
Tak lama kemudian mobil telah sampai memasuki halaman gudang bekas penyimpanan barang-barang perusahaan AD,beberapa body guard yang melihat kedatangan mereka langsung menghampiri mereka dan segera membukakan pintu mobil.
"Bagaimana..."tanya Arman yang baru keluar dari mobil dan memegang tangan Sucy mengikutinya keluar.
"Kenapa jantung aku kayak gini..."bathin Sucy sambil mengikuti langkah Arman
"Mereka aman didalam tuan..."jawab salah satu body guard.
"Bagus..."Arman segera berjalan menuju gudang dan masih memegang tangan Sucy,diikuti oleh sekretarisnya Kevin.
Body guard yang menjaga didepan pintu gudang langsung membukakan pintu untuk mereka dan segera masuk,Sucy yang melihat keadaan Cindy dan teman-temannya langsung melingkarkan tangannya kesiku Arman karna takut mengingat kejadian yang hampir membuatnya hancur.
"Kamu ngak apa-apakan..."Arman memegang tangan Sucy yang msih melingkar disikunya dan hanya mendapat anggukan dari Sucy.
"Bukakan penutup mata mereka..."
"Baik tuan mudah...."Salah satu bodyguard membuka penutup mata mereka berenam.
"Bagaimana Nona Cindy rasanya..."Arman melepas tangan Sucy dan melangkah maju.
"Tuan maafkan kami,kami hanya diperintahkan oleh nona Cindy..."ucap Riana sambil menangis ketakutan.
"Kalian bodoh mau mengikuti maunya yang membuat kalian dalam masalah,ya aku tau itu semua karna nona Cindy kalian pikir bisa memberikan kalian segalanya..."ucap Arman penuh amarah membuat mereka sampai ketakutan
"Aku bisa saja mengakhiri nyawa kalian jika aku mau,tapi aku tak seperti kalian yang pemikiran serendah itu...Lanjut Arman
Arman yang melihat wajah Bram seketika menjadi semakin murka karna mengingat tangannya yang hampir membuka kancing baju Sucy,membuat Arman menghajar wajahnya.
Sucy yang melihat itu langsung berteriak.."Tuuuaaannn jaangan..."Arman yang mendengar teriakan Sucy langsung menghentikan pukulannya.
"Kak Arman kenapa tega melakukan ini kepadaku,aku adik sepupu kakak..."Cindy yang tak terima apa yang dilakukan Arman.
"Saat kamu menyakiti orang lain apa kamu memikirkan siapa dia...."Arman yang melihat Cindy tak ada rasa takut dan bersalahnya semakin emosi.
"Dia hanya karyawan yang tak tau malu,aku hanya ingin mengerjainya saja biar tau rasa...."
"Ingin tanganku ini melakukan hal yang tak pernah kau pikirkan..."Arman mengambil kursi dan duduk dihadapan mereka.
__ADS_1
"Tapi aku tak ingin mengotori tanganku...."lanjut Arman dengan senyum tanda mengejek.
"Kak Arman melakukan ini semua demi gadis itu...?"ucap Cindy
"Aku akan mengambil kembali restoran mentari dan aku akan pastikan kau tak akan bisa menjadi nona Cindy yang terhormat lagi..."Arman semakin memperlihatkan amarahnya.
"Aku tak ingin miskin...aku harus melakukan sesuatu..."bathin Cindy
"Kalian serahkan mereka kepada polisi...."Armanpun berdiri dan membalikkan badan melangkah.
"Sucy maafkan aku,aku janji ngak akan jahatin kamu lagi..."Cindy berpura-pura menyesal sambil mengeluarkan air mata.
"Tuan mudah maafin nona Cindy mungkin dia khilaf..."Sucy bermohon karna tak tega melihat Cindy.
