LOVE ON STAGE

LOVE ON STAGE
EPISODE 4


__ADS_3

Aku mengusap\-usap piring yang kotor menggunakan spons yang telah diberi sabun pencuci piring.Ku bilas satu demi satu piring yang kotor sedangkan tante...ehh...maksudnya bunda Kasih,dia yang mengelap piring yang sudah bersih kemudian memasukkannya kedalam lemari piring.Entah mengapa tiba\-tiba aku kepikiran sama ibu dan bapak dikampung.Setelah selesai mencuci piring,aku meminjam handphone bunda Kasih untuk menghubungi mereka.Untung saja aku hafal nomer telp rumahku.


"Bun...Putri boleh pinjam handphone buat telphone ibu nggak?soalnya dari tadi Putri kepikiran terus sama ibu dan bapak". Kataku memberanikan diri meminjam handphone ke bunda Kasih.


"Tentu boleh dong...nih pake aja". Jawab bunda Kasih sambil mengambil handphone dari saku dasternya dan meminjamkan ke aku.


Aku mengetik nomer telp rumah kemudian langsung memanggil dan pada akhirnya bapak mengangkat telphone ku.


"Hallo..pak assalamuallaikum..ini Putri pak". Ucapku kepada bapak.


"Putri...ya allah..putri..buk,Putri nelphone buk". Terdengar suara bapak yang sedang memanggil ibu.


"Hallo...Put...ini ibu Put,kamu apa kabar disana?". Kata ibu menanyakan keadaanku.


"Alhamdulillah bu..Putri baik-baik aja disini". Jawabku sambil meneteskan air mata lalu menghapusnya.


Setelah itu,aku menceritakan semuanya pada ibu dan bapak tentang kejadian di tempat casting palsu tadi...sampai yang aku ketemu sama om Beno dan om Beno mau sekolahin aku disini dan semua kebaikan hati om Beno dan tante Kasih aku ceritain sama bapak dan ibu.


"Ibu jangan nangisin aku ya bu...disini aku baik-baik aja kok bunda Kasih sama ayah Beno baikkkk banget sama Putri". Kataku menenangkan ibu yang sedang menangis.Bunda yang mendengar perbincanganku dengan ibu hanya tersenyum kepadaku.


"Berarti ibu nggak ketemu kamu lama banget dong". Jawab ibu.


"Insyaallah kalo aku udah bisa cari uang sendiri disini,aku akan beli rumah buat ibu dan bapak biar bisa tinggal di Jakarta sama aku.Yang penting sekarang ibu sama bapak doain aku aja supaya aku bisa lancar sekolahnya disini dan doain bunda sama ayah juga biar rezeki mereka terus ditambahkan ya bu..". Jawabku.


"Pasti nak...pasti doa ibu akan selalu menyertai kamu dimana pun kamu berada...jangan nakal sama om dan tante disitu ya...jangan bikin mereka kecewa". Kata ibu menasehatiku.


"Iya bu...Putri janji". Jawabku.


"Put bunda mau bicara dong sama ibumu". Kata bunda Kasih.


"Ohh..bu...ini bunda mau bicara sama ibu katanya". Jawabku sambil memberikan handphone ke bunda.

__ADS_1


"Hallo...ibunya Putri...saya Kasih bu istrinya Beno Wirawan". Kata bunda Kasih menyapa ibu.


"Iya bu...saya tau kok suka nonton bu Kasih di TV...hehehe". Jawab ibu.


"Iya bu...jadi begini,ibu nggak usah pusing mikirin Putri disini dia akan saya sekolahkan di Jakarta bu...dan ibu juga nggak usah mikirin utang dan juga tunggakan sekolah yang belum dibayar nanti saya sama suami saya yang akan membayarnya". Kata bunda Kasih.


"Aduhh...nggak usah bu nanti malah ngrepotin bu Kasih". Jawab ibu.


"Nggak papa bu nggak usah sungkan,karena Putri juga anaknya baik kok,jangan ditolak ya bu". Kata bunda.


"Ya sudah bu kalo memang mau ibu begitu". Jawab ibu.


"Ini bu saya kembalikan ke Putri lagi ya". Kata bunda sambil memberikan handphone kepadaku.


