LOVE ON STAGE

LOVE ON STAGE
EPISODE 8


__ADS_3

Aku duduk diatas tempat tidur.Ucapan oma tadi masih terbayang\-bayang dipikiranku,aku takut kalau suatu hari nanti akan jauh dari bunda,ayah,Leon,dan Caca.Ku ambil jam cople yang berada di kantong kresek yang berada disampingku.Ku pandangi jam tersebut.Kira\-kira Leon suka nggak ya sama jam yang ku belikan untuknya?


"Apa aku kasih sekarang aja ya jam nya?". Ucapku sambil memandangi kedua jam tersebut.


"Jangan deh...tunggu waktu yang tepat aja". Ucapku lagi.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"Dek Putri...dek...". Suara orang yang mengetuk pintu kamarku.


"Iya sebentar". Lalu ku buka pintu kamarku dan ternyata itu adalah mbak Lina.


"Disuruh makan dulu sama ibu dek". Kata mbak Lina.


"Hmmm...Leon udah dibawah?". Tanyaku kepada mbak Lina.


"Belum dek...ini baru aja mau manggil". Jawab mbak Lina.


"Ya udah mbak...si Leon biar saya aja yang manggil...mbak ke bawah aja". Ucapku kepada mbak Lina.


"Ohh...iya dek". Jawab mbak Lina lalu berjalam meninggalkanku.Aku hanya membutuhkan kurang lebih 5 langkah untuk sampai didepan kamar Leon.


"Le...Leonn...disuruh bunda buat makan". Ucapku sambil mengetuk pintu kamar Leon.


"Iya bentar". Jawab Leon.


Tak lama kemudian Leon membuka pintu kamarnya.


"Yuk kebawah...udah ditungguin bunda". Ucapku kepada Leon.


"Yukk...". Jawab Leon.


Kami berjalan menuju meja makan,disana ku lihat sudah ada bunda,opa dan oma yang sudah menunggu kami.


Aku duduk disamping bunda,sedangkan Leon duduk disamping opa.


"Leon...sini,biar oma ambilin nasi sama lauknya". Kata oma sambil mengambil piring dari tangan Leon.


"Leon mau apa lauknya?". Tanya oma sambil mengambil nasi.


"Ayam sama sayur aja oma". Jawab Leon.


Setelah selesai,oma memberikan piring berisi nasi dan lauk pauk kepada Leon.


Saat aku ingin mengambil nasi dan lauk,tiba-tiba oma berkata...


"Eehh...sini oma ambilin nasi sama lauknya". Kata oma sambil mengambil piring dari tanganku.Dalam hati,aku seneng banget ternyata oma perhatian juga sama aku.Tapi ternyata aku salah karena oma...


"Lhoo...kok Putri cuma diambilin nasi sama tempe doang sih mi?nasinya dikit banget lagi". Kata bunda.Oma meletakkan piring yang berisi nasi dan tempe di depanku.


"Biarin aja kenapa sih...orang dia juga bukan siapa-siapa kita.Entar kalo kita sayang sama dia...dia bakal keenakan tinggal disini". Jawab oma sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


Bunda,opa,dan Leon yang mendengar ucapan oma hanya bisa diam seakan tidak tega melihatku.

__ADS_1


"Nggak papa kok bun...ini juga udah alhamdulillah". Jawabku sok tegar.


"Tuh...denger sendiri kan dia bilang apa". Jawab oma sambil mengunyah makanannya.


"Astaga...miii". Jawab bunda kesel.


"Aduhhh...ini bau apaa sih?kok baunya nggak enak gini?kayaknya dari kamu nih baunya...ohhh...iya kamu kan anak kampungan,pantes lah kalo bau banget...oma jadi nggak selera makan nih kalo masih ada dia". Ucap oma seakan menyuruhku untuk pergi menjauh darinya.


"Mamii...nggak boleh kayak gitu dong,papi nggak ngerasa ada bau nggak enak tuh". Kata opa.


"Mami jangan gitu dong mi,kasihan Putri". Jawab bunda.


"Eemmm...bun,nggak papa kok...Putri makan di belakang aja ya,kasihan oma jadi nggak selera makan kalo ada Putri disini". Ucapku kepada bunda sambil membawa piring yang berisi makanan sendok dan garpu ke dapur.


Tak lama kemudian Leon menyusulku ke dapur.


"Leon...kamu mau kemana?". Tanya oma.


"Leon nggak akan biarin Putri sendirian,Leon mau temanin Putri makan didapur". Jawab Leon.


"Leon...Leon...dengerin oma kamu nggak boleh deket-deket dia...LEON". Oma berteriak tetapi Leon tidak menghiraukannya dan langsung menghampiriku di dapur.


SAAT DIDAPUR...


Aku menyuapkan nasi ke dalam mulutku sambil menangis.Tak menyangka oma setega itu denganku.


"Heyy...tenang aja,disini masih ada LEON PUTRA WIRAWAN yang akan setia menemani Putri saat senang maupun sedih". Kata Leon yang tiba-tiba datang sambil duduk di sebelahku dan meletakkan piring makannya di meja.


