Lv. 999999 Goblin

Lv. 999999 Goblin
Chapter 6 - Ke Selatan


__ADS_3

Setelah mengemasi barang, kami memulai perjalanan kami untuk berpindah tempat. Sebelum meninggalkan tempat tinggal kami sebelumnya, kami juga tidak lupa menghapus semua bukti tentang keberadaan kami.


Contohnya seperti membakar tenda dan barang-barang tidak berguna lainnya. Saat berpindah tempat, ras Goblin selalu melakukan hal ini agar para Pemburu tidak dapat mengejar mereka dengan mudah.


"Hei, apa kalian tahu kita akan pergi kemana?" tanya Jefri.


"Hmm, mungkin di sebuah perkotaan?" Elen bersemangat.


"Jangan bodoh, kita adalah Goblin. Yang ada kita malah akan diburu disana."


Mendengar jawaban dari Jefri. Elen kembali merengut.


"Lalu dimana dong?"


"Entahlah, bagaimana menurutmu Ted?"


"Kalau menurutku kita akan berpindah tempat yang lebih tersembunyi lagi dan jauh dari pemukiman manusia. Kalau kau, Ethen?"


Aku berfikir sejenak sebelum menjawab, "jika tidak salah, kita tidak akan membuat tempat persinggahan baru. Saat ini kita sedang menuju ke selatan, kata ayah disana terdapat desa Goblin juga dan berharap mereka mau menampung kita semua. Karena tenda dan bahan baku untuk membuat pemukiman kita sudah tidak ada, kita tidak punya pilihan lain selain menginap sementara."


Mereka semua terkejut saat mendengar jawabanku.


"Tidak kusangka kalau kau secerdas itu, Ethen!" Puji Elen.


"E-Elen... a-aku juga tidak kalah dengan si cengeng Ethen, bukan?"

__ADS_1


"Sudahlah, terima saja kekalahan mu, Ted."


Jefri dan Ted mulai bertengkar sementara pandanganku tetap terfokus pada peta yang kubawa. Jarak desa kami dan desa Goblin yang berada di selatan sekitar sepuluh kilometer. Memang cukup jauh, dan mungkin akan menghabiskan waktu dua atau tiga hari perjalanan.


***


Malam pun tiba, akhirnya kami berhenti di dekat danau untuk beristirahat. Banyak orang yang sudah tidur karena kelelahan setelah berjalan sepanjang hari. Hanya aku yang masih terjaga karena membaca beberapa buku untuk memahami dunia ini.


Untung saja aku bisa mengerti huruf di dunia ini menggunakan salah satu skill yang kumiliki. Itu cukup membantu.


Merasa bahwa sudah tidak ada tanda-tanda orang yang bangun, aku bangkit dengan perlahan.


"Kurasa ini waktu yang pas untuk latihan dan membiasakan diri dengan kekuatanku."


Monster yang berada di sekitar tempat persinggahan kami memiliki level yang cukup tinggi dan bisa menghabisi kelompok kami dengan mudah. Namun, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.


Setelah menandai posisi mereka, aku terbang ke langit. Sekarang aku bisa membunuh mereka sekaligus di tempat yang luas seperti ini.


[Rain Arrow!]


Lingkaran sihir besar muncul diatas kepalaku. Kemudian dari dalam lingkaran sihir itu, keluar panah-panah petir yang melesat ke arah monster yang sudah ku tandai posisi mereka.


Raungan bergema dimana-mana. Untungnya, aku juga sudah memasang pelindung pada tempat persinggahan sehingga mereka akan tetap terlindungi dan tidak dapat mendengar apa yang sedang kulakukan saat ini.


Merasa bahwa bahaya yang mengancam sudah tidak ada. Aku kembali ke persinggahan untuk beristirahat.

__ADS_1


***


Dua hari kemudian, kami sampai pada Desa yang dimaksud. Desa itu terlihat lebih luas daripada Desa kami sebelumnya.


"Biar aku yang mengurusnya."


Kepala Suku kami, atau lebih tepatnya ayahku pergi ke depan untuk memberitahu penjaga gerbang yang ada disana. Setelah melihat mereka bercakap-cakap ringan, ayahku mulai terlihat marah. Hanya dengan menebaknya saja, aku tahu bahwa sepertinya rencana kami tidak berjalan dengan baik.


"Kita tidak diperbolehkan untuk menginap disini."


"Tidak mungkin."


Ayah kembali dengan membawa kabar buruk kepada kami semua. Beberapa dari kami marah, dan ada juga yang pasrah.


"Apakah ada alasannya, Paman?" Ted bertanya.


"Untuk bisa menginap, kita diharuskan untuk membayar seharga 100.000 Giel/orang."


Mendengar harga itu membuat semua Goblin menjadi marah dan geram.


"Bukankah mereka sesama Goblin?! Kenapa mereka begitu kejam?!"


Tidak, sebenarnya mereka adalah Goblin yang paling normal. Goblin memang seharusnya seperti itu, serakah dan lebih mementingkan diri sendiri dibanding kelompoknya, yang aneh adalah kelompok kami yang terlalu memikirkan kelompok dan keuntungan bersama.


Diam-diam aku mengaktifkan skill [Detection] untuk mencari sesuatu yang mencurigakan di sekitar kami. Lalu, sesuai dugaan aku menemukan kejanggalan di tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2