LOVE ON STAGE

LOVE ON STAGE
EPISODE 5


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 05.30,aku turun ke bawah dan menuju ke dapur untuk bantuin bunda masak.


"Bun aku bantu masak ya". Ucapku kepada bunda.


"Oke...kamu buat nasi goreng aja ya buat Leon sarapan". Jawab bunda.


"Siap bun,kecil kalo cuma nasi goreng doang". Jawabku sok bisa.


"Oke silahkan buat nasi goreng ala Putri". Jawab bunda.


"Siappp". Jawabku.


Aku meracik bumbu nasi goreng yaitu bawang merah,bawang putih,cabe dan garam yang akan ditumbuk kemudian ditumis.


"Jangan pedes-pedes ya soalnya Leon nggak suka pedes". Kata bunda.


"Iya bun". Jawabku.


Karena Leon nggak suka pedes,aku kasih cabe 1 aja deh.Saat aku dan bunda sedang sibuk memasak,tiba-tiba Leon datang ke dapur menghampiriku dan bunda.Aku jadi terkagum-kagum dengannya.Dia sudah rapi mengenakan baju pramukanya lengkap dengan hasduk di kera bajunya.Ya ampunnn...nih orang gantengnya gak nanggung-nanggung,poni nya itu loh...ucuuulll banget.Gimana ya kalo besok aku jadi istrinya???Aduhhhh haluku meronta-ronta deh...gak mungkin lah Leon mau sama aku.


"Put???kok bengong sih liatin si Leon?kalo liatin Leon terus,itu bumbunya nggak halus-halus nanti". Kata bunda mengejutkanku.


"E...ehh..iya bun maaf". Jawabku.


"Biasa bun,pasti dia terpesona sama aku,kan Leon ganteng banget bun....hehehhe". Kata Leon sok pede.


"Leonn...kamu juga apaan sih,sekolah dulu yang bener". Jawab bunda.


"Hehehheheee". Leon ternyata kalo lagi jail makin ganteng ya...heheeheee.


Setelah selesai menghaluskan bumbu,aku mengambil wajan untuk memasak nasi goreng dan kutuangkan minyak secukupnya diatas wajan.Setelah itu,ku tumis bumbu bersama telur yang kemudian kucampur bersama nasi dan sedikit kecap.Setelah matang,ku sajikan nasi goreng special untuk Leon...dannnn....


"Taraaa....nasi goreng special untuk Leon siap disajikan". Aku mengangkat piring yang berisi nasi goreng dan memberikannya ke Leon.


"Special nih?". Jawab Leon meragukan.


"Ya iyalah...special,kan yang masak Putri". Jawabku kepedean.


Leon duduk di kursi dapur dan menaruh piringnya di meja dapur.Kemudian dia mengambil sendok dan garpu untuk makan.Aku melihat ekspresi Leon yang sedang mencicipi nasi goreng buatanku lalu dia mengunyahnya dengan ekspresi yang tidak meyakinkan yang seketika membuatku takut kalo rasanya nggak enak.


"Gimana rasanya?enak nggak?". Tanyaku kepada Leon.Dia hanya menggelengkan kepala sambil mengerutkan dahi dan alisnya.Hal ini membuatku merasa takut tapi,perasaan...tadi aku masukin bumbunya bener kok.Aku duduk di samping Leon dan Leon berkata....


"Kalo nggak bisa masak,nggak usah masak...". Jawab Leon agak ketus.


"Kamu nggak usah masak deh...soalnyaaaa...masakan kamu enak banget kalo kamu masak terus,entar capek lho...soalnya aku kalo sekali makan nambah 3 kali...hahahahha". Jawab Leon menjailiku.


"Ihhh...kamu ya...dasar,kamu nih buat aku deg-degan aja...". Jawabku sambil mencubit kecil lengan Leon.


"Adduhhh...cewek kok cubitannya sakit sih". Jawab Leon sambil mengelus lengan yang ku cubit.


"Abisssnyya...jail banget deh". Jawabku agak sedikit ngambek tapi seneng karena bisa bercanda sama Leon.


"Leon emang anaknya jail banget Put,Caca aja pipinya sering di cubit sama dia karena dia gemesss banget sama adiknya.Leon,kalo sehariiii aja nggak buat nangis adiknya,dia ngerasa masih ada yang kurang Put". Jawab bunda sambil duduk berhadapan denganku dan Leon.

__ADS_1


"Huuhhh...dasar LELE". Ucapku kepada Leon.


"Huuhhh...dasar SIPUT". Balas Leon mengejekku.


"LELE".


"SIPUT".


"LELE".


"SIPUT".


"LELE".


"SIPUT".


"LELE".


"SIPUTTTTT".


"Udah-udahhh...jangan ejek-ejekan". Bunda melerai.


"Le,ayo berangkat...takut macet soalnya". Kata ayah yang datang ke dapur dengan pakaian kantornya.


"Oke yah,Leon ambil tas dulu ya di kamar". Jawab Leon berjalan menuju kamarnya.


"Bun...Put...ayah sama Leon berangkat ya". Kata ayah.Aku dan bunda bersalaman dan mencium tangan ayah.


"Kita anter ke depan ya yah". Jawab bunda.


Aku dan bunda berdiri kemudian berjalan mengantarkan ayah ke mobil.Saat kami sampai di ruang tamu,Leon turun dengan mencangklong tas hitamnya.


