
Herlin mengintip dari balik jendela tendanya. Kedua matanya melebar saat mengetahui bahwa Lich yang selama ini ditakuti oleh desanya terlempar hanya dengan satu pukulan dari anak Goblin.
Bahkan setelah terkena pukulan itu. Lich tersebut tidak mampu untuk berdiri sepenuhnya. Tubuhnya gemetaran dan dia terlihat sangat ketakutan. Herlin yang melihatnya saja masih tidak percaya.
Dia mengalihkan pandangannya dari Lich tersebut ke Goblin yang dilawannya.
"Anak itu? Apakah dia Lord Goblin?"
Goblin dengan gelar Lord adalah yang tertinggi. Jadi Herlin berasumsi bahwa anak Goblin itu telah berevolusi menjadi Lord di usianya yang bahkan baru menginjak umur 12 tahun.
Untuk menjadi Lord Goblin sendiri juga ada persyaratannya. Yaitu dia harus memakan ras-nya sendiri sebanyak 100 Goblin, oleh sebab itu. Banyak Goblin yang tidak menginginkan menjadi Lord karena persyaratan yang gila tersebut.
Tentu saja masih ada beberapa Goblin yang tertarik. Tetapi meskipun ada jumlahnya sangat sedikit. Lord Goblin sendiri lebih memilih untuk bersembunyi karena manusia pasti lebih mewaspadainya daripada Goblin biasa pada umumnya.
"Tapi... dia adalah satu-satunya harapan kami. Dengan kekuatan yang besar itu, akan membuat perubahan besar pada ras kami."
***
"Meski hanya sementara, aku akan menyegelmu! [Pararell Room]"
Dunia terdistorsi. Lich menggunakan sihir ruang dan waktu untuk menyegelku ke dalamnya. Namun, aku tidak akan membiarkannya begitu saja. Dengan skill [Bind] aku membawanya bersamaku masuk ke dalam dimensi yang dibuatnya.
Kami berputar, dan terjatuh di tengah Colloseum.
"Sialan."
Lich melepaskan diri dari skill [Bind]. Meskipun levelnya berbeda jauh denganku. Tapi dia memiliki pengetahuan dan pengalaman sihir lebih baik dibandingkan diriku.
Bisa dibilang aku hanya amatiran yang hanya mengerti dasar-dasar menggunakan skill. Sedangkan Lich mengetahui seluk beluk dalam menggunakan skill di dunia ini.
"Aku lengah, tidak kusangka kau ingin menyegel ku."
"Bocah berbahaya sepertimu harus segera disingkirkan sebelum membuat dunia ini rusak lebih jauh lagi."
"Apakah begitu? Bagaimana jika Dewa sendiri menginginkanku untuk merusak dunia ini?"
"Tidak mungkin. Kau itu monster, Dewa tidak akan menyuruh Utusan seorang monster sepertimu."
Jika penyebab ku bereinkarnasi dikarenakan oleh Dewa dunia ini maka bisa saja yang kukatakan tadi benar. Dewa menginginkanku untuk merusak dunianya sendiri. Tapi jika penyebabnya adalah faktor lain, aku tidak bisa menebak jawaban yang pasti.
"Kurasa aku harus menggunakan kemampuan itu untuk mengalahkan mu."
__ADS_1
Tiba-tiba udara dan tanah bergetar. Energi sihir yang dimiliki oleh Lich meningkat drastis.
"[Berserk!]"
Ledakan energi sihir terjadi pada tubuh Lich. Auranya merah, dan tanah-tanah disekitarnya terangkat. Dia benar-benar masuk ke mode amarah.
"[Analyzis]"
[Nama : Broke
Level: 1.000
Ras : Undead
STR : 1000
AGI : 1000
DEF : 1000
INT : 1000 ]
"Kemampuannya meningkat drastis, ya?"
Tetapi bagi Undead seperti Lich, efek samping seperti itu tidak terlalu berpengaruh.
"Majulah."
