
Eps 13
Kakek : "Apa kah kau lupa nama asli ibu mu sendiri.. Ellea Danuartha sebelum menjadi Ellea Nero Danuartha.. Dan apakah kamu juga lupa nama panjang mu sendiri ha..?!" jawab kakek tampak marah karena 'Danuartha' merupakan silsilah darah biru mereka..
Raya : "Rayana Nero Danuartha.." ucap Raya lemah menjawab pertanyaan kakek pada Evan.. Mereka semua tampak terkejut sekaligus membahagiakan mereka Karena Raya sudah sadar setelah pingsan selama 10 jam lamanya.. Kakek dan nenek Raya langsung memeluk cucu kesayangannya itu.. Kemudian Evan memeluk serta mencium kening san pipi Raya sedangkan Rifky hanya mengelus pucuk kepala Raya dengan penuh kasih sayang..
***
Disisi lain.. Di dalam mobil lamborghini mewah terdapat sepasang suami istri dan anak laki-laki pertamanya sedang menuju rumah sakit yang merawat anak perempuan satu-satunya dalam keluarga mereka dan juga adik manja yang paling di sayanginya..
Ellea : "El, kenapa kita belum sampai juga.. Bunda khawatir dengan keadaan adik mu itu.." tanya Ellea kepada anak laki-lakinya sambil menitikkan air mata..
Raffael : "Tenanglah bunda.. Kita baru saja sampai di bandara mungkin 20 menit lagi kita akan sampai di rumah sakit bocil yang sudah membuat kita semua khawatir.." jawab Raffael pada bundanya berhatap kalimat itu dapat membuat bundanya tenang..
Edward : "Sayang sabarlah.. Kita sedang menuju ke rumah sakit sekarang ini.." ucap Edward pada istri tercintanya..
Yaa.. Ayah Raya bernama Edward Nero.. Lebih tempatnya Edward Leonardo Nero.. Ed tau bahwa istrinya itu sangat khawatir dengan keadaan anak perempuan satu-satunya di keluarga mereka.. Raya merupakan cucu perempuan satu-satunya yang di miliki kakek neneknya yang ada di Indonesia maupun di Inggris karena Edward dan Ellea sama-sama anak tunggal dari keluarga mereka..
__ADS_1
***
Di rumah sakit..
Evan dan Rifky berada di taman rumah sakit sedang merencanakan sesuatu untuk membuat Siska dan Salsa jera dan mereka berdua berhenti menganggu Raya.. Rifky tau betul jika ini berlanjut maka siapa saja yang menjadi musuh Siska akan menjadi musuh Salsa.. Semua yang pernah bermusuhan pada mereka berdua akan berakhir menyedihkan..
Raya : "Hmm.. Kakek..?? Kakak dimana..?? Aku ingin dia membelikan ku sesuatu.." ucap Raya pada kakeknya..
Kakek : "Dia ada di taman bersama Rifky.. Kamu ingin apa. ?? Kakek akan mengatakannya pada Evan agar membelikannya untuk mu.. Kakek akan mencarinya dulu.. Biar nenek nanti mengirimkan pesan pada kakek apa yang cucu manja ini minta" ucap kakek sambil mengelus pucuk kepala Raya dan berlalu meninggalkan ruangan Raya untuk mencari Evan dan Rifky..
Raya : "Umm.. Raya ingin makan nasi goreng, sate kambing, roti bakar, cap jay udang, oseng kangkung.. Dan emm.." Raya tampak berpikir apa yang dia inginkan lagi..
Raya : "Boleh ya nek, kek.. Please.. Raya pengen makan itu boleh yaa.." Ucap Raya sambil mengeluarkan senjata andalannya yaitu pupil eyes sambil memegang tangan neneknya..
Nenek : "Iyha sudah.. Nenek akan mengirimkan pesan pada kakek mu.." ucap nenek kemudian mengambil ponsel di tas yang berada di pangkuannya dan terlihat sedang mengetikkan pesan pada suaminya..
***
Kakek keluar dari rumah sakit dan menelfon cucu laki-lakinya yang tidak lain adalah Evan.. Evan yang sedang berbicara pada Rifky menghentikan aktivitas mereka karena ponsel Evan bergetar..
__ADS_1
Drrtttttttt drttttttttt drttttttttt
Evan melihat layar ponsel miliknya kemudian mengangkat telfon dari kakeknya tersebut..
Kakek : "Evan.. Kamu dimana sekarang..??" ucap kakek pada Evan..
Evan : "Kakek.. Ada apa..?? Evan di kursi taman dekat air mancur kek.." ucap Evan menjawab pertanyaan sang kakek
Kakek : "Baiklah.. Kakek akan kesana kau jangan pergi dari situ.." jawab kakek kemudian mematikan ponsel miliknya lalu berjalan ke arah kursi yang terdapat dua pemuda itu..
Tidak butuh waktu lama, kakek sampai di tempat yang Evan maksud..
Rifky : "Ehh.. Kakek.. Duduk kek.." ucap Rifky membuat Evan mengangkat kepalanya yang tertunduk..
Kakek : "Oh.. Kamu masih di sini ya.." ucap kakek yang melihat keberadaan Rifky di sebelah Evan..
Evan : "Umm.. Biar aku tebak pasti cucu kesayangan kakek sedang meningingkan makanan bukan..??" ucap Evan se akan tau apa yang adiknya minta..
Kakek : "Iyha.. Dia ingin makan nasi goreng, sate kambing, roti bakar, cap jay udang dan oseng kangkung.." ucap kakek pada Evan..
Evan : "Baiklah kek.. Evan akan cari kan makanan itu.." ucap Evan pada kakek.. "Oh.. Iyha kek.. Evan mau minta sesuatu sama kakek boleh..?" tanya Evan pada kakeknya..
Kakek : "Apa itu..?? Kalau kakek bisa berikan akan kakek berikan.. Jarang sekali kamu minta sesuatu pada kakek.." jawab kakek santai..
__ADS_1
Evan : "Evan minta pada kakek untuk memberikan dokumen pemutusan kerja sama dengan kaluarga Davian.. Apa kakek bisa..? Evan perlu banget kek.." ucap Evan pada kakeknya.. Kakek tersenyum dengan seringai yang mengerikan..
Kakek : "Baiklah.. Dokumen itu akan sampai jam 7 nanti.." ucap kakek santai kemudian melihat jam tangan yang melingkar di tangannya yang menunjukkan pukul 18.40 WIB..