
Raya : "Put.. Aku tidak apa.. Luka lu juga sudah sembuh.. Sabeum.. Saya sanggup.." semua murid kelas 11 IPA 1 tidak percaya karena Raya mengiyakan perintah dari sabeum.. Mereka semua tahu kalau dia anak baru dan dia sedang terluka..
Kemudian Salsa dan Raya maju kedepan untuk menunjukkan skill mereka masing-masing.. Banyak cacian dari kelas 12 pada Raya dan banyak juha semangat dari kelas 11.."mana mungkin dia biasa kalahin Salsa..?" ejek kelas 12... "Ayo Ray.. Semangat.. Kamu pasti bisa kalahin dia.."
Sabeum : "Raya apakah kamu yakin mau bertanding dengan Salsa.. Dia senior kamu dan juga tangan mu saat ini sedang terluka..??" tanya sabeum seperti merendahkan Raya..
Raya : "Sabeum.. Kalo hanya satu tangan yang terluka.. Sayangnya saya masih satu punya tangan lagi yang tidak terluka.." ucap Raya dengan percaya diri..
Raya dan Salsa menggunakan pengaman sebelum mereka bertarung.. Pertarungan itu pun di mulai, Rifky melihat Raya dan bertaruh jika dia yang menang.. Salsa langsung melancarkan tendangannya menuju ke kepala Raya..
Raya pun dengan sigap menghindarinya.. Salsa melayangkan pukulan menuju kearah perut Raya.. Raya memutar tubuhnya lalu melayangkan tendangan meluju ke arah dada Salsa.. Salsa yang terkena tendangan pun tersenyum sinis..
Semua orang yang ada di sana menatap dengan heran apa yang telah di lakukan oleh Raya..
Kemudian Salsa melayangkan pukulan dan tendangan bertubi-tubi namun Raya berhasil menangkisnya.. Raya melihat kesempatan untuk menggunakan jurus andalannya yaitu tendangan memutar.. Benar saja, jurus itu mampu membuat Salsa jatuh..
__ADS_1
Sabeum : "Cukup.. Pemenang kali ini adalah Raya..!!" teriak sabeum tak percaya.. Rifky hanya tersenyum puas ketika melihat gadis yang dia inginkan ternyata tidak hanya cantik tapi juga kuat..
Putri : "Ray.. Kamu.. Kamu bisa taekwondo..?" tanya Putri bingung seakan melihat keajaiban dunia..
Raya : "Put.. Kamu lupa.. Aku punya dua abang super duper protektiv.. Kalo aku ga bisa jaga diri.. Mana mungkin sekarang aku ada di hadapan kamu.?" jawab Raya sambil terkekeh..
Putri : "Iyha juga ya.. Bang El sama bang Evan emngnya kemana.?" tanya Putri
Raya : "Yah.. Biasa.. Mereka sibuk sama kerjaannya masing-masing di Inggris.." jawab Raya terlihat kecewa..
Bel pulang sekolah pun berbunyi yang menandakan bahwa waktu pulang telah tiba..
Tettttt.. Tettttttt.. Tetttttt..
__ADS_1
Raya : "Uhh.. Akhirnya pulang juga.." ucap Raya sambil merenganggkan tubuhnya yang sudah sangat pegal..
Putri : "Ayuk Ray kita pulang.." ucap Putri sambil menarik tangan Raya..
Raya : "Iyha iyha.. Sabar.. Udah laper ya..?? Kalo gitu sama.." goda Raya..
Mereka berdua berjalan ke keluar meninggalkan ruang kelas mereka yang sekarang sudah sepi seperti tidak ada kehidupan lagi.. Mereka berdua melihat segerombolan anak-anak berlari ke arah gerbang masuk sekolah.. Mereka berdua pun tampak bingung dengan hal itu dan mencoba untuk mendekat..
Semua murid di sekolah seolah tersihir oleh mobil mewah bermerk Lamborghini Veneno Roadsters yang harganya hampir 60 milyar.. Terparkir di depan sekolah mereka.. Yang menambah perhatian adalah sesosok pria tampan dengan tinggi badan 189 cm memakai stelan santai dan juga kaca mata hitam..
Raya : "Kak Evan..??" Ucap Raya terkejut..
Putri : " Itu kak Evan Ray..??" tanya Putri memastikan karena Evan memang jarang ke Indonesia..
Raya : "Iyha.. Itu kak Evan.." Raya berlari menghampiri kakaknya yang sedang menunggunya di depan pagar..
Semua orang menatap kagum pada mobil Evan juga orang yang ada di sebelah mobil karena Evan tentu memiliki ketampanan layaknya seorang pangeran..
__ADS_1
Raya : "Kakak..!!" Raya berteriak dan itu membuat semua murid melihat ke arahnya.. Mereka tidak percaya jika orang yang sedang menunggunya di mobil itu merupakan kakak Raya dan malah menanganggap Raya sebagai simpanannya..