
Farhan yg diabaikan vanya berakhir hanya melihat interaksi antara vian dan vanya ia menatap vanya dan vian bergantian
Setelah vanya memutuskan untuk cosplay jadi putri tidur
Apakah Vanya memang benar benar pingsan?
atau hanya drama untuk membalas farhan?
Flashback On
Selama vanya berendam di dalam bathup ia memikirkan cara untuk membalas farhan karena mengabaikan nya selama ini jika vanya melakukan kesalahan yg menurut farhan melanggar maka ia akan mengabaikan vanya tak lama hanya sekitar 2 jam an saja
Nah kali ini vanya terpikir memberikan rasa yg sama jika vanya merasakan tak bisa diabaikan farhan maka kita akan lihat apa yg ia rasakan ketika vanya mengabaikannya
" Masuk rumah sakit buat cerita vanya pingsan dijalan trus bayar dokter dan suster sebagai pemeran pembantu untuk aksi kali ini" gumam vanya
Vanya pergi pagi pagi sekali untuk mampir ke rumah doktor yg ia kenal secara langsung untuk mengatur siasat nya dan si dokter menyanggupi permintaan vanya karena apa? Ya karena uang yg berkuasa
" berarri jadwal pak Sofyan selesai operasi jam 17.00 ya pak" tanya vanya
" hmm" jawab pak sofyan
" kalau gitu saya mulai drama saya jam 18.00 saya ke rumah sakit bapak tapi pak infus nya bisa diganti dengan apa gitu pak jangan infus, vitamin gitu pak" ucap vanya menatap pak sofyan ya kali harus di infus pakai cairan infus beneran emang boleh pikir vanya
" ya nanti saya usahakan, asal kamu tau kan aman di kantong" ucap pak sofyan
" tenang aja pak aman lah kalau masalah itu, nih saya transfer buat dp sekarang juga pak
" ucap vanya mengambil benda pipihnya dari tas
Vanya mengirim sekitar 6 juta ke pak sofyan
vanya menyodorkan hpnya ke pak sofyan
untuk memperlihatkan bukti transferan yg ia kirim sudah masuk
" nih pak 6 juta udah saya kirim ya, karena udah rebes saya pamit ya pak" ucap vanya
Lalu pada pukul 15.00 vanya mematikan hp nya sebelum ia matikan vanya menyetel agalr para IT tak dapat menemukannya
Dari pulang sekolah Vanya main time zone, keliling keliling mall ke taman sampai jam 18.00 akhirnya vanya pergi ke rumah sakit
Di rumah sakit dokter sofyan dan perawat masuk ke ruangan inap yg telah di bayar vanya
__ADS_1
Vanya mengaktifkan hpnya
" kakak tinggal bilang hp saya tadi tidak aktif dan baru kakak aktifkan lalu bilang saya ada di rumah sakit sedang dirawat karena pingsan dan dibawa warga ke rumah sakit" ucap vanya memberi arahan ke perawat
Tak berapa lama hp vanya diaktifkan ada panggilan masuk dari vian setelah panggilan selesai
Vanya memakai baju pasien dan berbaring di bangkarnya
Dokter memasang infus ke tangan vanya " tenang ini cairannya sudah saya ubah yg aman untuk orang yg tidak sakit" ucap dokter
Sekitar 5 menit dokter memasang infus dan " ini obat tidur tingkat rendah kamu akan bangun nanti setelah 4 jam" ucap dokter memberi vanya pil pada vanya
Vanya menerima dan meminum obat lalu perlahan ia tertidur setelah vanya tertidur dokter sofyan memeriksa tetes infus namun ada seseorang yg datang dan bersuara
" dok bagaimana keadaan adik saya" ucap vian
Flashback off
Selama 3 jam vanya tidur ia bangun kembali karena merasa lapar ia sengaja tidak makan siang dan makan bubur saja rasa nya tidak kenyang
Vanya melihat Vian tidur sementara farhan bergulat dengan laptopnya ia tak bisa tidur
