Maafkan Aku Mencintaimu

Maafkan Aku Mencintaimu
Apertemen Cindy #2


__ADS_3

"Kalian lakuin disitu aja,kita-kita mau keluar bentar.kalau udah selesai jangan lupa hubungin kita..."Lanjut Cindy meninggalkan para pria itu yang kesetanan.


Cindy bersama teman wanitanya telah keluar meninggalkan tiga pria yang akan mengerjai Sucy.


"Sumpah nih gadis cantik banget..."ucap Seno memegang wajah Sucy


"Gue yang pertama,guekan ketua kalian...."ucap Bram yang penuh kesetanan


"Kalian mau rasain tubuhnya atau mau berantem..."ucap Dino yang sudah tak sabar


"Obat itu akan bereaksi dan membuat dia tidak bisa mengendalikan dirinya..."ucap Bram terbahak-bahak.


Sucypun membuka matanya yang kesadarannya telah dikuasai obat itu..


"Akhirnya elu sadar sayang,sekarang gue bakalan bawa elu kedalam kenikmatan..."ucap Bram segera ingin membuka kancing baju Sucy tapi sebelum dia membuka tiba-tiba bel berbunyi.


"Siapa lagi itu...."tanya Bram berbalik ke Seno


"Pasti itu Cindy..."jawab Seno segera berdiri melihat diCCTV


"Ngak ada orang kelihatan...."lanjut ucap Seno berbalik ke Bram


Ting Tong Ting Tong


"Sana elu buka mungkin itu Cindy...."


"Tapi...ngak ada gue liat diCCTV..."


"Buka aja mungkin itu Cindy,nanti kalau elu ngak bukain pintu yang ada dia ngamuk kita ngak jadi lakuin kegadis ini..."


"Ya sudah gue buka..."


Pintu dibuka dan muncullah empat body guard yang menghajar mereka sampai tak bisa melawan lagi,Arman yang melihat keadaan Sucy langsung memeluknya.


"Kalian berikan apa dia..."tanya Arman penuh amarah


"Jawab pertanyaan tuan mudah saya..."ucap Kevin langsung Memukul salah satu mereka


"Ampun tuan kami memberikan obat perangsang..."jawab Seno ketakutan


"Kevin,aku akan segera membawanya pulang dan buat mereka menyesal dengan apa yang mereka perbuat karna sudah menganggu wanitaku,Bawa mereka kegudang..."ucap Arman mengangkat Sucy dan membawanya kelift menuju lantai bawah.Setelah sampai dilantai bawah diapun membawa keparkiran menuju mobil.


Kevin yang sudah mengetahui apa yang terjadi kepada Sucy segera menelepon dokter Ahmad dan segera menyuruh dokter Ahmad kerumah Arman.


Sucypun dimasukkan dan ditidurkan dikursi mobil belakang,Setelah itu Arman mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi melaju dijalan yang sepi karna waktu itu sudah larut malam dan waktunya orang untuk beristirahat.


Sucy yang sudah dikuasai obat itu tubuhnya gelisah karna kepanasan,beberapa menit kemudian mobilpun sampai dipintu gerbang dan dibukakan oleh Security.

__ADS_1


Arman yang melihat Security langsung membuka kaca mobilnya.."Telepon segera bi Iyem agar membuka pintu..."ucap Arman


Baik tuan..."Segera mengambil telepon dan menelepon bi Iyem


Mobilpun telah sampai dihalaman rumah mewah itu segera Arman turun dari mobil dan mengangkat Sucy masuk kedalam rumah.


"Tuan nona Sucy kenapa..."tanya bi Iyem segera mengikuti langkah Arman kelantai dua dan membukakan pintu kamarnya,setelah membuka bi Iyem pun menutup kembali pintu itu dan segera menuruni tangga.


Armanpun segera menidurkan Sucy ketempat tidur yang sedari tadi gelisah karna seluruh badannya kepanasan dan ingin segera membuka bajunya,Armanpun menahan tangannya Sucy.


"Kamu mau apa,jangan lakukan itu..."ucap Arman langsung memeluk Sucy.


"Tuan aku panas,aku ngak tahan...."ucap Sucy yang semakin gelisah


"Apa yang harus aku lakuin,tidak mungkin aku melakukannya...."gumam Arman frustasi


"Tuan panas..."ucap Sucy semakin gelisah


Armanpun langsung mencium b****r tipis Sucy yang semakin dalam,mereka saling menikmati ciuman yang lama itu dan tiba-tiba Arman yang tersadar dengan apa yang sudah dia lakukan segera melepas ciuman itu.


"Maafkan aku,aku mencintaimu tulus tak mungkin aku menghancurkanmu..."gumam Arman tanpa sadar mengeluarkan Air mata.


Tok Tok Tok


"Tuan mudah ada dokter Ahmad..."ucap bi Iyem dari balik pintu


Dokter Ahmadpun langsung masuk kekamarnya bersama bi Iyem,merekapun dikagetkan dengan kejadian dikamar itu.


