Mafia Cinta

Mafia Cinta
Eps 11


__ADS_3

Eps 11



Evan semakin panik melihat adik kesayangannya tidak sadarkan diri.. Evan pun berusaha untuk membuat Raya tetap tersadar..


Rifky : "Cepat ambil mobil mu.. Aku akan menggendongnya.. Kita ke rumah sakit sekarang.." ucap Rifky sambil menatap gadis yang ada di pelukkannya..



Entah mengapa Evan menuruti kata-kata Rifky untuk mengambil mobil miliknya.. Evan berlali secepat mungkin dan mengendarai mobil sport miliknya.. Rifky pun berlari kecil di belakang Evan..



Rifky : " Bukain dong pintunya.. Gila kali masa gue harus buka sendiri.. Gue lagi gendong dia nih.." ucap Rifky terlihat panik.. Evan pun membukkan pintu untuk mereka berdua dan secepat mungkin sampai ke rumah sakit yang di bertahukan Rifky..



***



Evan dan Rifky hanya diam seperti patung dan hanya melihat satu titik yaitu ruangan dimana Raya di tangani oleh dokter.. Setelah cukup lama akhirnya dokter dan beberapa perawat membawa Raya menuju ruang perawatan.. Evan yang harusnya pergi ke bandara jam 9 pagi akhirnya membatalkan kepulangannya ke inggris..



Evan memberitahukan pada kakaknya El dan juga ayah bundanya mengenai keadaan Raya yang masih di rumah sakit.. Evan juga memberhitahukan itu kepada Kakek dan neneknya karena tidak mungkin menyembunyikan semuanya..



***

__ADS_1



Di inggris..



Raffael sedang melaksanakan meeting dengan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya.. Di tengah meeting tiba-tiba ponsel milik Raffael bergetar cukup lama.



Dreetttt... Dreetttt.. Dreettt..



'Brani-braninya..!! Siapa yang menganggu meeting ku..!! Awas saja kalau tidak penting ku bunuh yang menelfon..' gumam El dalam hati dan mengeluarkan aura yang mengerikan.. Layar ponsel itu bertuliskan nama 'My Dear Raya'.. Seketika aura mengerikan itu pun menghilang..



Evan : "El.. Pergi ke Indonesia sekarang juga..!! Batalkan semua meeting mu jika perlu..!! Beritahukan juga pada ayah bunda Raya masuk rumah sakit.." ucap Evan dengan nada khawatir..



Raffael : "Hah.!! Apa.?! Raya masuk rumah sakit.?! Bagaimana Raya bisa masuk rumah sakit hah..?! Kau tidak menjaganya..!!" bentak El yang membuat semua orang diam mematung karena ketakutan..


Evan : "Nanti akan ku ceritakan di sini..!! Cepatlah..!! Aku harus ke ruangan dokter." Evan menutup sambungan telefon tersebut..



Raffael : "Sam.. Tunda semua meeting 1 minggu kedepan..!! Aku ada urusan yang mendadak..!! Jika memang tidak ada yang penting atau gawat jangan hubungi aku..! Mengerti..??" ucap El panik dan membentak semua orang yang ada di hadapannya..


__ADS_1


***



Di ruang dokter Evan dan Rifky terlihat sangat cemas akan keadaan Raya..



Evan : "Dokter.. Bagaimana keadaan adik saya dok..?" tanya Evan pada dokter..


Doktee : "Adik anda tidak apa-apa.. Dia hanya kecapekan dan kurang darah saja.. Dan kemarin dia juga kesini karena tangannya terluka.." jawab dokter..


Evan : "Tadi dia terjatuh dok.. Lalu hidungnya mengeluarkan darah.." tanya Evan memastikan..


Dokter : "Itu bukan karena jatuh.. Mungkin kemarin dia melakukan latihan bela diri dan mungkin materinya fight.." jawab dokter karena terdapat sedikit memar pada tubuh Raya..



Rifky : "Benar dok.. Memang kemarin dia mengikuti latihan bela diri.. Kelas saya dan kelasnya dijadikan satu.." ucap Rifky membenarkan ucapan dokter..


Evan : "Apa kamu bilang.? Jadi Raya kemarin mainan itu lagi..? Itu bocah ngeyel banget si..!!" ucap Evan kearah Rifky seolah tidak percaya..


Rifky : "Iyaaa.. Dan dia memenangkan pertarungan itu.. Padahal lawannya sudah beberapa kali memenangkan pertandingan.. Aku kagum padanya.." Jawab Rifky meyakinkan Evan..



Evan : "Dasar gadis keras kepala..!! Aku sudah melarangnya melakukan itu saat di sekolah.." Evan mendengus kesal..


Rifky : "Dia melakukan itu karena di jebak teman satu kelasnya.. Namanya Siska. Dia tau lawan Raya adalah kakak kandungnya.." ucap Rifky menjelaskan..


__ADS_1


__ADS_2