bisa ada di depanku dan benar-benar nyata.Leon itu,suaranya bagus,baik hati,ganteng,tapi dia emang banyak disukai sama cewek-cewek siapa lagi kalo bukan fans-fansnya.Sampainya di meja makan,aku dan Leon duduk bersampingan.Om Beno dan tante Kasih duduk berhadapan dengan kita.
"Ayo...Put makan dulu,pasti kamu lapar". Ucap om Beno.
__ADS_1
"Iya om makasih". Jawabku.
"Makasih mulu dari tadi". Kata Leon sambil mengambil nasi dari mangkuk besar.
"Aku nggak akan berhenti berterima kasih sama kalian...karena kalian baik banget sama aku,padahal kita baru kenal". Jawabku.
"Putri...kamu nggak usah ngerasa sungkan sama kita ya...kamu juga baik banget sama om tadi,anggap aja kita ini saudara kamu". Jawab om Beno.
"Iya om". Jawabku.
"Ayo makan...sini tante ambilin nasinya,kamu mau apa lauknya?". Kata tante Kasih sambil mengambil piring dari tanganku dan mengambil nasi dan lauk yang berada di meja makan.
"Dikit aja tante nasinya...terserah tante deh lauknya". Kataku malu-malu.
Setelah mengambilkan nasi dan lauk buat ku aku melahap makanan itu dan merasakannya.Baru kali ini aku makan makanan yang rasanya sangat enak,sama seperti masakan ibu di kampung.
"Putri...om dan tante udah sepakat kalo kamu nggak usah kerja di rumah kami". Kata om Beno mengejutkanku sehingga membuatku tersedak.
"Berarti saya nggak bisa ngehasilin uang dong om,nggak papa deh om..tante,saya jadi pembantu disini yang penting saya bisa bayar uang sekolah saya sama utang-utang ibu saya...tolong lah om...tante". Jawabku meminta dikasihani.
"Maksud om dan tante,kamu nggak usah kerja disini,tapi kamu tinggal disini bersama kami,dan kamu akan tante daftarkan ke sekolahannya Leon". Kata tante Kasih.
"Iya Put...kamu ini kan masih kecil,belum waktunya kamu mikirin utang dan biaya sekolah.Tugas kamu sekarang hanya belajar dan belajar...buat masa depan kamu.Soal biaya nanti om dan tante yang akan ngurusin itu semua...ya". Kata om Beno.
"Hahhh...serius om?...sa...saya sekolah disini?apa om dan tante nggak rugi nanti kalo harus biayain sekolah saya?". Jawabku masih nggak nyangka.
"Tenang aja Put,selagi kita berbuat baik sama orang kita nggak akan rugi kok...kan ada Tuhan yang selalu kasih rezeki buat kita". Kata Leon sambil mengunyah makanannya.
"Betul apa kata Leon Put,kamu nggak usah merasa minder.Dann...mulai sekarang,kamu jangan panggil kami om dan tante lagi ya,panggil aja ayah dan bunda...anggap aja kita ini seperti orang tua kamu dikampung". Kata om Beno.
Aku hanya mengangguk dan tak terasa air mata menetes dipipiku karena sangat masih tidak menyangka dengan semua ini.Semuanya seperti mimpi bagiku.Dari yang aku bertemu om Beno,tante Kasih,si ganteng Leon...dan sekarang mereka mau sekolahin aku dan aku ini sudah dianggap seperti anak mereka,padahal kami baru saja kenal beberapa jam yang lalu,tapi mereka sangatlah baik kepadaku.
"Lhoo..kok nangis?kenapa Put?". Tanya tante Kasih.
Aku hanya menggelengkan kepala dan mengusap air mata yang menetes dipipi kiriku,tiba-tiba Leon menghapus air mataku menggunakan tisu dan aku bisa melihat wajah Leon lebih dekat sekarang.Jantungku terasa berdetak sangat kencang,rasanya mau pingsan bisa sedekat ini sama Leon,idola yang selama ini selalu aku bayangkan dalam pikiranku.
"Ehmm...makasih". Kataku sambil mengambil tisu dari tangan Leon dan menghapus air mataku.Peristiwa ini nggak akan aku lupakan sampai kapanpun.
"Saya nggak papa kok tante". Jawabku kepada tante Kasih.
"Bahasanya nggak usah formal-formal banget lah Put". Kata tante kasih sambil tertawa kecil.
"Hehehhee...". Aku hanya tertawa malu.
"Kayaknya Putri ini harus belajar manggil kami dengan sebutan ayah dan bunda deh...coba Put panggil kami ayah dan bunda". Kata om Beno.
"Iya ayah....bunda". Ucapku malu-malu.
"Nah...gitu dong". Jawab om Beno.
"Nahh...makannya kan udah selesai semua...yah bunda beresin ini dulu ya...Leon,kamu jagain Caca ya dikamarnya". Kata tante Kasih.Leon berdiri dan berjalan menuju kamar Caca yang berada di lantai 2.
"Tan...ehh salah...maksudnya...bun,Putri bantuin ya". Kataku.
"Boleh...tolong bawain piring yang kotor ke dapur ya...". Jawab bunda.
__ADS_1
"Siap bun". Jawabku sambil membawa piring yang kotor ke dapur.
Selama tinggal disini,aku harus selalu bantu bunda dan ayah dan harus selalu berbakti kepada mereka walaupun mereka hanya...yaa...bisa dibilang orang tua angkat,tapi aku sayang banget sama mereka berdua...sama Leon dan Caca juga.Kalo untuk Leon,dari dulu perasaanku nggak akan berubah,aku akan terus mencintai dan menyayanginya walaupun dia nggak ada perasaan apa-apa sama aku.