
"I-itu Serigala Duri!"
"Lari!!"
Kami berempat akhirnya melarikan diri setelah mendengar raungan tersebut. Bisa saja aku menggunakan skill [Sprint] untuk lari lebih cepat. Tetapi aku tidak ingin meninggalkan teman-temanku yang sudah susah payah membahayakan diri mereka untuk masuk ke dalam hutan ini demi mencari ku.
Terus berlari sambil melewati rintangan berupa ranting, semak, dan pepohonan. Kami berhasil menjaga jarak. Lari Goblin memang lebih cepat dari manusia, tetapi bagi monster berjenis anjing seperti Serigala Duri, lari mereka jauh lebih cepat daripada monster berkaki dua seperti kami.
"Ah!"
"Elen!"
Goblin perempuan bernama Elen tiba-tiba saja terjatuh, dan Ted yang menyadarinya segera berbalik untuk menolongnya. Disaat aku dan juga Jefri ingin mendekat, tiba-tiba saja raungan itu terdengar lebih keras daripada sebelumnya.
Hingga kemudian ....
"GRAAAA!"
Bayangan melesat, dan berdiri memisahkan kami berempat. Dia memiliki tubuh yang besar dengan bulu lancip menyerupai duri. Matanya merah dan giginya runcing, air liur menetes dari mulutnya. Menandakan bahwa dia sedang lapar.
"M-Matilah kita, Serigala Duri sudah datang."
Aku melihat kaki Jefri yang gemetar ketakutan. Begitupun denganku, tapi setelah menggunakan skill [Calm] aku menjadi tenang kembali.
Skill bernama [Calm] mampu membuatmu tetap tenang apapun kondisinya. Contohnya seperti situasi yang kami hadapi saat ini.
"Elen, jangan bergerak."
Goblin bernama Ted, berdiri dengan membawa sebuah ranting dengan kedua tangannya. Dia berdiri dengan kakinya yang gemetaran, namun layaknya seorang prajurit. Ted terlihat kokoh dihadapan kami semua.
__ADS_1
"Ted?"
"Ethen! Jefri! Aku akan mengalihkan perhatian Serigala Duri dan disaat itu kalian kabur lah ke Desa. Elen juga, maaf telah mengajakmu untuk bermain petak umpet di hutan ini, tapi aku ingin kau juga kabur bersama mereka berdua."
"A-apa yang kau katakan, Ted?" Elen terkejut.
Ted membalas perkataan Elen dengan senyumannya yang cerah, "tenang saja, diantara kita berempat akulah yang paling pemberani. Saat sampai di Desa nanti, tolong ceritakan tentang keberanianku kepada Kepala Desa."
"Tidak! Jika kita ingin kabur maka itu harus kita berempat!"
"I-itu benar, Ted kau juga harus kabur!" tambah Jefri.
"SUDAH DIAMLAH DAN IKUTI SAJA DASAR ORANG BODOH!"
Bentak Ted membuat kami semua terkejut. Kami menyadari, bahwa Ted juga tidak menginginkan hal seperti ini terjadi. Wajahnya telah menjawab semuanya, tangisan itu terlihat asli. Dia sebenarnya juga ingin hidup bersama yang lainnya.
"Ted...."
Kalimat itu membuat hatiku berdebar kencang. Apa-apaan ini? Aku tidak pernah melakukan pengaturan bahwa para Goblin juga memiliki perasaan? Ini aneh, seharusnya mereka hanyalah monster beringas dan tidak terlalu pandai.
Tapi bagiku sekarang, Ted mirip dengan manusia lainnya. Apakah semua monster juga sama? Mereka juga memiliki hati?
Serigala Duri segera menerjang Ted. Jefri dan Elen berteriak sekuat tenaga, sementara Ted tetap berdiri tegak dengan senyuman cerahnya.
Disaat mereka berpikir bahwa semua itu adalah akhir, tiba-tiba saja lingkaran sihir muncul di sekeliling Serigala Duri.
Lingkaran sihir itu mengeluarkan rantai-rantai yang mengikat Serigala Duri hingga tidak dapat bergerak.
Semua orang terkejut, dan melihat ke arahku.
__ADS_1
Benar, aku menggunakan skill [Bind] untuk menjeratnya. Seharusnya Goblin tidak bisa menggunakan sihir, pasti mereka bertanya-tanya tentang itu. Tapi aku adalah kasus istimewa.
Aku adalah seorang Reinkarnator yang diberkahi oleh Cheat.
Cheat yang keterlaluan ini, aku sudah memutuskannya untuk menggunakannya kepada orang-orang yang berharga bagiku.
"E-Ethen?" Ted membuka matanya dengan lebar.
Aku berjalan mendekat ke arah Serigala Duri dan menginjak kepalanya dengan kakiku. Hanya dengan tekanan kecil saja aku yakin bisa meremukkan kepalanya karena perbedaan level kami yang terlalu jauh.
Namun aku menahannya, aku ingin menunjukkan. Bahwa siapa yang berkuasa di hutan ini.
"[Intimidation Aura!]"
BOOM!
Aura kuat meledak dari tubuhku. Semua makhluk yang terkena skill ini akan langsung meninggal di tempat, tergantung pada seberapa jauh perbedaan skill pengguna dan musuh.
Tapi dengan levelku sekarang ini, aku yakin bahwa aku bisa melenyapkan semua orang jika mau. Tapi aku hanya menunjukan skill-ku ini kepada Serigala Duri saja.
Dengan begitu, orang-orang yang berada di sekitarku hanya akan merasakan intimidasi yang kuat saja.
"Matilah."
Satu kata, tanpa memedulikan apapun. Aku menekan kakiku, dan membuat kepala Serigala Duri pecah berkeping-keping. Kemudian disusul tubuhnya yang berubah menjadi abu karena skill [Intimidation Aura] yang menyebar.
Dengan begini aku yakin bahwa Serigala Duri yang lain telah merasakan dampak dari skill milikku. Aku berharap mereka menjauh dari hutan ini dan pindah ke hutan lainnya yang jauh dari sini.
Aku melihat ketiga temanku, yang ternyata telah pingsan.
__ADS_1
"Kurasa aku harus jujur pada mereka."