"Untunglah kau datang,aku sudah tak tau mau melakukan apa..."ucap Arman sambil memeluk Sucy yang masih dalam keadaan gelisah


"Kenapa bisa dia meminum obat itu..."ucap Ahmad mengambil alat suntik.


"Mereka ingin mengerjainya untung aku cepat datang kesana..."jawab Arman


Dokter ahmadpun menyuntik Sucy..."Mungkin mereka memberikan dosis tinggi..."ucap Ahmad segera mencabut suntik itu.


Arman yang melihat Sucy sudah lebih tenang dan tertidur segera melepaskan pelukannya.


"Aku akui kamu sebagai seorang pria,kalau pria lain mungkin sudah melakukannya..."ucap Ahmad


"Aku tak serendah itu menjadi seorang pria kalau aku mau,aku bisa menyewa wanita-wanita diluar sana bukan menghancurkan masa depan wanita baik-baik sepertinya..."ucap Arman yang matanya melihat Sucy


"Bi Iyem sepertinya tuan mudah Arman mencintai gadis itu..."ucap Ahmad


"Bi Iyem tolong gantikan bajunya dan aku mau mengantar kebawah dokter bawel ini..."ucap Arman kesal membuat Ahmad dan bi Iyem tertawa.


"Baik tuan...."ucap bi Iyem

__ADS_1


Armanpun melangkah kelemarinya mengambil baju kaosnya dan celana pendeknya dan memberikan pakaian itu ke bi Iyem agar memakaikan ke Sucy,Setelah itu Arman mengantarkan dokter Ahmad kelantai bawah.


"Aku jadi selalu kasihan melihat setiap gadis yang tak bersalah diberikan obat seperti itu..."ucap Ahmad


"Kamu harus jaga dia baik-baik,kemungkinan nanti makin banyak yang membenci kedekatan kalian..."lanjut Ahmad


"Aku tau itu,tapi gadis itu susah diatur dan...."ucap Arman terhenti


"Aku mau pulang ini udah jam satu malam..."


"Terimakasih tanpa kamu bro,aku tak tau mau apa..."


"Santailah kawan,kamu sama Kevin udah aku anggap saudara tanpa kau bro mungkin hidupku udah terlunta-lunta tak tentu arah..."ucap Ahmad melangkah keluar rumah menuju kemobilnya.


Ahmad adalah sahabat kecil Arman yang tinggal dipanti asuhan Harapan Bunda,setiap minggu atau dihari libur Arman selalu ke panti asuhan demi bisa bermain dengan Ahmad.Orang tua Arman selalu memberikan donasi ke panti asuhan itu dan berkat saran Arman orang tua Arman menyekolahkan Ahmad Sampai dengan kuliah kedokteran hingga memberikan salah satu rumah sakit yang mereka dirikan dan dijalankan oleh Ahmad.


Setelah mobil Ahmad tak terlihat lagi,Armanpun menutup pintu rumah dan menuju lantai dua kamarnya.


"Tuan mudah saya sudah mengantikan pakaiannya..."ucap bi Iyem segera melangkah keluar dan menutup pintu kamar Arman.


"Terimakasih bi...."ucap Arman


Arman melangkah mendekati tempat tidur dan mendudukinya.


"Maafkan aku yang tak bisa melindungimu..."ucap Arman mengusap wajah Sucy


Sucy yang masih tertidur tiba-tiba mengigau.."Bunda jangan tinggalkan aku...."ucap Sucy yang mengelurkan air mata


Arman yang melihat air mata Sucy langsung mengusapnya dan mengenggam tangan Sucy yang membuat Sucy bisa tenang lagi,Arman yang merasa mengantuk duduk mengambil bantal untuk dia sandarkan dibelakangnya sambil tangan satu mengenggam tangan Sucy.Tak lama kemudian Arman yang sudah sangat mengantukpun tertidur pulas.


Waktu sudah menunjukan pukul 7.00 pagi,Sucy terbangun dan betapa kagetnya tangannya masih digenggam Arman yang tertidur sambil duduk menyandar ditempat tidur.Sucy yang melihat ketampanan Arman terus menatapnya hingga Arman menggerakan tangannya dan Sucy yang takut diketahui Arman segera menutup matanya,Armanpun membuka matanya dan melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi..


"Dia masih tidur...."ucap Arman melepas genggaman tangannya memegang wajah Sucy dan melangkah kekamar mandi.


Setelah beberapa menit Sucy yang masih berpura-pura tidur dikagetkan Arman yang keluar dari kamar mandi mengunakan handuk dilingkarkan dipinggang dan dada yang terlihat atletis.


"Ah..habis aku..aku harus gimana..."bathin Sucy segera mengambil bantal guling menutup wajahnya.


Arman yang melihat tingkah Sucy hanya tersenyum melihat Sucy menutup wajahnya karna malu melihat Arman dengan keadaan seperti itu.


...----------------...


Terimakasih untuk para pembaca setia saya


Mohon kritik dan Saran


Jangan Lupa tinggal Vote,komen dan Like😊🌻

__ADS_1


__ADS_2