
✨Perusahaan AD✨
Arman yang masih disibukkan dengan pemeriksaan dan penandatanganan berkas-berkas tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Kevin..
"Maaf tuan saya ingin menyampaikan kalau nyonya Raisa sudah menunggu diairpot,untuk segera dijemput oleh anda..."
"Apa?mama ada diairpot,ya sudah sediakan mobil kita segera berangkat..."Arman berhenti dengan kesibukannya.
"Baik...."Kevin pun bergegas keluar dari perusahaan AD menuju parkiran mobil untuk mengambil mobilnya,dan Arman menunggu didepan pintu keluar perusahaan AD.
✨Bandara✨
Mobil yang mereka kendarai memasuki bandara dan terlihatlah seorang wanita tua yang masih keliatan cantik menunggu mereka sedari tadi,wanita tua itupun memasuki mobil yang pintunya dibuka Kevin dan Kevinpun memasukan barang-barang kedalam bagasi mobil.
"Kenapa mama nggak kasi tau aku kalau berangkat kesini?..."tanya Arman lalu mencium tangan Raisa
"Mama hanya ingin kasih suprise sama kamu ..."jawab Raisa membuka kaca mata hitamnya
"Mama untung aku nggak kerja keluar kota,jadi bisa jemput mama..."
"Mama kenapa papa nggak ikut kesini..?"tanya Arman
"Papamu masih ada sedikit urusan,selesai urusan baru dia kesini.."jawab Raisa
Raisa melihat Kevin yang masuk mobil dan duduk didepan kemudi.."Apa tuan mudah kamu ini sudah mendapatkan calon istri?.."tanya Raisa
"Itu Nyonya besar..tuan....."Kevin tak melanjutkan kalimatnya karna dipotong Arman
"Mama,aku belum ada pikiran untuk menikah..."ucap Arman kesal
"Mama sudah tua,mama hanya ingin cucu dari kamu nak..."ucap Raisa sendu
"Baiklah mama kasih jangka waktu satu bulan,jika dalam satu bulan kamu nggak dapat calon istri maka mama akan menjodohkanmu..."lanjut Raisa mengancam
"Terlalu cepat waktu yang mama berikan..."ucap Kevin menatap wajah mamanya itu dengan kasih sayang untuk seorang ibu
"Kota ini tidak berubah tapi usia mama semakin tua,mama iri kalau liat teman-teman mama sudah mengendong cucu..."Raisa menatap anak kesayangan itu dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
"Mama aku bukan nggak mau nikah tapi aku takut nanti istri aku nggak bahagia dengan aku yang sangat sibuk ini hampir tak punya waktu untuk beristirahat..."ucap Arman
"Mama tau itu sayang,kalau kamu sudah menikah nanti kurangi waktumu dipekerjaan dan percayakan semua kepada karyawan kepercayaan kamu.Biarkan mereka membantumu dalam pekerjaanmu dengan begitu pekerjaan akan semakin mudah dan ringan..."ucap Raisa
"Maaf tuan,bukan ingin mencampuri pembicaraan tuan mudah dan nyonya besar..tapi apa kata nyonya besar itu benar!..."ucap Kevin yang masih fokus mengendarai mobil
Armanpun hanya terdiam memikirkan apa yang mamanya ucapkan tadi ternyata selama ini dia sangat egois dengan pekerjaannya,Setelah setengah jam perjalanan merekapun sampai dikediaman Arman.
Kevinpun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Raisa..."silahkan nyonya..."ucap Kevin
"Terimakasih Kevin..."Raisa keluar dari mobil
"Nyonya Raisa...."ucap bi Iyem senang karna melihat kedatangan Raisa,waalaupun mereka hanya sebagai majikan dan pembantu tapi mereka sudah seperti sahabat baik yang selalu dekat.
"Bi iyem bagaimana kabarnya bi..."ucap Raisa langsung memeluk sahabatnya itu.
"Alhamdulilah baik nyonya besar..."ucap bi Iyem melepas pelukan mereka
"Nyonya besar saya akan berangkat lagi keperusahaan bersama tuan mudah..."ucap Kevin menunduk segera berbalik melangkah masuk kemobil dan mengendarai mobilnya
Mobilpun melaju hingga tak terlihat lagi...