"Hallo..bu..". Ucapku sambil menempelkan handphone ke telingaku.Tapi,sayangnya tidak ada suara ibu yang menjawab.


"Yahh mati bun". Ternyata handphone bunda habis batrainya.


"Ya udah bun nggak papa". Jawabku.


"Putri...udah malem kok belum tidur sih?bunda juga kok belum tidur". Kata ayah Beno yang tiba-tiba datang.


"Baru selesai cuci piring yah". Kata bunda.


"Ya udah...istirahat gih...".Kata ayah.


"Ya udah bun...yah,Putri ke atas duluan ya". Jawabku sambil berjalan menuju kamar yang terletak di lantai 2.


Aku melewati satu demi satu anak tangga di rumah mewah itu.Kamarku bersebelahan dengan kamar Caca dan Leon.Saat membuka pintu kamar,ku dengar suara Leon yang sedang bernyanyi.Ya ampunnnn...merdu banget suaranya.Aku masuk kekamar dan langsung memejamkan mata sambil mendengarkan Leon yang sedang bernyanyi,biarkan saja suaranya yang merdu itu menjadi penghantar tidurku malam ini.Dalam hati ku ucapkan kata I LOVE YOU LEON.


KEESOKAN HARINYA...

__ADS_1


Aku terbangun dari tidurku.Ku lihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 04.50 dan saatnya aku untuk sholat subuh.Tapi mau sholat pake apa?mukenaku kan ada ditas kemarin dan bunda juga nggak mungkin punya mukena,kan dia non muslim.Aku turun ke bawah lalu menghampiri bunda dan mbak Lina yang sudah sibuk memasak didapur.Mbak Lina adalah salah satu asisten rumah tangga dirumah ini.


"Pagi bun...". Sapaku ke bunda Kasih.


"Pagi Put...". Jawab bunda yang sedang sibuk menumis bumbu.


"Bun,mukena Putri kan hilang...Putri mau sholat nggak punya mukena bun.Disini asisten rumah tangganya ada yang punya mukena nggak?". Tanyaku kepada bunda.


"Oohh...kamu pinjam dulu aja sama mbak Lina dia pasti punya". Kata bunda sambil terus menumis bumbu.


"Ohh...mbak Lina punya?Putri pinjam ya". Ucapku meminjam mukena kepada mbak Lina.


"Ada dek...tapi dikamar mbak Lina,bentar ya mbak ambilin dulu". Kata mbak Lina meninggalkan dapur dan mengambil mukena dikamarnya.


"Ini kok si Leon belum bangun juga sih?kebiasaan nih". Kata bunda.


"Nggak tau tuh bun,tadi Putri lewat depan kamarnya masih sepi-sepi aja". Jawabku.


"Bisa telat lagi nih kalo nggak dibangunin...Put,tolong bunda ya adukkin ini nanti kalo mbak Lina udah balik kasih ke mbak Lina ya spatulanya biar dia yang masak". Kata bunda sambil memberi spatula kepadaku.


"Iya bun". Jawabku sambil mengaduk sayuran.


Tak lama kemudian,mbak Lina datang membawa mukena dan sajadah kemudian memberikan kepadaku dan aku memberikan spatula ke mbak Lina.


"Oh ya..mbak,kalo di kamar atas kiblatnya ngadep kemana ya?". Tanyaku kepada mbak Lina yang sedang memasukkan air ke dalam panci.


"Kalo dikamarnya dek Putri ngadepnya membelakangi lemari kecil". Jelas mbak Lina.


"Oke mbak makasih". Ucapku kepada mbak Lina.


Setelah itu aku naik ke atas dan ingin mengambil air wudhu di kamar mandi tapi sayangnya kamar mandi yang letaknya ada disamping kamar Caca lagi dipake sama Leon,jadi aku turun lagi buat wudhu di kamar mandi bawah.

__ADS_1


Setiap kali aku berdoa sama allah,aku nggak akan lupa menyebut nama bapak dan ibu dikampung supaya mereka selalu dilindungi oleh allah swt.dan aku minta sama allah supaya kita dipertemukan lagi dalam keadaan sehat.Dan aku juga nggak lupa mendoakan ayah dan bunda yang udah baik sama aku,walaupun kita berbeda agama tapi aku sangat menyayangi mereka seperti aku menyayangi kedua orang tua kandungku.


__ADS_2