
Vanya sudah datang pagi pagi sekali ke sekolah seusai dia sarapan bubur dekat sekolah vanya memutuskan untuk ke UTS menunggu bel berbunyi
Vanya rebahan di bangkar kasur ia tidak bener benar terlelap hanya menutup kelopak mata nya saja jika ia tidur sekarang maka jiwa jiwa putri tidur nya akan berkuasa sementara saat ini dia ada di sekolah
Badan Vanya terasa meriang akibat berendam air dingin pagi pagi
Tring
tring
tring
Bel masuk berbunyi semua murid SMA high school bramaja masuk ke kelas mereka masing masing vanya menunggu sepi baru ia masuk kelas
Vanya melangkah kan kaki menuju ruang kelas untung nya guru belum masuk ke kelas vanya
" kenapa tu muka pucat amat kek mayat hidup berjalan bah" ucap lena melisik wajah vanya yg pucat
Sebenarnya tidak separah itu kondisi vanya hanya saja ia sengaja tidak pakai liptin dan malah bibir nya ia kasi bedak my baby agar terlihat pucat
" Eh iya kenapa demam lo" tanya tasya
" ga kok emang lagi gini aja wajah vanya" ucap vanya duduk di bangku nya
Percakapan mereka terhenti karena guru sudah masuk ke dalam kelas
Pelajaran di mulai dengan keadaan yg damai dengan sedikit gurauan yg di lontarkan guru agar pelajaran tidak monoton dan murid tidak cepat bosan
tring
Bel istirahat berbunyi
" Sekian materi yg bapak sampai kan dan minggu kalian akan mempresentasi kan projek yg kalian buat, selamat istirahat" ucap pak guru keluar ruangan
Tasya dan elena menghampiri Vanya
" vanya ke kantin yuks" ucap tasya
" hari ini ga dulu deh vanya mau rebahan gini aja" ucap vanya menalangkup kan wajah nya beralas kedua tangannya
" kalau gitu kita ke kantin dulu ya" ucap Tasya
Tasya dan elena pergi meninggalkan vanya
sementara vanya hanya diam di posisi nya dengan handshet di telinga memutar lagu random yg ada di apk music
__ADS_1
Waktu berlalu kini bel pulang sudah berbunyi
Vanya melangkahkan kaki menuju parkiran menyalakan mesin motor dan pergi meninggalkan sekolah
Sementara itu di markas deathstalker farhan mondar mandir menunggu kepulangan si adik kesayangan yg harusnya jam segini sudah sampai di markas
farhan mencoba berpikir positif mungkin vanya singgah makan atau jalan jalan dulu bareng teman nya
jam menunjukkan pukul 18.00 wib namun vanya belum menapakkan batang hidung nya di markas jangankan memberi kabar kepada farhan atau vian di telpon saja hp vanya tidak aktif
Ingin di lacak oleh tim IT vanya lebih cerdas dari tim IT deathstalker GPS yg ada di hp Vanya tak terdeteksi biasa nga walaupun hp vanya tidak aktif masih bisa terdeteksi oleh tim IT
' kemana kamu dek, seharusnya abg yg marah abg yg acuh eh malah kamu buat uring uringan begini' batin Farhan
Jarum jam terus berjalan saat ini pukul 19.30 wib karena gelisah dan khawatir farhan menyuruh anggota deathstalker mencari vanya mulai dari sekolah sampai tempat tempat yg sering di kunjungi vanya namun sayang vanya tak ada di sana
Sekarang vian bergabung dengan farhan gelisah menanti kepulangan vanya hingga akhir nya Vian memutuskan untuk menghubungi no vanya lagi dan telepon berdering
" Vanya dek kamu ada dimana, kok belum pulang abg samperin ya" ucap Vian
" Dengan keluarga Pasien Vanya alfanny saat ini beliau sedang di rawat inap karena ditemukan pingsan oleh warga dan saya baru mengaktifkan telepon pasien" ucap perawat
" A-apa adik saya di rawat, pingsan di rumah sakit mana" ucap vian
Vian dan farhan naik mobil sedan menuju rumah sakit dengan kecepatan penuh
Sesampainya di rumah sakit
" permisi sus ruang rawat inap pasien Vanya alfanny ada dimana,"tanya farhan
" ada di kamar Mawar No. 9" ucap suster tsb
Farhan dan vian melangkah kan kaki mereka dengan tergesa gesa
sampai lah mereka di kamar rawat vanya
" bagaiaman keadaan adik saya dok" tanya Vian
" pasien demam tinggi mencapai 39 derajat celcius jika tadi tidak cepat di bawa mungkin pasien sudah menagalami step pasien juga dehidrasi sekarang sudah kami tangani " ucap dokter tersebut selesai memeriksa infus vanya
" setelah pasien sadar jangan lupa untuk memberi obat yg telah saya resep kan" sambung dokter memberi resep obat pada farhan
" baik terima kasih dok" ucap farhan
farhan pergi menebus obat vanya di apotek rumah sakit
__ADS_1
3 jam farhan dan vian menunggu vanya sadar
dan akhir nya si empu membuka mata
Eugh
Vanya merasakan sakit di tangan kanan yg di infus
" dek apa yg sakit hmm" ucap farhan
" haus" ucap vanya
Vian segera mengambil minum yg ada di nakas sebelah vanya setelah selesai minum
" huaa hiks hiks abg vian badan Vanya panas" ucap vanya menangis
" iya kan vanya demam sayang ya panas suhu badannya, makan dulu mau ya abg buatin bubur kaldu jamur spesial buat vanya setelah makan minum obat biar badan vanya balik seperri biasa" ucap vian
Vanya mengangguk, Vian menyuapi vanya perlahan dengan telatan
Sementara farhan? Farhan sendu melihat vanya yg biasa nya ketika sakit vanya akan merengek, mengeluh dan manja pada nya tapi kali ini pertanyaan yg ia ucap kan ketika vanya sadar tidak di jawab sama sekali bahkan vanya tidak melirik farhan
Sakit? Entahlah hanya farhan yg tau
Vanya telah selesai makan dan minum ibat kini ia berbaring kembali di ranjang rumah sakit yg kurang empuk rasa vanya
" Kenapa pagi pagi sekali berangkat sekolah tanpa serapan lalu kenapa bisa pingsan hmm
trus si chimmy dimana" tanya vian beruntun
" abg satu satu dong padahal adek nya lagi sakit juga biarin istirahat bukan nuntut jawaban ga lagi ujian " ucap Vanya
" yaudah yaudah maafin abg sekarang kamu tidur ya" ucap Vian mengelus kepala vanya
' uwaa dengan senang hati' batin vanya
Vanya tidur dengan menghisap jempol nya
ya itu adalah kebiasaan vanya dari kecil sampai sekarang yg masih belum bisa vanya hilangkan jika tidak mengemut jempol rasa nya ada yg kurang dan juga jika tidak mengisap jempol nya maka ia tidak bisa cosplay jadi putri tidur
. Tapi tapi tunggu ada yg janggal atau aneh tidak? Gimana cerita nya vanya yg pulang sekolah tadi masih baik baik saja melajukan si chimmy tiba tiba masuk rumah sakit
Pingsan? Padahal vanya sarapan dan singgah makan bakso si warung kang mamat langganan vanya
Apakah ini semua drama vanya untuk mengerjai farhan?
__ADS_1