Aku menantangnya untuk menyerangku. Aku melakukannya karena aku ingin tahu apakah serangannya bisa melukaiku atau tidak. Dengan statistik ku yang sekarang aku ingin mengukur seberapa besar pertahanan yang kumiliki tanpa menggunakan skill sama sekali.
"Aku datang!!"
Lich menerjang dan menggunakan skill [Demon Claw] padaku. Kukunya yang tajam dan runcing berhasil mengenaliku. Bukan hanya sekali, Lich menyerangku berkali-kali tanpa henti.
Meskipun begitu, aku sama sekali tidak merasakan sakit sama sekali. Aku seperti tidak terpengaruh.
[Statistik Defense anda mampu menetralkan serangan fisik yang mengarah pada anda]
Benar. Lagipula statistik pertahananku memiliki angka yang sama dengan levelku. Serangan seperti ini tidak akan berdampak sama sekali padaku.
"A-apa yang terjadi?! Kenapa tidak mempan?"
__ADS_1
Merasa serangannya tidak mempan, Lich menjaga jarak aman.
"Kalau begitu, bagaimana dengan ini! [Giant Thunder!]"
Lich mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Kemudian terciptalah bola petir raksasa hingga membuat gemuruh di langit.
Anehnya aku tidak merasakan takut sama sekali. Mungkin dikarenakan skill [Calm] yang akan aktif dengan sendirinya di segala macam situasi.
Lich melemparkan bola listrik itu ke arahku. Namun bukannya menghindar, aku malah menerimanya seperti sebelumnya.
BOOM!
Ledakan besar terjadi dan debu-debu berhamburan di udara. Lich memasang sikap waspada nya, menunggu debu hilang untuk melihat apakah aku masih hidup ataupun tidak.
Tetapi saat debu menghilang, aku masih berdiri tegak tanpa luka sedikitpun. Selain serangan fisik sepertinya serangan sihir lemah juga tidak bisa melukaiku sama sekali.
"Dasar monster."
Lich tidak terkejut lagi. Sekali lagi dia membuat bola listrik, namun kali ini dia melipatgandakan jumlahnya menjadi sepuluh buah dan melesatkan nya kembali ke arahku.
Kali ini aku tidak akan diam seperti sebelumnya. Aku sudah membuang waktu terlalu banyak hanya untuk bermain dengan skeleton tersebut.
"Kurasa sudah waktunya untuk mengakhirinya."
Aku menciptakan penghalang tingkat menengah [Invisible Barrier] dan ternyata skill tersebut sudah cukup untuk menangkis semua serangannya.
Tidak ingin berhenti disitu saja, aku menciptakan banyak lingkaran sihir diatas Colloseum. Lich mungkin merasakan ancaman dari lingkaran sihir yang kubuat.
"Sial! Sial! Sial! Dewa Agris tidak akan memaafkan mu!! Dia akan menghabisi mu tidak lama setelah kau membunuhku!!"
"Itu berarti kau sudah yakin dengan kematianmu, bukan?"
"SIALANNNNNN!!"
Lich menyerangku dengan membabi buta. Tetapi semua serangannya selalu dinetralkan oleh [Invisible Barrier] yang masih aktif.
"[Fire Ball Level 3]"
Dari lingkaran sihir diatas Colloseum muncul bola api dengan jumlah yang fantastis. Bola api itu berjatuhan dan menciptakan ledakan yang cukup hebat. Agar tidak terkena dampaknya, aku melayang di udara dengan [Fly] dan menyaksikan bombardir yang terjadi di Colloseum.
[Fire Ball Level 3] adalah skill lanjutan dari skill [Fire Ball] dimana di Level 3 bola api yang diciptakan lebih panas dan daya ledaknya di tingkatkan. Tentu saja skill itu akan menkonsumsi lebih banyak energi sihir tapi itu tidak masalah.
__ADS_1
Setelah satu menit, aku menonaktifkan skill yang gunakan, dan melihat pemandangan Colloseum yang sudah hancur beserta dengan beberapa tulang yang berserakan.