
Eps 5
Raya masih memilih buku dan berbagai macam peralatan untuk sekolahnya besuk.. Raya menoleh kebelakang tanpa melihat karena dia mendengar sesorang memanggilnya.. Dia menoleh kebelakang dan seperti sudah menjadi kebiasaannya lagi-lagi dia menabrak seseorang dan dia terjatuh..
Raya : "Aduh.. Sakit..!" Raya tidak sadar jika tangannya sudah berdarah karena pada saat akan jatuh dia tidak sengaja memegang tepi rak buku yang tajam..
Rifky : "Oh.. Kamu lagi..?! Hobby mu itu nabrak orang ya..?!" Sambil mengulurkan tangan sebagai tanda bantuan..
Tetapi Raya tidak meraih tangan itu dan lebih memilih bangkit sendiri..
Raya : "Aku bisa sendiri.." sambil berdiri..
Rifky : "Tangan mu terluka.. Sini biar aku bantu tahan darahnya agar tidak banyak yang keluar..!!" dengan nada memaksa lalu menarik tangan kiri Raya yang terluka dan membalutnya dengan sapu tangan miliknya..
Raya : "Awwwww.. Te-terima kasih.. Maaf sudah menabrak mu lagi dan mungkin ini adalah yang ke tiga kalinya.." sambil menahan rasa sakit..
Rifky hanya terdiam dan fokus membalut luka di tangan Raya.. Lukanya pun sudah selesai di balut untuk menahan darah yang keluar..
Rifky : "Sama-sama.. Oh iyha nama ku Rifky Alfarezi.. Siapa nama mu.?" sambil menatap mata Raya..
Raya : "Aku.. Aku Raya.. Rayana Arkanero. Terima kasih atas bantuan mu.. Tapi aku harus pergi dulu maaf.." berlalu meninggalkan Rifky di dalam toko buku itu..
'Heh gadis yang menarik.. Aku harus buat dia bertekuk lutut di hadapan ku dan mengemis cinta pada ku..' gumam Rifky dalam hati dan mengeluarkan seringainya yang mengerikan..
__ADS_1
Raya bergegas ke tempat parkir mobilnya tadi.. Raya meminta pak Agus untuk kerumah sakit terlebih dahulu sebelum menuju ke rumah...
Raya : "Pak Agus.. Kerumah sakit dulu ya.. Tangan saya sobek tadi ga sengaja kena pinggiran rak.." sambil menahan sakit..
Pak Agus : "Kenapa bisa non..?"sambil menyalakan mobil dan langsung menuju ke rumah sakit..
Putri : "Aduh Ray.. Kamu gimana sih..?! Kenapa bisa dapet luka gini..?!" Putri yang ngomel sepanjang jalan membuat kuping Raya sakit dan memilih untuk diam..
***
Raya pulang dengan perban yang membalut bekas jaitan karena terluka tadi.. Raya memasuki rumah sambik menyembunyikan tangannya yang terluka.. Kalau kakek neneknya tau, mereka akan sangat khawatir.. Bisa-bisa mereka menelfon ayah bundanya dan meminta mereka untuk pulang ke Indonesia..
Saat Raya mengendap-endap masuk ke dalam kamarnya dan nasibnya sedang sial karena dia sudah di kejutkan oleh neneknya yang sedang melintas di dekatnya.. Dengan cepat Raya menyembunyikan perbannya di balik saku blazer panjangnya..
Raya : "Em.. Anu nek.. Itu.. Raya mau ganti baju dulu nek.. Nanti minta Putri buat anterin ke kamar Raya aja ya nek.. Raya capek banget.." pintanya sambil memelas..
Nenek : "Ya sudah kalau begitu.. Nanti Putri biar ke kamar kamu.." sambil mengelus pundak cucu kesayangannya..
Raya lega karena neneknya tidak menyadari bahwa tangan kiri cucu kesayangannya terluka.. Bahkan mendapat 3 jahitan tentu saja itu sakit apa lagi biusnya sudah mulai menghilang..
Tok tok tok..
Suara pintu yang di ketuk sesorang dari luar.. Raya bergegas membuka pintu dan ternyata itu adalah Putri yang mengentarkan makan siang miliknya..
__ADS_1
Putri : "Ray.. Gimana luka mu..? Masih sakit atau gimana.?" tanya Putri dengan khwatir..
Raya : "Biusnya mulai hilang dan ini sedikit agak nyeri.." jawab Raya yang masih terbaing di ranjang super lembut miliknya..
Putri : "Ya sudah.. Cepat makan.. Lalu minum obat dari dokter.." perintah Putri pada Raya..
Drett.. Drett.. Drett..
Raya segera mengambil ponsel miliknya di meja yang berada di samping ranjangnya.. Seperti ikatan batin antara kakak dan adik, ponsel yang bergetas tersebut di kerenakan kakak-kakaknya mengirimnya pesan singkat..
From : My Older Brother El
Babe, are you okay? Don't say you're injured there.. Don't lie my little princess..
(Sayang, kamu baik-baik saja? Jangan bilang kau terluka di sana.. Jangan berbohong putri kecil ku..)
From : My Older Brother Evan
Hey honey.. My little princess.. Are you hurt? I can feel it.. Don't try to lie to me..
(Hai sayang.. Putri kecil ku.. Apa kau terluka? Aku bisa merasakannya.. jangan mencoba berbohong padaku..)
Raya : "Gila.. Abang-abang ku.. Bisa tau aja kalo adeknya lagi terluka.. Hahaha.. Dasar konyol.." Raya tertawa melihat kedua pesan ini karena memang mereka bertiga tidak pernah terpisah sejak kecil..
__ADS_1