LOVE ON STAGE

LOVE ON STAGE
EPISODE 7


__ADS_3

Terdengar suara nada dering handphone bunda yang berbunyi.


"Hallo mi...". Bunda berbicara dengan seseorang di telphone nya.


"Ohhh...mami sama papi udah sampe rumah?ya udah mi tunggu aja dulu ini aku lagi dijalan mau pulang kok...oke mi". Jawab bunda sambil menutup telphone.


"Mami siapa bun?". Tanyaku penasaran.


"Ini...oma sama opa nya Leon udah sampe rumah". Jelas bunda.


"Lhaa...emang mereka dari mana mi?". Tanyaku lagi.


"Mereka dari China...soalnya sodara bunda ada yang sakit disana". Jelas bunda.


"Ooohh...jadi bunda ini orang Chinese ya?". Tanyaku.


"Iyaaa...bisa dibilang gitu". Jawab bunda.


SAAT SAMPAI DI HALAMAN RUMAH...


"Mamiiii...duhh...ya ampun kangen banget mii...papiii...aku kangen juga sama papi...". Ucap bunda sambil memeluk hangat kedua orang tuanya.


Aku hanya berdiri dibelakang bunda sambil membawa barang belanjaanku tadi.


"Mami sama papi juga kangen banget sama kamu dannn sama cucu-cucu mami...". Jawab mami nya bunda sambil memegang pipi Caca yang tertidur di gendongan bunda.


"Lho...ini siapa?....oohhh...pembantu baru kamu ya?". Tanya mami nya bunda sambil menunjuk ke arahku.


"Ohh...ini...kenalin mi,ini namanya Putri,dia anak angkatku sama mas Beno". Jawab bunda sambil memperkenalkanku kepada kedua orang tuanya.


"Whatttt...anak angkat?sejak kapan kamu ngangkat anak.....Kasihh?". Tanya mami nya bunda.


"Hallo...oma...opa...nama saya Putri". Aku memperkenalkan diri sambil bersalaman,tetapi mami nya bunda tidak menjabat tanganku dan berwajah sinis.


"Panjang mi,ceritanya nanti aku ceritain deh.Ya udah yuk mi,pi kita masuk...ayo Putri". Bunda mengajak kami semua masuk kedalam.


Kedatangan mami dan papinya bunda membuatku takut jika aku tidak diterima oleh mereka dan takut jika mereka nggak sudi punya cucu angkat miskin seperti aku ini.


SAMPAINYA DI RUANG TAMU...


"Ayo duduk mi...". Kata bunda mempersilahkan keduanya duduk disofa.


"Sayang...tolong bikinkan minum untuk oma dan opa ya". Kata bunda memerintahkanku untuk membuatkan minuman.


"Siap bunn". Jawabku sambil pergi berjalan menuju dapur.


Aku meletakkan barang belanjaanku di samping sofa ruang tamu.Aku berjalan menuju dapur.Ku ambil 2 cangkir kosong lalu mengisinya dengan sesendok teh gula dan air teh panas.Ku aduk teh dan gula itu supaya merata.Setelah selesai,ku ambil nampan dan piring kecil dan siap membawanya ke ruang tamu.


SAAT DI RUANG TAMU...

__ADS_1


"Silah kan diminum...oma...opa". Ucapku sambil meletakkan minuman di meja.


Oma yang seketika itu melihatku tidak menjawab apa-apa dan berwajah sinis seperti tidak suka denganku.Aku duduk disamping bunda sambil memegang nampan tadi.


"Terima kasih ya Putri". Jawab opa sambil meminum teh.


"Sama-sama pa". Jawabku.


"Kasih...kok kamu bisa-bisanya sih ngangkat dia sebagai anak...lihat aja tuh penampilannya...kampungan kayak gitu,udah gitu nggak jelas lagi dia ini anak siapa dan dari mana asalnya,jangan-jangan dia ini mau maling dirumah ini...kamu harus hati-hati sama dia Kasih". Ucap oma yang tidak suka denganku.


"Miii...mami tenang aja dia ini anak baik-baik kok,aku kasihan sama dia mi karena dia ini habis kena tipu sama orang dan dia nggak sengaja ketemu ayahnya Leon saat dijalan...dia ini yang nolongin ayahnya Leon mi...dan aku sama mas Beno udah tau kok siapa orang tua kandungnya". Jelas bunda.


"Ya tapi tetep aja dia ini orang asing disini". Jawab oma.


Aku yang seketika mendengar itu semua merasa tersakiti dengan ucapan oma.Terasa ingin menangis tapi aku nggak mau kelihatan sedih didepan mereka.


"Bun...Putri permisi ke kamar dulu ya...oma opa...Putri kekamar dulu ya". Ucapku kepada mereka semua sambil meletakkan nampan yang ku pegang di meja tamu.


"Ohh...kalo gitu tolong bawa Caca ke kamarnya ya". Kata bunda sambil memberikan Caca kepadaku.


"Iya bun". Jawabku sambil menggendong Caca dan membawa semua barang belanjaanku lalu pergi ke kamar.


