Lv. 999999 Goblin

Lv. 999999 Goblin
Chapter 8 - Lich


__ADS_3

Selama pesta berlangsung, aku menyadari bahwa penduduk Desa York sama sekali tidak memakan makanan yang disuguhkan, dan hanya penduduk desa kami yang memakannya dengan lahap.


Tentu saja Herlin juga tidak ikut memakannya. Meskipun ayah sudah menawarkan beberapa makanan kepadanya, tetapi Herlin menolaknya dengan halus dengan alasan "aku sudah makan tadi" dan ayah tidak bisa bertindak lebih jauh lagi.


Ibu mengalami sakit perut sehingga dia tidur lebih awal. Ted, Jefri, dan Elen juga sudah tertidur karena kekenyangan. Pesta berlangsung hingga dua jam lamanya, sampai semua Goblin dari desa kami telah tertidur karena kekenyangan.


Sejak saat itu penduduk desa York mulai bertindak aneh. Mereka semua masuk ke dalam tenda masing-masing, meninggalkan kami yang tertidur pulas di luar.


Aku berpura-pura tidur, namun sama sekali tidak menurunkan penjagaanku sama sekali. Karena aku masih penasaran dengan rencana dari Lich yang bersembunyi di desa ini.


***


Lich melayang di atas Desa York. Melihat kumpulan daging Goblin yang telah tertidur pulas di bawahnya. Namun, sebelum melancarkan serangannya, Lich harus menemukan Penyihir yang memancarkan aura mematikan kepadanya sebelumnya.


Lich menggunakan kemampuan [Analyzis] yang hanya dimiliki oleh mata Lich. Skill yang mampu membuat penggunanya mengetahui kapasitas mana orang lain hanya dengan melihatnya.


Lich mengarahkan matanya pada satu per satu Goblin, mulai dari Kepala Suku mereka, anak-anak hingga perempuan. Hingga kemudian, pandangannya berhenti ke arah satu anak.


"AAAAARRRRGGG!"


Tiba-tiba saja saat melihat anak Goblin tersebut. Lich merasakan bahwa matanya ingin meledak. Dia meronta sambil menyentuh mata kanannya yang sepertinya berdarah. Meskipun Lich itu abadi, tetapi mereka tetap bisa merasakan sakit.


"Go... Goblin itu... adalah... Penyihirnya... tidak mungkin!"


Disaat Lich sudah membuka matanya. Dia terkejut, karena anak Goblin itu sudah berada tepat di depan matanya.


BRUAK!


Hanya dengan satu pukulan dari anak Goblin itu membuat Lich terlempar hingga membuat tanah berlubang beberapa meter.


Untungnya Lich itu sebelumnya sudah memasang [High Defense] sehingga dampak yang ditimbulkan dari serangan sebelumnya dapat dikurangi.


Meski begitu, tetap saja. Hanya dengan satu pukulan, telah membuat Lich menerima banyak Damage.

__ADS_1


***


Disaat Lich sedang menganalisa satu per satu dari kami. Aku segera mengerti, bahwa Lich sepertinya telah menyadari keberadaanku. Bagaimanapun juga, aku tidak bisa sepenuhnya menyembunyikan energi sihirku yang terlalu besar.


Ketika Lich mencoba menganalisaku. Dia berteriak kesakitan. Aku tahu kalau itu akan terjadi, lagipula level yang kumiliki sudah melampaui batas level maximum yang ada di dunia ini. Keberadaanku adalah abnormal, dan tentu saja aku tidak akan bisa dianalisis oleh skill biasa.


"[Teleport]"


Melihatnya lengah aku segera berteleportasi di depan Lich, menggunakan skill [Fly] untuk melayang dan kemudian mengerahkan satu pukulan tepat di wajah Lich tersebut.


Karena perbedaan level kami yang jauh, Lich terpental hingga menembus tanah. Padahal yang kulakukan tadi itu cuma pukulan biasa.


"[Analyzis]"


[Nama : Broke


Ras : Undead


STR : 312


AGI : 123


DEF : 367


INT : 1076 ]


Jika ini di dalam game. Maka level yang dimiliki Lich tersebut terbilang tinggi. Terlebih mereka adalah ahli sihir yang lebih mahir daripada Penyihir elite di Kerajaan Manusia. Aku jadi merasa sedikit bersalah karena bisa menjatuhkannya dengan mudah.


Lich bangkit dengan usahanya, dia menatapku dengan mata kebencian yang jelas. Tapi aku tahu bahwa tubuhnya bergetar. Artinya dia masih bisa merasakan energi sihirku yang luar biasa.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Lich kepadaku.


"Apakah kau percaya jika aku menjawab bahwa aku adalah Goblin biasa?" Ejekku.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, tidak mungkin Goblin biasa bisa memiliki aura mengerikan sepertimu. Bahkan aku merasa bahwa kau itu setara dengan Dewa yang ku sembah "


"Aku bukanlah Dewa, tapi kau bisa menganggap bahwa keberadaanku itu memang tidaklah normal. Benar, kau bisa menyebutku sebagai sebuah Bug di dunia ini."


"Bug?"


Sepertinya Lich itu tidak mengerti istilah yang biasanya digunakan oleh para gamers ketika menemukan kejanggalan dalam sebuah game.


"Sekarang giliranku, bagaimana bisa Lich sepertimu ada di desa Goblin?" tanyaku sambil mengeluarkan niat membunuh.


Lich tertawa, "Karena tugas suci."


"Apa maksudmu?"


"Tugas suci yang diberikan oleh Dewa yang ku sembah. Beliau menginginkanku untuk membuat pasukan monster dari Undead untuk mengurangi jumlah manusia di dunia ini."


Aku sepertinya mulai mengerti dengan apa yang dia maksud. Lich menginginkan pasukan monster yang berada di bawah kendalinya. Dengan cara membunuh mereka terlebih dahulu lalu dibangkitkan lagi dengan menggunakan skill Necromancer.


Namun, untuk mendapatkan skill tersebut dibutuhkan pengorbanan sebesar 10.000 jiwa. Mungkin karena itu, Lich itu datang ke Desa Goblin ini. Karena Goblin adalah Monster yang hidup secara berkelompok membuatnya lebih mudah untuk membunuh mereka.


Lich ingin mendapatkan skill Necromancer, untuk mengendalikan seluruh monster di dunia ini.


"Keberadaan manusia disini sudah terlalu menganggu ekosistem di dunia ini. Sementara mereka terus bertambah kuat dan banyak, para monster akan terus berkurang karena kami tidak bisa bertambah kuat seperti layaknya para manusia."


"Oleh sebab itu, Dewa memberikan tugas suci ini kepadaku yang merupakan mantan manusia. Untuk memberi pelajaran kepada mereka semua. Namun...," Lich menatapku. Lalu dia kembali melayang.


"Kau yang bukan dari dunia ini, seharusnya tidak ikut campur dengan urusan para Dewa!! [Pararell Room]"


Tiba-tiba saja dunia terdistorsi. Sepertinya Lich itu mencoba menyeretku ke dalam sihir dimensi ruang dan waktunya. Dia tahu bahwa kemampuannya tidak cukup untuk mengalahkanku sehingga dia lebih memilih untuk menyegelku daripada melawanku.


"Meskipun hanya sebentar, aku akan menyegelmu!!"


Aku tersedot ke dalam sihirnya.

__ADS_1


__ADS_2