kepekaan farhan sangat tinggi ia menyadari vanya bangun lalu menghampiri vanya duduk di samping bangkar vanya
Vanya diam tak memberi respon
farhan menghela nafas perlahan
" Maaf ya sebenarnya abg juga ga bisa mengabaikan vanya abg terus kepikiran tapi kalau vanya ga di gituin nanti akan ngulangi lagi" ucap farhan
" Tau ga waktu vanya pergi ke pagi pagi banget tanpa dibangunin tanpa sarapan abg khawatir sekali tapi sekuat hati abg tahan biar nanti vanya ga ngulangi lagi biar vanya sadar kalau vanya salah" jeda farhan " apalagi pas liat CCTV wakah vanya pucat ingin rasanya abg geret vanya dari sekolah bawa vanya pulang, tapi lagi lagi abg urungkan niat abg dan lagi saat vanya ga pulang padahal biasanya vanya lanhsung pulang ke markas ga pernah singgah kemana pun abg uring uringan nyari kamu ke tempat yg pernah kita datangi abg pikir kamu ada di salah satu tempat itu" ucap farhan dengan nada lemah lembutnya dan tangan farhan belum berhenri mengelus kepala vanya sembari menatap vanya yg juga sedang menatapnya
" Puncaknya waktu dapat kabar kamu pingsan di jalam dan masuk rumah sakit abg benar benar merasa bersalah campur aduk khawatir gelisah takut semualah abg rasakan dan waktu vanya diam kan abg, abg rasa sesak gitu kali ya rasanya pas abg mengabaikan kamu" ucap farhan
Vanya yg sedari tadi menyimak perkataan farhan hanya mendengarkan dan menatap farhan
'yess,, ga sia sia uang vanya yg keluar dan drama ini berhasil, Vanya kita menang' batin vanya
" maafin abg ya" ucap farhan
Vanya senyum dan membuka lebar ke dua tangananya minta di peluk farhan dengan senang hati memeluk vanya
Dokter masuk dan memeriksa vanya setelah selesai memeriksa vanya
__ADS_1
" pasien sudah sangat baik demamnya sudah turun dan sudah bisa pulang kalau mau pulang sekarang" ucap dokter melepas infus vanya
" benar dok udah bisa pulang, nanti adik saya kenapa kenapa lagi pas dirumah" ucap farhan
" sudah keadaan pasien sudah baik baik saja dan boleh pulang, saya permisi" ucap dokter
" makasih dok" ucap farhan
" kita pulang" sambung farhan
Vanya mengangguk
Lah herman kenapa dokter harus mengecek keadaan vanya jam 03.00 pagi kenapa ga besok diperiksa dan boleh pulangnya?
justru karena vanya lah memberi pesan pada dokter ia merasa tidak akan bertahan tidur di kasur rumah sakit apalagi dengan bau rumah sakit
Farhan membangunkam vian yg tidur di sofa ya vian kelelehan mengurus kantor punua vanya
"Ian bangun ayo pulang" ucap farhan menepuk nepuk tangan vian
Vian membuka matanya
" emng udah bisa pulang" tanya vian dengan suara serak nya
" udah yok kita pulang sekarang aja kalau nunggu sampai pagi keburu macet lo kan harus ke kantor juga" ucap farhan
Vian menangguk setuju pasti jalanan besok pagi macet karena anak sekolah dan orang yg berangkat kerja
farhan menggendong vanya menuju mobil
diikuti oleh farhan
" abg lapar" ucap vanya
" nanti di markas abg buatin bubur ayam mau" tanya vian
Vanya menggeleng cepat" jangan bubur bg ga kenyang perut vanya" ucal vanya
" trus mau makan apa" tanya vian
" makan oatmeal aja pakai susu udah makan nasi pagian aja jam 06.00 kalau vanya lapar kali, Vian harus lanjut tidur besok ada meeting di kantor " bukan vanya menjawa melainkan farhan ia merasa kasihan dengan vian dimatanya terlihat jelas kantuk yg ia tahan
Vanya tak membatah ucapan farhan karena ada benarnya juga pikir vanya
__ADS_1