
Selama tiga tahun ini, Pasukan Elite Kerajaan Haward telah mencari-cari keberadaan Penyihir yang menggemparkan tersebut. Namun, selama tiga tahun itu mereka sama sekali tidak menemukan apapun di dalam Hutan Jewl.
Yang mereka temukan hanyalah tempat sisa pemukiman monster yang telah dihancurkan. Jika dilihat dari situasinya, sepertinya ada yang membakar tempat itu.
"Jadi tidak ada petunjuk tentang keberadaan Penyihir itu sama sekali, ya?"
"Benar. Kami sudah memeriksanya di penjuru Hutan Jewl. Tetapi tidak ada keanehan sama sekali kecuali sisa-sia dari pemukiman monster itu."
Saat ini Raja Jules dan Kapten dari Pasukan Elite dari Kerajaan Haward. Jendral Bardock sedang melakukan pembicaraan pribadi di dalam ruangan Raja Jules.
Jules duduk di bangku kerjanya, sementara Bardock berlutut di hadapannya.
"Bardock, apa kau tahu Monster jenis apa yang tinggal di pemukiman itu?" Jules bertanya setelah mencoba berfikir.
Bardock menjawab, "Saya menduga bahwa tempat itu adalah tempat tinggal Goblin yang telah ditinggalkan. Sepertinya setelah merasakan tekanan dari Penyihir itu, mereka melarikan diri meninggalkan rumah."
"Jadi hanya Goblin, tidak peduli seberapa keras kau berpikir. Penyihir itu tidak mungkin salah satu dari mereka," ucap Jules. "Kuserahkan investigasi Penyihir itu kepadamu Bardock, seberapa banyak prajurit yang kau butuhkan kau boleh mengambilnya. Tapi... aku ingin kau segera menyingkirkan Penyihir itu."
"Dimengerti, Yang Mulia."
Bagaimanapun juga kejadian tiga tahun yang lalu itu sudah menjadi heboh di Kerajaan Haward. Oleh sebab itu, Jules akhirnya bekerja sama dengan Guild Petualang untuk memasang Quest tingkat Nasional juga kepada Para Petualang, dimana jika ada orang yang menangkap atau membunuh Penyihir tersebut akan mendapatkan hadiah yang fantastis.
"Aku masih bisa mengingat dengan jelas sensasi yang kurasakan tiga tahun yang lalu. Aura yang mengintimidasi itu membuatku ketakutan setengah mati."
***
Misi Penjarahan, itulah yang dikatakan oleh Herlin.
Penjarahan adalah hal biasa yang dilakukan oleh Goblin. Karena mereka makhluk yang serakah dan juga membutuhkan uang sebagai pembayaran di kehidupan mereka, mereka melakukan penjarahan.
Biasanya mereka melakukannya di monster yang lebih lemah dibandingkan mereka. Tetapi harta yang berhasil dirampok pasti sangat sedikit.
Namun, hanya itu yang bisa dilakukan oleh Goblin. Mereka tidak bisa melakukan penjarahan terhadap ras yang lebih kuat dibandingkan mereka.
"P-Penjarahan?!" Elen terkejut.
"Benar, kalian akan bergabung dengan Pasukan Jarah kami. Disitu kalian akan merasakan pengalaman nyata dalam bertarung."
__ADS_1
Benar, saat berumur 15 tahun kami para Goblin yang sudah terlatih wajib mengikuti misi Penjarahan. Tidak kusangka bakal secepat ini, apa aku nanti gunakan skill [invisible] saja dan diam-diam menghilang saat pertempuran berlangsung?
Pemikiran yang menarik tapi aku merasa bahwa aku tidak pantas melakukannya sementara banyak orang yang mengorbankan nyawanya demi misi tersebut.
"Yah, aku akan mencoba membantu mereka pelan-pelan," pikirku dalam hati.
"Teman-teman, bagaimana jika kita berlomba? Yang paling banyak mendapatkan harta maka dia yang menang?!"
"Eeeh?! Aku tidak mau!" Jefri menolak.
"Sepertinya seru!"
"Eh?! Kau setuju Elen?!"
"Karena kalau ada tantangan malah jadi menarik bukan?"
"Itu benar sih, tapi...,"
Apa yang orang-orang ini bicarakan sementara yang lainnya akan bertarung mempertaruhkan nyawa mereka?
"Bagaimana denganmu, Ethen?"
"Aku sih ngikut aja," balasku sambil mengangkat kedua bahuku.
"Kalau begitu sudah diputuskan. Kali ini aku tidak akan kalah, Ethen! Aku pasti akan mengumpulkan harta lebih banyak darimu."
Aku tersenyum mengejek, "Jika kau bisa."
"K-kau...?!"
"Baiklah-baiklah! Cukup sampai disini. Misi dimulai pada keesokan harinya. Berkumpul lah pada malam hari di depan pintu masuk Desa dan bergabunglah dengan pasukan Jarah. Jika kalian bisa kembali dengan selamat dari misi ini, maka kalian telah lulus menjadi Goblin dewasa, jadi lakukan yang terbaik dan jangan mati."
"Baik pak!"
***
Keesokan harinya, tepatnya saat malam hari. Kami berkumpul di pintu masuk Desa York. Saat kami berempat sampai disana, kami melihat bahwa ada sekelompok Goblin telah menunggu.
__ADS_1
Mereka semua membawa pisau dan kapak, ada juga yang membawa tombak dan panah.
"Kalian sudah datang, ya. Aku sudah mendengarnya dari Tuan Herlin. Kalian berempat adalah murid terbaiknya."
Tiba-tiba saja seorang Goblin muda menghampiri kami. Dia adalah Bard, Goblin yang sama yang mengantar kami ke tenda saat kami pertama kali datang di Desa ini.
"Paman Bard. Kau juga bergabung dengan Pasukan Jarah, ya?" tanya Jefri.
"Bukan bergabung lagi, tapi aku adalah pemimpin dari Pasukan ini."
Kami berempat terkejut.
"Bohong?! Padahal tiga tahun lalu Paman Bard tidak dapat menggunakan pisau dengan benar!" kata Ted.
"Tidak sopan! Bagaimanapun juga aku sudah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kalian berempat, sepertinya juga tidak kalah denganku."
"Tentu saja, kami juga bertambah kuat Lo. Benarkan, Ethen?"
"Eh? Benar."
"Sepertinya sikap pendiam mu itu tidak banyak berubah, Ethen," ucap Bard.
"Apakah begitu?"
"Yah, lupakan. Kita tidak boleh membuang banyak waktu untuk malam ini. Karena saat di malam hari mangsa kita sedang beristirahat. Jadi ini adalah waktu yang pas untuk melakukan penjarahan."
"Memangnya seperti apa lawan yang kita jarah nanti?"
"Hmm, sepertinya sih...," Bard berpikir sebentar sambil mengamati wajah kami berempat dan tersenyum mengejek.
"Kalian gugup?"
"Sial! Sudahlah cepat beritahu kami!"
"Baik! Baik! Jangan marah-marah gitu. Lawan kita hari ini adalah...,"
Kami menelan ludah bersamaan.
__ADS_1
"Lizardman."