
"Bun boleh pinjam HP bunda?". Ucapku kepada bunda.
"Boleh...". Kata bunda.
"Tapi boleh dibawa ke kamar kan bun?". Ucapku.
"Mau buat apa sih?". Tanya bunda.
"Ini bun mau cari bahan-bahan untuk buat eksperimen". Jelasku.
"Ya udah ambil aja dikamar bunda...". Kata bunda.
"Oke bun...". Jawabku.
Aku berjalan ke kamar bunda lalu mencari HP bunda.
"Dimana ya HP nya?". Ucapku.
"Haaahh...itu dia". Aku mengambil HP bunda yang terletak di atas bantal.
SAAT DIKAMAR...
"Leee...Leon...". Aku memanggil Leon dari kamarku.
"Iyaaa". Terdengar suara Leon dari kamarnya.
"Sini...cepetaannn". Jawabku.
"Kenapa?". Kata Leon yang tiba-tiba datang ke kamarku.
"Ini lihat video cara buat gunung meletus". Ucapku.
"Ehh...kok bisa ngeluarin asap gitu ya?kerennn...BTW bahan-bahannya apa aja tuh?". Tanya Leon.
"Bentar...bahannya...ada Plastisin atau tanah liat,pasir untuk membuat miniatur gunung,soda kue,cairan pencuci piring,cuka,pewarna,air panas,botol, alas....terus caranya buat miniatur gunung terlebih dulu. Terserah saja bahannya mau pakai yang mana. Bisa juga gunungnya diberi warna biar menarik. Jika telah terbentuk, letakkan gunung diatas alas tahan air.Taruh botol ditengah-tengah gunung dan lubang botol jangan ditutup.Campurkan air,baking soda,cairan pencuci piring,dan pewarna merah. Masukkan ke dalam botol cukup setengah botol saja.Terakhir untuk membuat lava naik ke permukaan, tuangkan cuka ke dalam botol. Tunggu beberapa saat, dan gunung berapi itu pun erupsi".
"Mudah kan...bahan-bahannya juga gampang dicari". Jelasku.
"Iya ya...terus hasilnya keren gitu lagi". Jawab Leon.
"Nah...sekarang tinggal bagi tugas". Jawabku.
"Oke...kalo gitu kita kan serumah nih,kita carinya barengan aja biar Sita nanti kita kasih tau tugasnya dia bawa apa aja". Jawab Leon.
"Okee...tapi kasihan Sita Le,masa dia cari sendirian". Jawabku.
"Biarin aja lah...kan tugasnya emang masing-masing tapi kerjanya secara kelompok". Kata Leon.
__ADS_1
"Ya udah deh...besok pulang sekolah kita beli bahan-bahannya ya sekarang aku minta tolong...tolong kembalikan HP nya bunda dikamar ya...hehehe". Kataku.
"Iya ibu mandorrr". Jawab Leon.
"Put...main sama Caca yuk". Ajak Leon yang tiba-tiba datang.
"Main dimana?". Jawabku.
"Main di ruang karaoke aja biar sambil nyanyi-nyanyi". Jawab Leon.
"Ya udah yuk...mana Caca nya?". Tanyaku.
"Tadi aku lihat ke kamarnya nggak ada tuh,coba kita cari ke bawah yuk". Kata Leon.
"Ya udah yuk". Jawabku.
SAMPAINYA DI PLAYGROUND...
"Caca dicariin ternyata malah lagi main disini". Ucapku.
"Kenapa nyariin Caca?". Jawab bunda.
"Mau kita ajak main bun di ruang karaoke". Jawab Leon.
"Kenapa harus diruang karaoke?kenapa nggak disini aja?kan ada mic karaoke yang ada spekernya". Kata ayah.
3 MENIT KEMUDIAN...
"Ini yah tolong disambungin ke HP ayah dulu". Kata Leon yang baru datang.
"Oke bentar...mau siapa dulu yang nyanyi nih?". Kata ayah.
"Putri yah". Jawab Leon.
