
Keesokan paginya Raya sangat bersemangat untuk bersekolah bersama dengan Putri karena dia tidak pernah bersekolah di tempat umum kecuali semasa kuliahnya..
Nenek : "Raya turun sarapan dulu sayang.. Nanti kamu sakit kalo engga sarapan.. Ini di buatin bi Surti nasi kuning kesukaan mu.." teriak neneknya..
Kakek : "Tidak usah teriak-teriak.. Raya bukan anak kecil lagi.." kekeh kakeknya
Dalam sekejap Raya sudah berada di dekat meja makan lalu menarik tangan Putri yang sedang membantu ibunya untuk sarapan bersama.. Kakek nenek Raya tidak keberatan dengan sikap cucunyan itu karena mereka menganggap Putri juga seperti keluarga mereka..
Raya : "Put, ayo sini sarapan dulu.." sambil menarik tangan Putri..
Purti : "Ray, aku udah sarapan kok.. Kamu aja yang sarapan.." tolak Putri secara halus karena dia merasa tidak enak dengan sikap Raya..
Raya : "Ya udah aku ga jadi sarapan.." sambil merajuk manja..
Kakek : "Putri.. Sini ikut sarapan.. Nanti Raya malah engga sarapan dong.." sambil tertawa melihat tingkah cucunya
Akhirnya mau tidak mau Putri mengikuti kemauan Raya untuk sarapan bersama.. Setelah itu Raya meminta pak Agus (ayah Putri) untuk mengantar mereka berdua ke sekolah dengan mobil miliknya hadiah dari kakek neneknya saat ulang tahunnya kemarin..
***
__ADS_1
Raya dan Putri turun di depan gerbang sekolah, terlihat semua orang menatap ke arah mereka berdua.. Raya yang cantik bak seorang dewi dengan Putri yang juga memiliki wajah cantik..
Raya memakai baju putih, rok abu-abu yang setinggi lutut, tas punggung warna hitam, make up natural dan rambut panjangnya yang sengaja di biarkan terurai.. Tidak lupa ia memakai blazer warna hitam berbahan kaos yang sangat nyaman di kenakan..
Setelah menyelesaikan administrasinya Raya di antar guru BK menuju ke kelas yang notabenya adalah kelas Putri..
***
Tok tok tok.. Suara pintu di ketuk, membuat semua siswa di dalam kelas menoleh ke arah pintu..
Bu Anita : "Ohh.. Iyha ini kelas yang kamu maksud.. Silahkan masuk.. Jangan takut saya adalah wali kelas kamu Anita.."
Raya berjalan masuk dengan anggunnya membuat semua murid laki-laki menatapnya, murid perempuan terlihat ada yang kagum dan ada yang tidak suka. Ya mungkin karena Raya sangat cantik bahkan sangat sangat cantik dan di sekolah itu tidak ada yang lebih cantik dari pada dia..
Guru pun meminta Raya memperkenalkan diri kepada teman-temannya..
__ADS_1
Raya : "Perkenalkan nama saya Rayana.." dengan suara lembut dan anggun..
Murid : "Apakah nama mu hanya Rayana.?" murid itu heran..
Raya : "Umm.." berpikir sejenak 'apakah aku harus pakai nama itu lagi.. Ah baiklah..' batin Raya.. "Tidak.. Nama ku adalah Rayana Arkanero.."
Raya tidak berbohong karena namanya juga ada Nero-nya tetapi di tambah sendiri sehingga menjadi Arkanero.. Murid laki-laki sangat heboh bahkan ada yang bertanya 'apakah kamu blasteran.?' 'Orang mana kamu.?' 'Apakah kamu sudah punya pasangan.?' 'I love you Rayana' 'Mau kah kamu makan siang dengan ku.?' sorak ramai dari teman-temannya
Raya hanya tertawa kecil melihat teman-temannya yang membuat gaduh isi kelas.. Guru pun mempersilahkan Raya memilih tempat duduk yang ia sukai dan kebetulan hanya ada 1 tempat duduk kosong dan itu di
sebelah Putri sahabat kecilnya..
***
Sesi pelajaran pertama sudah selesai dan di lanjutkan dengan pelajaran matematika yang sangat sangat di sukai oleh Raya.. Tetapi tidak dengan semua murid yang ada di kelas itu karena guru yang mengajar mereka terkenal sebagai guru killer.. Semua murid terdiam ketika guru itu memasuki ruang kelas mereka, mereka seakan membaca matra untuk menyelamatkan hidup mereka..
Guru perempuan itu masuk lalu duduk di kursi guru yang berada tepat di depan meja Raya dan Purti.. Tampangnya memang sangat mengerikan.. Raya pun sadar kenapa kursi yang ia duduki itu kosong..
Guru : "Keluarkan buku tugas kalian. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan tugas itu. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang tidak membawa buku atau tidak mengerjakan tugas. dari saya"' suara menggelegar itu membuat semua murid bergetar bagai di sambar petir di siang bolong..
__ADS_1