Lv. 999999 Goblin

Lv. 999999 Goblin
Chapter 5 - Kebohongan


__ADS_3

Setelah mereka bertiga bangun, akhirnya aku tidak jadi menceritakan identitasku yang sebenarnya kepada mereka. Aku menggunakan skill [Eraser Mind] kepada mereka untuk menghapus ingatan mereka tentang kekuatanku.


Kemudian mengubah ingatan mereka dengan skill [Change Mind] dan membuat seolah-olah Ted yang mengalahkan Serigala Sihir disaat kami bertiga sedang tidak berdaya.


Alasanku merubah ingatan mereka bukan karena berlagak sok keren, tapi itu karena kekuatanku ini terlalu abnormal di dunia ini. Jika semua orang di dunia tahu bahwa aku memiliki kekuatan berbahaya seperti tadi. Tidak diragukan lagi aku akan dianggap sebagai Boss terakhir dan akan ada banyak Quest untuk membunuhku.


Sekarang setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Goblin.


Kami menyatukan sobekan peta Elen dan akhirnya bisa mendapatkan kembali satu-satunya petunjuk untuk jalan pulang kami.


"Bukankah itu keren, Elen?! Aku mengalahkan Serigala Duri hanya dengan sebuah ranting!" Kata Ted dengan semangatnya.


"Aku terkejut bahwa kau bisa mengalahkannya hanya dengan sekali tusukan di kepala," tambah Jefri yang masih merinding dengan kejadian sebelumnya.


"Oh ya, Ted. Kau mengatakan kalau kau akan menjadikanku Istri dimasa depan nanti, kan?" Elen bertanya.


Seketika, pertanyaan dari Elen membuat Ted terhenti dan wajahnya memerah.


"I-itu tadi cuma karena aku diambang Kematian dan kalimat itu keluar begitu saja!"


"Fufufu... Jadi itu tidak benar?" goda Elen.


Ted tersipu, "b-bukan begitu. Aku memang menyukaimu, d-dan kalau mungkin di masa depan nanti. A-aku ingin menikahi mu."


"Kalau begitu, aku akan menunggu hingga saat itu tiba."


"P-pokoknya ayo kita pulang!"


Disaat mereka berdua saling menggoda aku dan juga Jefri hanya menjadi nyamuk disini.


"Daripada itu, Ted kau mengatakan bahwa kau ingin menjadi Kepala Suku suatu saat nanti, bukan? Tapi sepertinya kau akan didahului oleh Ethen," kata Jefri


"Kenapa?" tanyaku dengan heran.


"Haa? Bukankah itu sudah jelas? Kau adalah anak dari Tuan Mogard. Suatu saat nanti, kau pasti akan tumbuh kuat seperti ayahmu dan mendapatkan posisi itu. Bagaimanapun kita ras Goblin selalu diwarisi oleh kemampuan orang tua kita."


Aku baru tahu itu, aku juga tidak menyetel peraturan seperti ini di dalam game. Aku hanya menentukan Kepala Suku bisa dipilih dari Goblin random manapun yang terlihat kuat.


"Itu memang terdengar menyebalkan tetapi...," Ted berlari dan berhenti di depanku. "Disaat itu tiba, aku akan mengalahkan mu dan merebut posisi itu."


Aku hanya tersenyum, "aku menantikannya."


***

__ADS_1


Kami berempat akhirnya sampai di desa Goblin. Disaat kami datang, semua Goblin yang ada disana melihat ke arah kami. Aku bertanya-tanya apa yang terjadi. Tapi saat itu para Goblin segera mengelilingi kami berempat.


"Kalian darimana saja?"


"Apakah kalian melihat penyihir itu?"


"Seperti apa rupa penyihir itu?"


Beberapa Goblin melontarkan beberapa pertanyaan kepada kami. Terlebih lagi apa yang dimaksud dengan Penyihir? Apakah ada Penyihir yang akan menyerang Desa ini?


"Menyingkir dari jalan."


Ketika suara itu terdengar, semua Goblin segera menyingkir dari kami. Ada dua Goblin yang mendekat, satunya bertubuh besar dan berotot, satunya lagi adalah Goblin wanita yang tampak tenang.


"Dia adalah ayahmu Ethen, sapa dia." kata Jefri.


"Dia ayahku?"


"Hei, bagaimana bisa kau melupakannya?"


Jika Goblin besar disana adalah ayahku maka yang ada disampingnya adalah Ibuku. Aku mengerti, mulai sekarang aku akan mengingatnya dengan benar. Karena bagaimanapun juga aku hidup di dunia ini.


