Lv. 999999 Goblin

Lv. 999999 Goblin
Chapter 7 - Desa Goblin York


__ADS_3

Lich, adalah Monster jenis Undead yang memiliki sihir luar biasa. Mereka sebelumnya adalah manusia yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk meneliti sihir dan mendapatkan keabadian dengan menjadikan tubuh mereka sendiri sebagai Undead.


Lich juga memiliki kecerdasan, mereka ahli sihir yang baik dan bagi manusia. Mereka adalah lawan yang jauh lebih merepotkan daripada monster-monster biasanya.


Anehnya, aku merasakan kehadiran Lich di dalam desa tersebut. Apa itu hanya perasaanku saja? Tapi itu tidak mungkin karena skill [Detection] tidak dibuat berdasarkan perasaan apapun.


"Sebaiknya kita pergi dari sini."


Ayah akhirnya menyerah dan memilih untuk meninggalkan desa tersebut.


"Tunggu!"


Tapi tiba-tiba saja kami dipanggil oleh Goblin tua yang barusan keluar dari desa tersebut. Dia memiliki pakaian yang bagus dan berbau wangi. Tidak seperti Goblin pada umumnya.


Ayah memasang wajah waspada.


"Ups, sepertinya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku adalah Herlin. Aku adalah Kepala Suku di Desa ini. Baiklah, masuklah terlebih dahulu, kita bisa bicara di dalam nanti."


"Tapi, bukankah kata Penjaga anda harus membayar 100.000 Giel/orang."


"Hahaha, mereka hanya bercanda. Kita sesama Goblin, akan lebih baik untuk saling membantu bukan? Masuklah."


Kami saling melihat satu sama lain. Hingga pada akhirnya kami menuruti kata dari Herlin yang merupakan Kepala Suku Desa ini. Kami masuk ke dalam Desa.


Tentu saja, aku juga tidak menurunkan penjagaan ku sama sekali. Saat kami masuk, keberadaan Lich itu semakin kuat dan jelas.


Penduduk desa disini juga, mereka tampaknya tidak menyambut kami. Mereka malah melihat kami dengan mata kasihan, apa yang sebenarnya terjadi di desa ini?

__ADS_1


Seorang Goblin muda datang kepada kami.


"Bard. Antarkan tamu-tamu kita ini ke kamarnya. Mereka pasti lelah, dan siapkan perjamuan malam ini untuk menyambut kedatangan mereka."


"B-baik, Tuan."


Kemudian, Goblin muda mengantarkan kami ke tenda yang sudah disiapkan. Sikap mereka yang cepat berubah itu, aku merasa bahwa itu tidak wajar.


***


Sesaat setelah kami pergi. Herlin masuk ke dalam sebuah tenda. Di dalam tenda terdapat seorang tengkorak yang memakai jubah hitam dan memegang tongkat di tangan kanannya.


Dia adalah seorang Lich, seorang Penyihir yang abadi.


Dihadapan Penyihir itu, Herlin berlutut.


"Oh, Tuanku yang agung. Hamba sudah membawakan beberapa tumbal yang cocok untuk anda. D-dengan begini, anda tidak akan menggunakan penduduk desa kami sebagai tumbalnya, bukan?"


"Sekelompok Goblin ya, tidak masalah. Sesuai janjiku, aku tidak akan menjadikan penduduk desamu tumbalku."


"T-terimakasih, Tuanku yang agung."


"Sekarang pergilah, buatlah para tumbalku merasa nyaman sebelum kematian menjemput mereka. Ada beberapa hal yang harus kulakukan."


"D-dimengerti."


Herlin segera pergi dari tenda tersebut. Lich segera tertawa menakutkan.

__ADS_1


"Tinggal sedikit lagi, untuk memenuhi permintaan para Dewa dan menyelesaikan persyaratan sihir terlarang ini."


Namun, disaat Lich ingin berbahagia karena rencananya berjalan dengan lancar. Dia merasakan sensasi merinding yang memancar di punggungnya.


"Sensasi apa ini?! Bukan, sensasi ini berasal dari energi sihir yang sangat kuat. Tidak mungkin, ada ahli sihir yang lebih kuat dariku di Desa ini?"


Lich mulai berpikir, yang menghuni desa ini semuanya adalah Goblin. Mereka tidak bisa menggunakan sihir sama sekali, jadi tidak mungkin jika itu mereka. Kalau begitu, Lich harus segera menemukan penyihir itu demi kelancaran rencananya.


"Jika dia ingin bermain denganku, maka aku akan dengan senang hati bermain dengannya."


***


Malam harinya, ada pesta yang dilakukan di desa Goblin yang kami kunjungi. Desa itu ternyata bernama York. Sebuah Desa yang terletak di selatan dan jauh dari pemukiman manusia.


Di wilayah York juga terdapat banyak makanan dan binatang buruan sehingga membuat tempat ini menjadi layak huni.


Aku duduk bersama dengan teman-temanku di halaman desa dimana disana sudah disuguhi beragam makanan yang banyak sekali. Mulai dari daging babi hutan dan buah-buahan.


Karena aku tidak terbiasa dengan makanan monster, aku hanya bisa mengandalkan dua makanan itu saja.


Sementara itu, Ted dan Jefri terlihat sangat rakus dalam memakan. Seolah mereka tidak pernah memakan itu sebelumnya. Dilain sisi, Elen bergaul dengan gadis-gadis di desa ini dan merajut bersama. Kenapa kau membiarkan aku dengan kedua Goblin bodoh ini, Elen.


Sementara itu, ayahku sedang berbicara dengan Kepala Suku desa ini, Herlin.


"Silahkan nikmati semua makanan yang sudah kami siapkan untuk kalian."


"Terimakasih Tuan Herlin, anda sudah mau berbagi dengan kami semua."

__ADS_1


"Hahaha, tidak masalah. Sesama ras sudah seharusnya kita membantu seperti ini."


Malam pun berlanjut, dan aku harus terus dibuat waspada oleh keberadaan Lich ini. Aku sudah merasakan kehadirannya sedari tadi. Aku juga sudah menemukan lokasinya berada. Hanya masalah waktu untuk melenyapkannya, tetapi sebelum itu aku harus mengetahui tujuannya terlebih dahulu.


__ADS_2