"Leon dulu yah". Jawabku.
"Okee...biar adil ayah aja yang pilih...Leon dulu deh habis itu baru Putri". Kata ayah.
"Okee...siapa takut,musik yahhhh". Kata Leon.
"Semuanya kita goyanggggg...". Kata Leon sambil berjoget dan bernyanyi.
"Ya ampun...Caca pinter banget deh...bun Caca kalo denger Leon nyanyi suka joget ya?". Tanyaku.
"Iya dia seneng banget kalo kakak nya nyanyi". Jawab bunda.
"Goyang terus Caaaa...". Kata Leon.
__ADS_1
"Nah...sekarang giliran kamu Put". Kata Leon sambil menberikan mic karaoke.
"Okeee...musikkk yaaahhh...". Ucapku kepada ayah.
"Ee...ha...eee...haaa...eee...ha...eee...ha...e...ha...eee...lo...loo...loo...yaaakkkk". Leon keasikan joget.
Pada saat aku sedang bernyanyi,tiba-tiba oma datang.
"Aduuhhh...brisikk banget sih...oohh,ternyata kamu yang buat keributan dirumah ini...". Kata oma marah-marah.
"Oma". Jawabku.
"Karena kamu udah buat berisik di rumah ini,ayoo ikut oma keluar". Kata oma sambil menyeret tanganku.
"Oma Putri mau dibawa kemana ma". Kata Leon panik.
"Ma sakit ma...lepasin Putri". Ucapku sambil menangis dan berusaha melepas tanganku dari genggaman tangan oma.
"Mi Putri nggak salah mi...dia cuma mau ngehibur kita kok". Kata bunda yang mengikutiku dari belakang.
"Diammm ya semuanya,jangan ada yang bantah mami...". Kata oma yang terus menyeretku untuk keluar.
"Mami nggak bisa dong marah-marah sama Putri...lepasin mi kasihan Putri...MAMIII". Kata ayah membujuk oma.
"Aduh...". Aku kesakitan.
Saat sampai di pintu gerbang,oma dengan teganya membantingku di jalan.
"Rasa innn...makanya jangan sok akrab sama anak dan cucu ku". Kata oma.
"Mi tolong mi jangan usir Putri dari sini...aku sayang banget sama dia mi". Kata bunda sambil berlutut dan menangis kepada oma.
"Kasih...seharusnya kamu itu seneng karena beban kamu berkurang...lagian ngapain sih kamu bawa anak kampung ini ke rumah kita...". Kata oma.
"Omaa...Putri mohon jangan usir Putri ma...Putri nggak mau jauh dari ayah dan bunda". Ucapku memohon kepada oma.
"Leon mohon ma...jangan usir Putri,Leon rela ngelakuin apa aja asalkan Putri jangan diusir dari rumah ini...Leon mohonnn". Kata Leon yang menggendong Caca.
"Kalian ini ya...ngapain lagi nangisin anak nggak jelas ini...udah ayo masuk...gerimis nih,nanti kita kehujanan,biarin aja Putri jadi gelandangan di jalan...ayo masukkkk". Kata oma sambil memaksa ayah,bunda,dan Leon untuk masuk ke rumah...mereka bertiga hanyalah menangis dan tidak bisa berkutik jika oma sudah memiliki keputusan.
"Putriiii......". Teriak ayah dan bunda sambil menangis.
"Ayahhhh...bundaaaa...tolong Putri". Ucapku sambil menangis.
Kemudian oma menutup gerbang rumah yang tinggi itu.Tiba-tiba hujan deras datang mengguyurku dari atas,sekarang aku udah nggak punya tempat tinggal lagi...aku harus kemana ya Allah...
Ayah...bunda...Leon...tolongin Putri...Putri takut disini sendirian...Putri nggak mau jauh dari kalian...Putri nggak punya siapa-siapa lagi di Jakarta kecuali kalian...
__ADS_1
Pada saat itu aku masih berada di depan pintu gerbang dan tiba-tiba aku pingsan akibat kedinginan.