
Setelah mengalahkan Lich yang mengganggu Desa York. Aku kembali ke dunia nyata dengan menggunakan skill [Ilusion Breaker].
Secara tidak terduga, hari sudah berganti dan langit bewarna cerah. Beberapa Goblin yang tertidur sudah mulai bangun, meski ada beberapa diantara mereka yang masih tertidur lelap dan mengantuk.
Sekarang aku berada di dalam tenda Herlin untuk menyelesaikan beberapa urusan. Karena dia telah menyaksikan pertarungan ku dengan Lich sebelumnya aku harus segera mengubah ingatannya dengan skill [Change Mind].
Namun, saat aku ingin menyelesaikannya dengan cepat. Herlin tiba-tiba berlutut di hadapanku.
"Tolong!! Biarkan aku menjadi saksi atas kehebatanmu!! Aku berjanji tidak akan menceritakannya kepada orang lain!! Jadi izinkan aku menjadi saksi atas awal dari revolusi ras kita!"
Herlin telah menceritakan semua tentang Lich tersebut. Tentang dia yang mengancam penduduk Desa York untuk menjadi tumbal, dan tentang kami yang akan dikorbankan sebagai ganti atas mereka.
Lagipula apa yang dikatakan olehnya? Revolusi? Aku tidak berniat untuk menggunakan kekuatan cheat ini untuk ambisi apapun. Aku hanya ingin kehidupanku menjadi lebih mudah di dunia ini. Bukannya aku ingin mempunyai banyak musuh, justru karena aku memiliki kekuatan cheat ini membuatku bisa melindungi diri dari musuh.
"Meskipun kau bilang begitu, aku tetap tidak bisa membuat orang lain mengetahui kekuatanku. Maaf, tapi lupakanlah semua yang telah kau ingat tentang pertarungan sebelumnya."
Aku menggunakan [Change Mind] kepada Herlin, dan merubah ingatan tentang Lich tersebut menjadi tidak pernah ada.
***
Setelah pertarungan ku dengan Lich, kami akhirnya menetap sepenuhnya di Desa York. Sepertinya ayahku telah berhasil melakukan negosiasi dengan Herlin dan mendapatkan kepercayaan penuhnya.
Aku senang mendengarnya, dengan begitu kami tidak akan repot-repot berpindah-pindah tempat tinggal lagi.
"Selain itu aku harus lebih hati-hati dalam menggunakan kekuatanku agar tidak ketahuan oleh orang lain."
Mengingat bahwa sudah kedua kalinya kekuatanku terekspos. Aku harus mengurangi kecerobohan ku dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar untuk berjaga-jaga. Aku tahu bahwa aku tidak akan bisa terus menerus bersembunyi, tapi hanya untuk sementara waktu ini aku ingin tetap melakukannya sampai aku benar-benar paham dengan cara kerja kekuatanku.
__ADS_1
***
Tiga tahun telah berlalu, selama waktu itu kami para anak-anak Goblin telah mengasah kemampuan kami untuk berburu, bertarung, dan juga melarikan diri. Ketiga hal itu sangat penting bagi Goblin untuk bertahan hidup.
Tentu saja, kami tidak berlatih sendiri. Herlin melatih kami secara langsung di dalam hutan, dengan pengalaman yang nyata membuat kami lebih mudah memahami dan beradaptasi.
Tidak disangka juga, Herlin ternyata sangat jago saat berburu. Hanya dalam hitungan menit, Herlin berhasil menangkap Rusa yang termasuk hewan paling sulit ditangkap karena kecepatan berlarinya.
"Ini sangat susah, Paman Herlin!"
"Benar, beri kami sedikit kemudahan. Rusa itu terus berlari seperti tidak bisa lelah sama sekali."
"Aku ingin pulang dan tidur."
Ted, Jefri, dan Elen bernafas kelelahan setelah tidak berhasil menangkap Rusa dalam pelatihan. Herlin memukul satu per satu kepala mereka.
"Aduh!"
"Eh?! Tapi itu memang sulit!" keluh Elen.
Aku keluar dari semak-semak belukar. Sambil menyeret satu Rusa yang berhasil kutangkap, berkat itu pakaianku lusuh dan tubuhku penuh luka. Sebenarnya bisa saja aku menggunakan skill untuk memudahkan ku menangkap Rusa akan tetapi setelah dipikir-pikir lagi lebih baik aku juga melatih fisikku untuk berjaga-jaga.
"Whoa!! Kau benar-benar bisa menangkapnya, Ethen?!" Jefri kagum.
"Itu pasti kebetulan, jika itu aku maka bisa menangkap sepuluh sekaligus." sombong Ted sambil membusungkan dadanya.
"Kau padahal tadi berlari terengah-engah sambil memohon agar Rusa itu berhenti berlari," kata Elen.
__ADS_1
"I-itu cuma karena aku kelelahan, oke? Aku bisa melakukannya jika dalam kondisi prima."
"Berhenti disitu. Ethen, aku memujimu karena telah menangkap satu Rusa. Tapi lain kali carilah yang lebih besar."
"Aku mengerti, maafkan aku."
Aku meminta maaf kepada Herlin karena hanya membawa Rusa kecil. Lagipula sangat susah saat menangkap Rusa dewasa, mereka sangat gesit dan cepat dibandingkan Rusa kecil yang larinya tidak begitu cepat.
"Benar! Itu curang Ethen!" Ted memarahiku.
"Yang penting dapat satu daripada tidak sama sekali," balasku sambil tersenyum mengejek.
"K-Kau... lain kali aku akan menangkap yang besar!"
Aku tertawa saat melihat tingkah Ted yang kekanak-kanakan. Yah, lagipula mereka memang masih anak-anak. Saat menghabiskan waktu bersama mereka, aku jadi mengerti kalau monster sebenarnya tidak berbeda jauh dengan manusia. Mereka memiliki kehidupannya sendiri, keluarga, dan cara bertahan di dunia.
Lagian, semua itu tergantung dari prespektif masing-masing. Dari sudut pandang mana kau melihat sisi dunia, dan menyimpulkannya.
"Kurasa untuk latihan berburunya kita sudahi sampai disini. Selama kalian bisa memburu hewan lain, itu sudah cukup."
"Eh?!! padahal aku ingin mencobanya sekali lagi!" Elen merengek.
Tiba-tiba wajah Herlin berubah serius. Dia menatap kami dengan tajam, membuat kami berempat menelan ludah.
"Besok, aku akan memberi kalian misi khusus."
Saat Herlin mengatakannya, aku memiliki firasat tidak enak di hatiku.
__ADS_1
"A-apa itu?" tanya Ted.
"Misi Penjarahan."