"Apa kamu masih mau memaafkan mereka yang sudah menjahatimu hampir merusak harga dirimu..."Arman menunjuk mereka dan karna kesal melangkah keluar dari gudang itu menuju kemobilnya.
Sucy pun segera mengejar Arman yang pergi meninggalkannya.."tuan tunggu..."tak sengaja kakinya kesandung kayu dan terjatuh.
Aw.....
"Aku kan ngejar tuan...."Sucy yang masih kesakitan karna kakinya terkilir
Armanpun langsung mengangkat Sucy menuju mobil,Sucy hanya terdiam bersandar didada bidang Arman dan bau parfum Arman membuatnya semakin merasa nyaman.
Sesampainya dimobil Arman menurunkan Sucy membuka pintu mobil dan membantu Sucy duduk dikursi mobil.
"Maafkan karna aku,kamu sampai terjatuh..."Arman memijat kaki Sucy yang terkilir.
"Ngak apa-apa tuan,tuan jangan masukin nona Cindy kepenjara biar gimana dia sepupu tuan kasian nanti orang tua nona Cindy pasti sedih..."Sucy melihat kearah Arman yang menunduk memijat kakinya.
Armanpun berdiri dan mengambil handphonenya disaku menelpon Kevin agar melepaskan Cindy dan ketiga pria itu dimasukkan kepenjara agar jerah tidak melakukan kegadis lainnya.
"Aku sudah duga kamu akan melakukan ini...."Arman menatap Sucy sendu.
"Makanya berat tadi aku mengikuti maumu untuk mengikutiku karna aku tau pasti ini akan terjadi..."lanjut Arman masuk kemobil dan menutup pintu mobil.
"Tu..tuan kok menutup pintu mobil..."Sucy merasa takut mengingat kejadian dikos waktu itu.
__ADS_1
"Tuh Kevin udah ada...."Arman menunjuk kedatangan Kevin membuka pintu mobil.
Sucy yang merasa malu hanya bisa menunduk,karna hampir saja dia berbuat lagi salah menuduh Arman.Kevinpun mengendarai mobil melaju kejalan yang ramai dengan pejalan kaki dan pengendara lainnya disepanjang jalan mereka hanya diam.
"Kevin kita kerumah sakit Ahmad...."Arman melihat kearah Sucy yang hanya diam dari tadi.
"Mau apa dirumah sakit tuan,kan tidak ada yang sakit..."Kevin merasa bingung.
"Kaki nona Sucy terkilir...."ucap Arman
"Kenapa bisa terkilir,setau saya tadi nona Sucy tak apa-apa..."Ucap Kevin
"Pak Kevin aku tadi jatuh ngak sengaja kesandung kayu jadi ngak perlu kerumah sakit aku hanya terkilir..."ucap Sucy yang menolak untuk dibawa kerumah sakit.
"Kalau kaki kamu tidak diobati nanti makin parah..."ucap Arman kesal
"Tuan nanti aku nyuruh Agnes manggil tukang urut buat urutin kakiku ini..."ucap Sucy meyakinkan Arman
"Ya sudah terserah kamu yang mana baik buat kamu..."Arman yang merasa kesal karna sarannya malah ditolak oleh Sucy
"Pak Kevin anterin aku pulang kekos ya..."
"Baik nona Sucy...."
"Sucy aku khawatir melihatmu seperti ini tapi kamu malah tak mau ikuti mau aku..."bathin Arman
Disepanjang jalan menuju kos,Arman hanya terdiam seperti ada yang dia pikirkan.Sucy yang melihat kediaman Arman merasa jadi tak enak hati karna penolakannya membuat Arman kesal.
"Tuan sudah sampai..."ucap Sucy membuat lamunan Arman tersadar
"Tuan mau mampir kekos aku.."lanjut Sucy
"Kevin bantu nona Sucy berjalan masuk kekosnya.."perintah Arman
Kevinpun membantu Sucy masuk kedalam kosnya...
...----------------...
__ADS_1