"Ethen, ikut kami ke dalam tenda."


***


Di dalam tenda hanya ada ayah dan ibuku. Jika dilihat dari situasinya sepertinya ini akan menjadi percakapan keluarga yang cukup serius. Kami saling berhadapan satu sama lain, aku seharusnya gugup disini, tetapi karena skill [Calm] aku malah bersikap tenang.


"Sebelum itu..."


Ayah dan ibuku tiba-tiba memelukku dengan erat. Aku membuka kedua mataku lebar-lebar karena terkejut.


"Aku sangat senang, senang sekali karena kau bisa kembali dengan selamat."


"Sungguh, aku juga sangat senang sekali."


Mereka berdua memelukku dengan erat hingga aku tidak bisa bernafas. Tapi itu hanya berlangsung beberapa detik saja sebelum mereka melepaskannya.


"Baiklah, sekarang mari kita masuk ke masalah utamanya. Ethen, kau dan teman-temanmu bermain di dekat Hutan Jewl, bukan? Apakah kau melihat ada Penyihir yang ada disana?"


"Penyihir?"


"Benar, Penyihir yang memancarkan intimidasi kuat sebelumnya. Jika kau melihatnya, aku harap kau bisa menceritakannya kepada kami."

__ADS_1


Dari kata ayah dan ibu aku menyadari bahwa sepertinya aku adalah Penyihir yang dimaksud.


"Kurasa skill-ku terlalu kuat, aku harus lebih mengurangi penggunaan skill tersebut," gumamku pelan.


"Aku tidak melihatnya sama sekali, ayah."


"Begitu ya, tapi dengan sihir yang kuat itu. Pihak Manusia pasti juga tidak tinggal diam begitu saja."


"Sayang, aku khawatir kalau mereka akan mengirimkan pasukan investigasi ke Hutan Jewl."


"Benar. Oleh karena itu kita akan pindah dari sini. Ethen, siapkan barang-barang mu, ayah akan memberitahu penduduk desa yang lain terlebih dahulu."


Ayah meninggalkan tenda dan hanya menyisakan aku dan ibu saja. Manusia, aku belum pernah bertemu dengan mereka di dunia ini. Di dunia pedang dan sihir ini seperti apa sifat mereka. Terlebih lagi, aku merancang ras manusia sedemikian rupa agar mirip dengan aslinya.


Mereka juga memiliki Pahlawan untuk memberantas kejahatan, dan kekuatan dari Pahlawan juga kuatnya bukan main.


"Apa kau tertarik dengan Manusia, Ethen?"


"...."


"Hahaha, ibu bisa menebak dari raut wajahmu itu."


Ibu kemudian duduk di kursi panjang. Menepuk pupunya, memberi tanda aku harus berbaring disana. Sedikit memalukan, tapi aku tetap melakukannya.


"Jadi, bagaimana manusia di dunia ini Bu?"


"Hmm, karena kau masih kecil jadi kau belum pernah bertemu dengan para manusia ya. Kau tahu Ethen, sebenarnya ibu sebelumnya adalah manusia, Lo."


Hal itu sekali lagi membuatku terkejut. Ibu dulu seorang manusia? Aku tidak pernah menyetel pengaturan bahwa manusia bisa berubah menjadi Goblin. Sepertinya aku harus berhenti berpikir bahwa dunia ini sama dengan game yang PP aku rancang.


"Ibu dulunya adalah seorang Putri kedua dari Kerajaan Haward. Tapi itu hanya masa lalu, sekarang aku adalah bagian dari kelompok ini."


"Apa ibu menyesalinya?"


Ibu menggelengkan kepalanya, "Ibu sama sekali tidak menyesalinya sedikitpun. Dengan bertemu ayahmu, hidup ibu menjadi lebih bewarna dari sebelumnya. Dan aku juga tidak menyesal menjadi Goblin dan hidup bersamanya."


"Begitu, ya."


Ibu mengelus kepalaku dengan lembut. Aku merasakan kehangatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.


"Ethen, hidupmu masih panjang. Kau tidak perlu terburu-buru. Kami berdua juga akan mendukungmu sepenuhnya, temukan tujuanmu untuk hidup. Dengan begitu, hidupmu akan lebih bewarna dan cerah."


Kata-kata dari ibu merasuk ke dalam diriku. Aku akan mengingat kata-kata itu selamanya. Tidak akan pernah ku lupakan, meski aku sudah dewasa sekalipun, atau saat ajal menjemput ku nanti.

__ADS_1


__ADS_2