Setelah sampai di atas,ku buka kamar Caca yang didalamnya ada mbak Ika yang sedang bermain handphone.


"Mbak ini Caca nya,dari tadi dia pules banget tidurnya". Ucapku kepada mbak Ika sambil membaringkan Caca di tempat tidur.


"Oohh...ya,biar mbak jagain disini.Ohhh...iya,dibawah lagi ada tamu kan ya?". Ucap mbak Ika.


"Yang sabar ya dek Putri,tapi kan ibu tetep sayang sama kamu". Jawab mbak Ika menenangkanku.


"Iya mbak...makasih ya...ya udah kalo gitu Putri kekamar dulu ya mbak". Ucapku kepada mbak Ika.


Aku berjalan menuju kamar dan meletakkan barang-barang tadi di tempat tidur.Mau tidur tapi masih kepikiran terus sama ucapan oma tadi.Karena sangat gelisah,aku keluar kamar dan mendengarkan perbincangan mereka dari atas balkon dalam yang dibawahnya adalah ruang tamu.


"Tapii Sih...mami nggak bisa terima ini semua...cucu mami itu cuma Leon sama Caca nggak ada yang lain kecuali setelah adikmu melahirkan nanti". Ucap oma.


"Tapi mii...aku sama mas Beno udah terlanjur sayang sama dia,toh...juga dia anaknya baik dan prehatin sekali sama kehidupannya". Jelas bunda untuk meyakinkan oma.


"Terserah kamu lahh...mami capek mau istirahat". Jawab oma sambil meninggalkan ruang tamu.


"Gimana ya pi,biar mami bisa terima Putri disini?". Tanya bunda kepada opa.


"Nanti biar papi yang bicara sama mami kamu ya". Jawab opa sambil meninggalkan ruang tamu dan menyusul oma.


Bunda berjalan menuju tangga dan hendak naik ke atas.


"Bun...oma nggak suka ya...ada Putri disini?". Tanyaku kepada bunda...sedih.


"Enggak kok sayang...kata siapa oma nggak suka sama Putri". Jawab bunda menenagkanku sambil memelukku.

__ADS_1


"Tadi Putri udah denger semuanya bun pembicaraan bunda sama oma". Jawabku menangis.


"Oma itu bukannya nggak suka sama Putri...tapi...oma cuma butuh waktu aja untuk berpikir dan mengenal Putri...jadi Putri nggak usah sedih lagi ya...kan ada bunda sama ayah yang selalu ada buat Putri...ya sayang...jangan nangis dong entar cantiknya ilang loh...". Kata bunda sambil mengelus kepalaku yang tersandar dibahunya.


"Makasih ya bun...bunda jangan pernah ninggalin Putri ya". Jawabku.


"Iya sayang". Jawab bunda.


"Oohhh...ternyata seorang Siput manja juga ya". Ucap seseorang yang berbicara dari belakangku dan bunda.


"Lele...". Jawabku sambil menghapus air mata.


"Kenapa?kok nangis?". Tanya Leon.


"Enggak...nggak papa kok...kepo banget sih kamu". Jawabku agak sinis.


Leon hanya menggerakkan bahunya dan tersenyum kecil.


"Ohh...ya Leon kamu udah tau belum kalo opa sama oma udah pulang". Kata bunda.


"Serius bun?mereka udah pulang?". Jawab Leon.


"Iya...ayo kita temuin oma dan opa di bawah...ayo Put". Bunda mengajakku dan Leon menemui oma dan opa.


Kami berjalan melangkahi satu demi satu anak tangga untuk menuju kamar oma dan opa.Saat sampai didepan kamar oma dan opa,bunda mengetuk pintu kamar mereka.


"Mii...ini Leon udah pulang". Kata bunda sambil mengetuk pintu.


Kemudian oma membuka pintu kamarnya.


"Eehhhh...cucu oma tersayang udah pulang sekolah...oma kangen banget sama Leon". Kata oma sambil memeluk hangat Leon.


"Leon juga kangennnn banget sama oma dan opa,oleh-oleh buat Leon nggak lupa kan ma?". Jawab Leon.


"Ya enggak dong...". Jawab oma.


"Ya udah ma...Leon ganti baju dulu ya". Kata Leon.


"Iya sayang...jangan lupa makan ya habis ini". Jawab oma.


"Iya ma". Jawab Leon.


Dalam hati...kapan ya,aku bisa dipeluk sama oma...rasanya pengen sekali mendapat sentuhan hangat dari seorang nenek karena selama ini aku belum pernah merasakan itu.


"Heyyy...anak kampung...ngapain kamu masih disini?sana pergi". Kata oma sambil menutup pintu kamarnya dengan kasar.


Aku yang saat itu diusir sama oma merasa sangat sakit hati sekali.Sampai tak terasa aku sudah menangis tersedu-sedu.Bunda yang saat itu ada disampingku berkata...


"Udahh...jangan nangis,ada bunda disini nak". Kata bunda sambil memelukku.

__ADS_1


Aku tak kuasa menahan tangis sehingga aku hanya mengangguk mendengar perkataan bunda tadi.Bunda sampai kapan pun kasih mu tak akan kulupakan.


__ADS_2