
"ehm ketua kelas Vanya izin toilet ya" ucap vanya yg merasa bosan dikelas
ia berpikir untuk berkeliling gedung sekolah sembari menunggu bel istirahat
Vanya tak tau pasti kemana tujuannya ia hanya melangkahkan kaki mengikuti arah yg matanya tuju
Dan akhirnya Vanya sampai di rooftop gedung sekolah ia melangkah tanpa suara namun ia berhenti melangkahkan kakinya karena didepan vanya sekarang ada perempuan yg menangis terisak
perempuan yg dilihat lihat mungkin saat ini dia duduk di kelas XI
perempuan itu diatas pembatas rooftop
Vanya saat ini berada di samping perempuan tsb, tapi keberadaan vanya sepertinya tak terlihat perempuan itu karena ia sibuk dengan pemikirannya sendiri
" Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang bukan karena suatu kebetulan,
perempuan tsb menoleh ke arah vanya
vanya sadar ia dilirik oleh perempuan tsb namun vanya hanya menatap lurus kedepan " tapi Tuhan telah menentukan Jalan Terbaik Untukmu Tuhan sedang melatihmu untuk menjadi kuat dan hebat manusia yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan tapi mereka dibentuk dengan kesukaran, tantangan dan air mata" sambung Vanya melirik ke arah perampuan tsb
" mau turun dari situ" ucap Vanya mengulurkan tangannya ke perempuan tsb
perempuan tsb menerima uluran tangan vanya dan turun dari dinding pembatas rooftop
" kenapa orang lain hidupnya enak banget, ga ada cacian, makian dan hinanaan" ucap perempuan tsb
" oh ya, tidak juga kakak hanya kurang memperhatikan dan merasa hidup kakak lah yg paling buruk, mereka terlihat enak karena yg ditunjukkan oleh mereka ya pas enaknya doang. bagian nyusruk, nyungsep, ngejeldaknya ga ditunjukin" ucap Vanya melirik perempuan tsb
__ADS_1
" Vanya ga tau masalah kakak, tapi yg pasti setiap orang punya kisah pilunya masing masing yg terkadang mereka terlalu pandai menyembunyikan pilu mereka dengan topengnya masing-masing" ucap Vanya
" kak Rapuh boleh, tapi menyerah jangan
banyak kehidupan diluar sana yg hidupnya lebih dari kata beruntung" ucap Vanya
" tapi kalau kakak masih mau pulang sebelum di jemput ya silahkan, kan enak langsung duduk di api neraka iyuw.. sakit di cambuk pake cambuk berapi" ucap vanya ngeri membayangkan perkataanya sendiri
" ih lo nyumpahin gue masuk neraka" ucap perempuan tsb
" emng kakak yakin kakak pantas di surga" ucap vanya dengan entengnya mengeluarkan kata katanya
" ya ga juga " ucap perempuan tsb
" eh btw nama lo siapa, wajah lo imut kek bocil tau ga"
tringgggg
" Nama saya Bambang sutejo" ucap vanya berlari keluar dari rooftop
'perasaan tadi Vanya udh sebutin nama Vanya deh masa ga ngeh sih budek kali yak" batin vanya
Vanya bertemu dengan tasya dan lena teman yg baru kenalan tadi di kelas
" Vanya kantin yuk" ucap tasya
" yuks lah fanny" ucap Lena merangkul bahu Vanya
__ADS_1
mereka ber 3 menuju kantin
Sampai di kantin mereka memesan makanan yg di inginkan juga di suguhkan dengan drama klasik masalah percintaan
pesanan mereka datang
mereka ber 3 menikmati drama itu sembari memakan makanannya
" sicwek yg rambutnya tergerai suka sama cwok yg badboy itu nah si cowok suka sama anak kelas XI IPS nama Nisa, ibaratnya cinta bertepuk sebelah tangan tapi dia masih berjuang mati matian walau ga di anggap sama si cowok" ucap lena menjelaskan kronologi drama yg mereka lihat ke Vanya
karena sejujurnya tontonan mereka saat ini sudah tak asing bagi lena dan tasya
" Kan kasihan ga dianggap lagi sama si cowok itu" ucap tasya melahap baksonya
Vanya bangkit dari duduknya melangkahkan kaki ke arah murid cwek yg cintanya bertepuk sebelah tangan
Vanya mensejajarkan tubuhnya dengan cwek itu yg sedang tertunduk " Berjuang boleh, tapi ngemis jangan jaga mahkotamu jangan sampai jatuh,
jeda Vanya mengulurkan tangannya membantu cwek itu berdiri
" Dia jahat banget sama gue gabisa ngehargain sedikitpun" ucap cewek itu menerima uluran tangan dari vanya
" dia tidak jahat hanya tulusmu salah tempat jika pada akhirnya menjauh dan melupakan adalah sebuah keharusan bukan kemauan maka lakukanlah
kelak kamu akan dijadikan ratu oleh orang yg tepat" ucap Vanya
Mata cwek yg cintanya bertepuk sebelah tangan itu berkaca kaca
__ADS_1
Vanya menepuk pundak cewek itu
" ingat jangan pernah jatuhkan mahkotamu untuk lelaki yg tak bisa melihat ketulusan hatimu, tegakkan kepalamu, hatimu sakit bukan? maka lepaskan tapi jika ingin berkepanjangan merasakan sakitnya maka teruskan, pilihan ada di tanganmu"