SAAT DIHALAMAN DEPAN RUMAH...


"Bun Leon berangkat ya...I LOVE YU BUNDA". Kata Leon ke bunda sambil memeluk dan mencium kedua pipi bundanya.Andai aja aku ada di posisi bunda...hehhehe...


"LOVE YOU TOO sayang...belajar yang pinter ya". Jawab bunda.


Leon dan ayah berjalan menuju mobil.Leon menengok ke arah ku dan hanya tersenyum manis.


"LELE...hati-hati dijalan yaaaa...daaa". Ucapku kepada Leon sambil melambaikan tangan.


"Dadaaa SIPUT...". Jawab Leon yang sudah masuk mobil.


Setelah mereka berangkat,aku dan bunda masuk ke rumah.


"Put...kamu mandi ya,habis ini bunda mau ajak kamu ke suatu tempat.Pake baju bunda ya...udah bunda siapin baju-baju bunda yang pas buat kamu ada di lemari". Kata bunda.


"Mau kemana bun?". Jawabku penasaran.


"Rahasia deh...yang penting kamu mandi dulu habis itu sarapan". Jawab bunda.


"Oke deh bun...". Jawabku sambil melangkahkan kaki menuju kamar mandi atas.

__ADS_1


Setelah selesai mandi,ku buka lemari baju yang berada di kamarku.Ku lihat baju-baju bunda yang sudah disediakan untukku.Pilihanku tertuju pada baju berwarna kuning berlengan panjang dan celana panjang berwarna hitam.Tapi kan aku pake baju kuning celana hitam,masa jilbabnya putih sih...ahh..nggak papa lah buat sementara.Setelah sibuk memilih baju,ku kenakan semua pakaianku dengan rapi.Saat aku keluar kamar,ku lihat Caca yang sedang belajar jalan ditemani dengan suster.


"Wihhh...dedek lagi belajar jalan ya". Ucapku mengajak Caca ngobrol.Caca yang masih balita hanya tertawa melihatku.Seneng deh,kalo ada anak kecil selucu Caca pantesan aja Leon selalu gemesss setiap lihat Caca.Pipinya yang tembem,kulitnya putih,tapi sayangnya ada 2 benjolan merah di wajahnya karena digigit nyamuk...hehhe..


"Sus...Caca aku bawa ke kamar bunda ya". Ucapku kepada suster sambil menggendong Caca.


Kamar bunda dan ayah ada disamping kamarku,kamar Caca dan juga kamar Leon.


"Silahkan dek". Suster mempersilahkanku.


Aku berjalan menuju kamar bunda sambil menggendong Caca yang super duper cute.Ku ketuk pintu kamar bunda dann...


"Siapa ya?". Terdengar suara bunda dari dalam kamar.


"Ini Putri sama Caca bun". Jawabku.


"Ohhh...masuk aja Put nggak dikunci kok pintunya". Jawab bunda sedikit berteriak.


Aku membuka pintu kamar bunda dan menutupnya kembali.


"Bunda lagi ngapain sih bun?". Tanyaku kepada bunda.


"Lagi keramas nih...bentar lagi selesai kok". Jawab bunda.


Aku duduk di sofa kamar bunda.Sambil menunggu bunda selesai keramas,aku main-main dulu ahhh sama si bontot.Tak lama kemudian bunda keluar dari kamar mandi sambil mengibaskan rambutnya yang sudah wangi dan bersih.


"Bunda kayak iklan sampo deh...hehehe". Ucapku.


"Kan bunda emang model...hihi". Jawab bunda sambil tertawa memamerkan giginya yang putih dan rapi.


"Caca apaan sihh...ketawa-tawa gitu liat bunda hemm...bikin gemes deh...coba liat giginya...wahhh udah ada 3 giginya Caca". Kata bunda sambil memegang bibir Caca dan melihat giginya yang sudah tumbuh 3.


"Hehhehee...cute banget sih Caca". Jawabku sambil mencubit pelan pipi Caca lalu menciumnya.


Bunda mengambil sepatu sendalnya di lemari besar yang terletak di samping pintu kamarnya.Tubuh bunda yang tinggi,terlihat lebih tinggi lagi saat memakai sepatu sandal yang ada hak nya,tingginya sekitar 3 cm an lah.


"Dahhh yuk kita berangkat...". Kata bunda sambil mengambil gendongan bayi di atas tempat tidurnya.


"Yuk bun...". Jawabku sambil memberikan Caca ke bunda.


SAAT DI DALAM MOBIL...


"Bun...sebenarnya kita mau kemana sih". Tanyaku kepada bunda.


"Kita mau ke mall buat beli kebutuhan kamu buat sekolah sama baju buat kamu". Jawab bunda yang sedang memangku Caca.


"Buat Putri bun?". Tanyaku bingung.


"Iya buat kamu". Jawab bunda.


"Tapi...kita belinya dipasar aja ya bun,yang agak murah...takutnya uang bunda habis gara-gara Putri". Jawabku ragu.


"Tenang aja sayang...nggak usah ragu sama bunda". Jawab bunda.

__ADS_1


Bunda panggil aku dengan sebutan sayang?Hahhh....aku masih nggak nyangka bisa dipanggil sayang sama bunda.Aku senennngggg banget,bisa jadi bagian dari keluarga ayah dan bunda...yahh walaupun mereka cuma orang tua angkatku.


__ADS_2