
Eps 3
Semua murid mengumpulkan tugasnya di meja guru.. Guru matematika itu melihat ke arah Raya..
Bu Umi : "Ohh.. Siapa kamu.?! Saya Umi guru matematika kamu.." seperti ingin memakan Raya hidup-hidup..
Raya : "Saya Rayana Arkanero bu.. Saya murid baru.. Maaf saya tidak tau kalau ada tugas dari ibu.." menatap ke arah bu Umi karena memang dia tidak bersalah.
Bu Umi : "Oke.. Saya maklumi kamu kali ini karena kamu baru masuk hari ini.." tanpa melihat ke arah Raya karena sibuk mengkoresi jawaban..
Kelas yang tadinya gaduh sekarang menjadi hening seperti tak berpenghuni.. Mulut pada murid seperti sedang komat kamit baca mantra agar tidak kena sasaran dari Bu Umi.. Di tengah heningnya kelas tiba-tiba..
Murid perempuan : "Bu Umi.?" memanggil guru itu membuat semua orang menoleh ke arahnya.. Orang itu tak lain adalah Siska anak emas bu Umi karena dia yang paling pintar matematika di kelas itu..
Bu Umi : "Iyha Siska.. Kamu kenapa.?" menoleh ke arah Siska..
Siska : "Bu.. Kan ada murid baru.. Ibu tidak mau mengetes dia dulu bu.. Sekolah kita kan sekolah favorit bu.. Siapa tau dia masuk karena orang-orang dalam bu, bukan karena kemapuan." nyinyir Siska yang tidak suka terhadap Raya..
__ADS_1
'Mampus kamu.! Kamu murid baru.! Belum pernah menadapat pelajaran dari Bu Umi kan.! Hahaha.. Aku yakin kamu tidak akan bisa mengerjakan soal yang di buat bu Umi.! Walaupun itu mudah..! Ah.. Siapa nama mu tadi..? Aku lupa.. Aku panggil saja kamu jalang..!! Hahahahah..' batin Siska di dalam hati..
Bu Umi : "Oke baiklah.. Raya, saya akan menuliskan soal di papan tulis dan kamu akan mengerjakan soal itu.. Apakah kamu paham.?!" sambil bangkit dari tempat duduknya..
Raya : "Iyha bu.. Raya paham.." Raya menjawab dengan percaya diri..
Putri : "Ray.. Bagaimana bisa kamu mengerjakan soal itu.. Soal dari bu Umi sangat sulit.." bisik Putri khawatir dengan sahabatnya itu karena dia tau kalau tidak bisa akan berakhir berdiri di depan pintu.
Raya : "Tidak apa.. Percayalah pada ku.. Aku bisa.." jawab Raya dengan mantab..
Sesaat kemudia bu Umi selesai menuliskan 5 soal untuk di kerjakan oleh Raya.. 'Mampus.. Itu soal yang di gunakan untuk pekerjaan rumah kemarin.. Aku saja harus bertanya kepada kakak ku untuk menyelesaikannya..' gumam Siska dalam hati..
Hanya 5 menit Raya mengerjakan soal itu dia langsung menyerahkan spidol kepada bu Umi..
Raya : "Bu saya sudah selesai mengerjakan soal itu.." sambil tersenyum manis..
Bu Umi : "Apakah kamu bercanda.?" seakan tidak percaya lalu bangkit dari tempat duduknya..
__ADS_1
Semua murid pun menatap Raya dengan tatapan tidak yakin.. Raya hanya terseyum puas melihat pekerjaannya itu.. Raya berjalan kembali ke tempat duduknya..
Putri : "Raya.. Apakah kamu yakin kalau itu benar.? Kamu tidak mengeceknya lagi loo.?" tanya Purti yang heran terhadap sahabatnya itu..
Raya : "Tenanglah Put, aku yakin itu semua benar.." Raya yang sangat percaya diri.. Karena memang soal yang dia kerjakan sangat mudah untuknya..
Bu Umi diam seperi mencocokan jawabannya dengan jawaban Raya yang ada di papan tulis.. Bu Umi heran kenapa dia bisa mengerjakan soal itu hanya dalam 5 menit sedangkan bu Umi sendiri perlu waktu 10 menit lebih untuk menyelesaikan soal itu.. Bu Umi menatap heran seorang Raya Nero yang di samarkan menjadi Raya Arkanero..
Bu Umi : "Raya..?? Bagaimana bisa kamu menyelesaikan soal itu dengan sempurna..?? Bahkan teman-teman mu yang mengikuti pelajaran saya, tidak ada yang menjawab sempurna seperti mu.." ucap bu Umi dengan nada santai.. Semua murid tercengang akan kemapuan Raya itu lalu memberi kan tepuk tangan yang meriah..
Raya : "Ahh.. Kebetulan saya tadi malam belajar soal yang seperti itu bu.." ucap Raya tidak menunjukkan siapa jati diri yang sebenarnya..
Bu Umi : "Kamu pindahan dari mana Raya.?" tanya bu Umi seakan ingin tau rahasia Raya..
Raya : "Saya.. Saya dari.." tiba-tiba di potong oleh Putri..
Putri : "Raya pindahan dari Inggris bu.. Makanya dia pinter.." putri menjelaskan..
__ADS_1
Bu Umi : "Oh.. Pantas dia pintar sekali.. Ya sudah kita lanjutkan pelajaran hari ini.."