
Eps 12
Rifky : "Benar dok.. Memang kemarin dia mengikuti latihan bela diri.. Kelas saya dan kelasnya dijadikan satu.." ucap Rifky membenarkan ucapan dokter..
Evan : "Apa kamu bilang.? Jadi Raya kemarin mainan itu lagi..? Itu bocah ngeyel banget si..!!" ucap Evan kearah Rifky seolah tidak percaya..
Rifky : "Iyaaa.. Dan dia memenangkan pertarungan itu.. Padahal lawannya sudah beberapa kali memenangkan pertandingan.. Aku kagum padanya.." Jawab Rifky meyakinkan Evan..
Evan : "Dasar gadis keras kepala..!! Aku sudah melarangnya melakukan itu saat di sekolah.." Evan mendengus kesal..
Rifky : "Dia melakukan itu karena di jebak teman satu kelasnya.. Namanya Siska. Dia tau lawan Raya adalah kakak kandungnya.." ucap Rifky menjelaskan..
Evan tampak memendam kemarahannya di depan Rifky dan dokter yang menjelaskan kondisi tubuh Raya.. Dia memandang Rifky dan kemudian bertanya padanya..
Evan : "Siapa Siska..?? Kenapa dia begitu benci dengan Rayana..??" tanya Evan pada Rifky..
Rifky : "Mereka temen satu kelas.. Mungkin Siska kalah populer dengan Raya maka dari itu dia merasa tersaingi.." jawab Rifky pada Evan..
Evan dan Rifky keluar dari ruangan dokter yang memeriksa kondisi Raya dan menuju ke ruangan tempat Raya di rawat.. Evan tampak marah, sedih, cemas, gelisah saat melihat Raya terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan infus di tangan kanannya dan soksigen yang membantunya bernafas..
***
__ADS_1
Di sisi lain..
Raffael, ayah dan bundanya tampak gelisah di dalam jet pribadi milik keluarga mereka.. Mereka mengguna itu hanya saat terdesak saja karena keluarga itu bukan tipikal keluarga yang pamer kekuasaan..
Raffael : "Bunda.. Tenangkanlah diri mu.. Aku percaya adik ku adalah gadis yang kuat.. Aku percaya Raya tidak apa-apa.." ucap El menenangkan bundanya karena menangis sedari dia memberitahukan keadaan Raya padanya..
Ayah : "Iyha sayang.. Kalau kamu nangis begini terus.. Siapa yang akan merawat Raya kalau kamu malah ikut sakit..?? Hem.??" ucapnya saat menenangkan istrinya itu..
Bunda : "Tapi bunda khawatir dengan Raya.. Dia putri tunggal kita.. Gadis manja kita.." ucap bunda sambil sesengukkan..
***
Kakek : "Evan.. Bagaimana kamu mau menjelaskan ini pada ku..?!" tanya kakek dengan nada biasa namun terdengar mengancam..
Evan : "Raya kelelahan dan juga kekurangan darah kek.." jawab Evan menjelaskan pada kakeknya..
Kakek : "Bagimana dia bisa kelelahan..? Lalu kenapa dengan ini.?" ucap kakek yang melihat perban di tangan kiri raya dan tidak percaya pada apa yang di katakan Evan..
Rifky : "Benar kakek.. Beberapa hari yang lalu tangan Raya tergores tepian rak buku di toko buku.. Saya tau karena saya yang menolongnya.. Dan kemarin dia melawan kakak kelasnya saat di kelas taekwondo dan dia menang mesti terdapat beberapa lebam di tubuhnya.. Pagi tadi Raya mimisan dan kemudian pingsan kek.." Rifky menjelaskan semua yang dia tau tentang Raya..
Kakek : "Siapa kakak kelas yang melawan cucu kesayangan ku di kelas taekwondo.? Dan kau siapa.?" tanya kakek pada Rifky
__ADS_1
Rifky : "Lawan main Raya adalah.. Salsa Davian dan sepertinya adiknya yang menjebak Raya agar duel dengan Salsa.." Jawab Rifky pada kakek..
Kakek : "Bagaimana bisa dia mencelakai cucu kesayangan ku.. Padahal perusahaan mereka sangat bergantung pada perusahaan ku.." jawab kakek yang terlihat kesal dengan keluarga Davin..
Evan dan Rifky saling bertatapan seolah jalan pikiran mereka berdua adalah sama..
Evan : "Keluarga Davin bergantung pada perusahaan kakek..?? Maksud kakek perusahaan Danuartha..??" jawab Evan tampak berpikir..
Kakek : "Apa kah kau lupa nama asli ibu mu sendiri.. Ellea Danuartha sebelum menjadi Ellea Nero Danuartha.. Dan apakah kamu juga lupa nama panjang mu sendiri ha..?!" jawab kakek tampak marah karena 'Danuartha' merupakan silsilah darah biru mereka..
Raya : "Rayana Nero Danuartha.." ucap Raya lemah menjawab pertanyaan kakek pada Evan.. Mereka semua tampak terkejut sekaligus membahagiakan mereka Karena Raya sudah sadar setelah pingsan selama 10 jam lamanya.. Kakek dan nenek Raya langsung memeluk cucu kesayangannya itu.. Kemudian Evan memeluk serta mencium kening san pipi Raya sedangkan Rifky hanya mengelus pucuk kepala Raya dengan penuh kasih sayang..
AUTHOR
MAAF YA SEMUA.. DIKARENAKAN HP AUTHOR HILANG PAS HABIS LEBARAN JADI CERITA YANG SUDAH AUTHOR BUAT JADI IKUT HILANG BERSAMA HP TERSEBUT.. DAN BARU BISA UPDATE EPS LAGI.. MAAF YA SEMUA.. 🙏
__ADS_1
SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA..🙏