Lv. 999999 Goblin

Lv. 999999 Goblin
Chapter 12 - Alasan sebenarnya


__ADS_3

"L-Lizardman?!"


"K-Kau sedang bercanda bukan, Bard?"


"Bercanda? Untuk apa aku bercanda di situasi seperti ini?" balas Bard tanpa ekspresi.


Seketika ekspresi kami semua membeku. Pasalnya, Lizardman bukanlah lawan yang mudah dihadapi. Mereka jauh lebih gesit, kuat, dan hebat dalam bertarung dibandingkan dengan kami. Selain itu Lizardman juga memiliki sisik yang kuat, dan tidak mudah ditembus oleh senjata tajam biasa.


Bahkan para manusia juga menghindari pertarungan dengan Lizardman. Mereka berpikir bahwa Lizardman adalah lawan yang cukup merepotkan.


Lalu sekarang, Kamilah yang akan melawan ras tersebut.


"Kau gila ya, Paman Bard?!" Jefri berteriak.


"Kalau kau ada masalah dalam hidupmu maka matilah sendiri, jangan ajak-ajak kami!!" teriak Ted.


"Benar! Apakah tidak ada lawan yang lebih kuat dibandingkan Lizardman?!"


"Sebaliknya Elen!! Kau harus mencari lawan yang lebih mudah!"


Kami semua melontarkan protes kepada Bard yang terkejut. Meskipun begitu, Bard menggelengkan kepalanya.


"Meskipun kalian mengatakannya, tapi semua ini sudah diatur oleh Paman Herlin. Bagaimanapun juga kita hanya bisa menerimanya."


"Sial, pak tua itu sepertinya memang berencana untuk membunuh kita," keluh Ted.


Memang benar bahwa melawan Lizardman sepertinya terlalu buru-buru. Aku tidak meragukan kemampuan pasukan Jarah, karena mereka memang telah berpengalaman mungkin mereka bisa mengatasinya. Tapi bagaimana dengan Ted, Jefri, dan Elen?


Mereka bertiga masih belum mengalami pengalaman yang memadai kecuali pengalaman berburu monster. Meskipun mereka juga memiliki pengalaman bertarung, namun tetap saja itu tidak cukup dibandingkan melawan Lizardman.


Perbedaan level ras Goblin dan Lizardman juga terlalu jauh.


"Maaf, Paman Bard. Bisakah aku ke kamar mandi terlebih dahulu?"


"Ethen? Baiklah, tapi cepatlah kembali."

__ADS_1


Setelah berpamitan, aku segera mencari tempat yang jauh dari mereka semua. Lalu menggunakan skill [Teleport] untuk menuju ke dalam tenda Herlin.


***


Saat aku sampai di tenda Herlin. Ada kejadian yang tidak terduga.


"Kenapa kau kemari, Ethen?"


"Ayah sendiri, kenapa ada disini?"


Ayah dan Herlin sedang duduk bersama saling berhadapan. Sepertinya aku datang di saat yang tidak tepat. Karena setelah melihat mereka, kau tahu bahwa mereka sedang membahas sesuatu yang penting.


Tapi bagaimanapun juga, masalahku juga tidak kalah pentingnya.


"Kebetulan sekali, duduklah Ethen."


Dipersilahkan duduk oleh ayah, aku duduk disampingnya.


"Sekarang karena Ethen sudah disini. Aku ingin membahasnya bersama-sama. Namun sebelum itu, Ethen apa kau ingin menyampaikan sesuatu?" tanya Herlin.


"Sudah kuduga kau akan mengatakan itu, diantara para Goblin lain. Kau sepertinya lebih pintar, Mogard pasti bangga karena memiliki anak sepintar dirimu."


"Cukup basa-basi nya Herlin, segera katakan tujuanmu."


"Aku mengerti," Herlin kemudian menatapku. "Seperti yang kau katakan, bahwa misi ini memang beresiko. Tapi kita tidak memiliki pilihan lain."


"Tidak punya pilihan lain?" tanyaku heran.


Sekarang ayah yang menjelaskan, "Ethen, kau adalah anakku, dan mungkin kau akan menjadi pemimpin Goblin di masa depan. Jadi aku tidak akan ragu menceritakan masalah yang kami hadapi saat ini padamu."


Aku merasakan firasat buruk tentang ini.


"Sebenarnya, kehidupan kita sedang terancam," kata ayah dengan wajah serius.


Aku tidak terlalu terkejut, karena Goblin adalah Monster yang selalu diburu.

__ADS_1


"Apa maksud ayah dengan terancam?"


"Orc... Para Orc akan menyerang Desa kita."


Aku mengerutkan kening. Orc, mereka tidak berbeda jauh dengan kami para Goblin. Mereka tidak bisa menggunakan sihir, dan juga hidup secara berkelompok. Namun, tubuh mereka dan kemampuan fisik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan kami para Goblin. Dengan satu Orc saja, sudah bisa membuat kami kewalahan dalam melawannya.


"Alasan utama kami harus menjarah Lizardman karena Lizardman adalah ras kuat yang memiliki sisik sekuat baja. Dengan menggunakan sisik tersebut, kita bisa membuat armor yang bagus untuk pasukan kita untuk melawan para Orc."


"Dengan begitu, akan ada banyak korban jiwa di dalam pasukan Jarah karena jauhnya perbedaan kekuatan mereka," balasku


"Benar, mungkin akan ada banyak korban di pasukan kita. Tapi membunuh satu atau dua Lizardman dan membawa pulang sisik mereka itu saja sudah bagus."


"Artinya kau rela mengorbankan banyak orang demi mendapatkan beberapa sisik saja?"


Herlin mengangguk atas kesimpulanku. Dengan begini aku sudah mendapatkan jawaban yang pasti tentang alasan dibalik misi Penjarahan. Tapi apa yang harus ku perbuat? Apa aku harus membantu mereka menghabisi para Lizardman? Namun aku tidak ingin kekuatanku terekspos kembali, apalagi menghapus ingatan satu per satu itu sangat merepotkan.


"Ethen, karena kau sudah tahu tujuan dari misi Penjarahan ini. Kau boleh memilih untuk ikut atau tidak," kata Herlin.


Aku menatap ayahku untuk melihat reaksinya. Tetapi ayahku sama sekali tidak bergeming, sepertinya dia memilih untuk menghormati setiap keputusan yang kubuat.


Aku berdiri, dan menghela nafas.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk tidak mati."


Setelah itu meninggalkan tenda tersebut.


***


Setelah kepergian Ethen, Herlin dan Mogard masih melanjutkan pembicaraan mereka.


"Apa kau yakin, membiarkan putramu pergi begitu saja?" Herlin bertanya.


"Tidak masalah, bagaimanapun juga Ethen sudah menginjak umur 15 tahun. Sebagai orang tua aku menghargai setiap keputusan yang dia buat. Tentu saja aku masih khawatir, tetapi karena itu jalan yang dipilih anakku. Aku tidak bisa menolaknya."


"Begitu, ya... Yah, lagipula aku percaya dia akan baik-baik saja. Bagaimanapun Ethen adalah murid terbaikku."

__ADS_1


"Dan dia anakku."


__ADS_2