"Leon...". Jawabku sambil menghapus air mata dan menelan makananku.


"Ya kan beda,kalo temanmu kan...kaya,cantik-cantik...beda sama aku...aku kan miskin,jelek,kampungan lagi". Jawabku.


"Sssuuuuttt...kamu nggak boleh bilang gitu.Siapa bilang kamu jelek,kamu cantik kok dan kamu kaya...". Kata Leon.


Ya ampunn...Leon bilang aku cantik?rasanya masih nggak percaya dengan semua ini.


"Masa sih...kaya dari mana?orang aku nggak punya apa-apa juga". Jawabku.


"Kaya itu nggak cuma punya harta yang berlimpah...tapi kaya itu bisa juga kaya hati,dan itulah yang kamu miliki....kaya hati,kamu punya hati yang baik". Kata Leon sambil memandangku.


"Iihhh...dasar gombal". Jawabku malu-malu.


"Lho siapa yang gombal?....emang bener kok,kamu cantik...terus kamu juga kaya...kaya hati...hehehe". Kata Leon sambil tertawa memamerkan gigi gingsulnya.


"Put...pasti nggak enak ya makan pake tempe doang". Tanya Leon kepadaku.


"Enak kok...aku itu udah biasa makan kek gini,malah aku pernah makan nasi pake garem doang". Jawabku.


"Ya udah nih...ayam ku buat kamu aja". Kata Leon sambil memberikan ayamnya kepadaku dan menaruhnya dipiringku.


"Eehhh...nggak usah Le...". Jawabku sambil mengembalikannya lagi ke Leon.


"Hmmm...ya udah gini aja deh,kita makan 1 piring berdua...gimana?". Tanya Leon.

__ADS_1


"Nggak ahh...malu tau".


Sebenarnya dalam hati,aku pengen makan 1 piring berdua tapi...nggak enak lah sama Leon.


"Malu sama siapa?kan disini cuma ada kita berdua...mau ya pleaceee...nihhh aku suapin". Kata Leon yang ingin menyuapiku.


"Tapi nanti kamu nggak kenyang,kan kamu sekali makan nambah 3 kali khann...hahaha". Ucapku kepada Leon.


"Bener juga sih...tapi pleaceee...kalo soal nambah aku bisa ambil lagi nanti".


"Ya usah deh...tapi habis ini aku yang suapin kamu ya...". Jawabku sambil melahap makanan dan disuapi oleh Leon.


"Oke...". Jawab Leon.


"Sini...gantian aku yang suapin kamu". Ucapku sambil mengambil sendok yang baru untuk Leon.


"Ya jangan banyak-banyak dong,nggak muat nanti mulutnya". Kata Leon.


"Biarin aja". Jawabku sambil menyuapi Leon.


"Tuhh...kan sampe susah ngunyahnya". Kata Leon yang mulutnya penuh terisi makanan.


"Hahahahahaha...jangan ngomong dulu dong,entar keselek". Jawabku sambil tertawa.


"Uhukk...uhukk...uhukk...". Leon tersedak.


"Tuh kan...apa ku bilang,kamu ngeyel sih". Jawabku sambil mengambilkan Leon minum.


"Kamu yahh...jailll banget". Kata Leon setelah minum.


"Yang ngomong juga jail kok". Jawabku.


Pada saat itulah aku dan Leon mulai mengenal satu sama lain.Kami bercanda dan tertawa bersama.Walaupun oma melarang aku dan Leon untuk berdekatan,tapi kami masih saling care satu sama lain.


Saat aku dan Leon makan bersama,tiba-tiba bunda datang.


"Ternyata kalian disini". Kata bunda.


"Bun,Leon kasihan deh sama Putri". Kata Leon.


"Tenang ya sayang,bunda lagi coba bujuk oma biar dia sayang sama Putri". Jawab bunda.


Tak lama kemudian oma datang membawa setumpuk piring kotor.


"Aduh...aduhhh...malah enak-enakkan disini ya.Ehh...anak kampung,nih cuci piringnya sampe bersih...awas ya kalo nggak bersih". Kata oma,membentakku.


"Bunda bantuin ya Put". Kata bunda.


"Bantu-bantu...nggak ya...nggak ada yang boleh bantuin dia...ayo Leon,Kasih...kita tinggalin dia biarin aja dia yang bersihin semuanya". Kata oma sambil menyeret bunda dan Leon untuk pergi menjauh dariku.


"Ma Lepasin Leon ma...Leon mau bantu Putri". Kata Leon sambil berusaha melepas tangannya dari oma.


"Mi...kasihan Putri kalo harus ngerjain sendiri". Kata bunda.

__ADS_1


Setelah mereka semua pergi meninggalkanku,aku langsung mencuci piring yang kotor seorang diri.Air mataku kembali mengalir saat ingat kata-kata oma yang sangat menyakitkan.


__ADS_2