"Maaf nyonya seharusnya saya yang mempersilahkan nyonya masuk dan menarik koper nyonya...."ucap bi Iyem
"Nggak apa-apa bi,lagian tangan bibi keduanya sudah memegang barang..."ucap Raisa dengan senyum
"Ternyata rumah ini masih sama letak barangnya tak ada perubahan begitupun isinya dan tak ada tangisan serta tawa anak-anak lagi setelah Arman dan Ahmad sudah menjadi dewasa..."Lanjut Raisa dengan suara sedihnya sambil menduduki kursi sofa yang berada diruang keluarga.
"Nyonya besar...."ucap bi Iyem memegang tangan sahabatnya itu
"Aku hanya ingin Arman cepat menikah dan berikan aku cucu..."ucap Raisa membalas pegangan tangan bi Iyem
"Nyonya besar,tuan mudah sudah berapa kali membawa gadis kerumah ini...."ucap bi Iyem
"Apa benar yang bibi ucapkan tadi..."tanya Raisa membuat wajahnya senang.
"Iya nyonya tapi jangan beritahu tuan mudah kalau bibi menceritakan sama nyonya besar..."ucap bi Iyem
__ADS_1
"Iya aku janji...."ucap Raisa membuat bi Iyem menceritakan semua yang terjadi kepada Arman dan Sucy dirumah itu.
✨Kosan✨
Sucy yang sudah kesana sini berjalan mencari pekerjaan tapi belum juga mendapatkan pekerjaan,sedangkan uangnya semakin menipis.Sucypun memutuskan untuk pulang kekosannya dengan berjalan kaki,sesampai dikosan dia langsung membaringkan dirinya yang kecapean karna berjalan.
"Sebentar lagi aku kuliah,uang akhir semester sebagian aku belum bayar,kos aku juga belum dibayar,dan uangpun sudah menipis..."gumam Sucy sedih
"Nona Cindy belum juga memberikan gajiku separuh kerja..."lanjut gumam Sucy membuat dia tertidur lelap karna kecapean.
Agnes yang akan berangkat kekampus segera menjemput Sucy dikosnya.."Sucy...Sucy...,dia kemana kok pintu terbuka tapi nggak ada orang,gue masuk aja!"gumam Agnes segera masuk kekos Sucy betapa kagetnya dia melihat Sucy dikamar yang tertidur pulas .
"Astaga ni anak,keterlaluan ya..gue manggil ternyata dia tidur.."lanjut gumam Agnes
"Bangun elu nggak mau kuliah..."ucap Agnes sambil mengoyang-goyangkan tubuh Sucy
Sucy yang mendengar suara Agnes langsung terbangun.."ya ampun...."ucap Sucy langsung berlari kekamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah Sucy selesai merekapun bergegas berangkat kekampus UDB,beberapa menit mereka sampai dan memarkirkan motor diparkiran.Setelah itu merekapun memasuki ruangan kelas,tak lama kemudian datanglah dosen untuk mengajar.Setelah beberapa jam aktifitas belajar mereka telah selesai merekapun keluar kelas dan menuju parkiran mengambil motor.
"Kita mampir makan bakso..."ucap Agnes menarik motornya keluar dari parkiran.
"Gue nggak punya uang..."ucap Sucy membantu Agnes mengeluarkan kendaraannya.
"Gue yang traktir elu tenang aja...."ucap Agnes menaiki motornya.
"Kalau elu traktir mana bisa gue nolak..."ucap Sucy membuat Agnes tertawa
Motor merekapun melewati gang-gang sempit menuju warung bakso langganan mereka,tak lama kemudian motorpun sampai diwarung bakso.
"Pak baksonya dua...."ucap Agnes memesan dan duduk ditempat makan bakso disusul oleh Sucy.
"Iya mbak tunggu...."ucap tukang bakso segera mengambilkan bakso dan membawa kemeja mereka
"Makasih pak...."ucap Sucy yang sudah tak sabar karna sedari pagi perutnya hanya terisi air
"Iya mbak...."ucap tukang bakso segera meninggalkan mereka.
__ADS_1
Agnes yang melihat begitu lahap Sucy memakan bakso hanya tersenyum karna sebenarnya dia sudah habis makan dikosnya tapi ketika dia melihat Sucy yang pucat dan lemas,dia berpikir kalau Sucy belum pernah makan dan dia sangat mengenal sahabatnya itu baik dari sifat dan perbuatannya.
...----------------...