
Setelah percakapan vanya dengan theo dan maudy, mereka pulang menuju rumah masing-masing vanya pulang ke markas deathstalker, ia sampai pukul 18.30 sebenarnya hari ini vanya tidak mood karena hari ini adalah hari ultah mamanya tapi untuk menjaga menutupi itu semua ia pasang topengnya.
Ia melangkah masuk menuju ruang komputer pribadinya tanpa menyapa farhan terlebih dahulu, farhan juga sudah mengenal dan memahami sebagian kebiasaan dan watak vanya
Vian baru pulang dari kantor duduk di samping farhan " vanya sudah pulang" tanya vian, farhan mengangguk sebagai jawaban
" Vanya di ruang komputernya" ucap vian
lagi lagi farhan hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban
Setelah itu masing masing dari mereka masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri
Pukul 22.00 Vanya keluar dari ruang komputernya dengan rambut yg sudah acak acakan, mata sembab dan tangan kirinya terlihat memerah
Farhan dan Vian yg memang sedang menunggu vanya di sofa ruangan santai para inti deathstalker mereka melihat vanya keluar namun mereka hanya melihat vanya tidak mengeluarkan suara mereka karena jika vanya tidak melirik ke arah mereka maka tandanya vanya masih ingin sendiri sampainia yg memulai unyuk bicara, sebab inilah kebiasaan vanya ketika ultahnya dan ultah ortunya maka vanya akan terlihat seperti sekarang ini, namun lebih parah lagi ketika tanggal menunjukkan ultah vanya
35 menit berlalu vanya keluar dari kamarnya duduk di di antar farhan dan Vian
__ADS_1
Vian menggambil nampan yg berisi nasi dan daging rendang kesukaan vanya, via menyuapi vanya, vanya menerima hal tsb jujur saja tenaga nya sudah terkuras habis
Selesai makan Vanya mulai angkat bicara
" bg Vanya jadi anak angkat Theo Mahendra" ucap vanya sembari memakan basreng yg ada si tangannya
Vian dan farhan sama sama mengernyit kan dahi mereka sembari menatap Vanya
" Vanya mau buat jadiin mereka sebagai pendukung tambahan, bukan berarti vanya meragukan deathstalker cuma kita tidak benar benar tau kekuatan musuh jadi vanya harus menambah pendukung bg untuk mencari informasi lebih dalam dan melindungi identitas vanya sebagai keturunan Zanendra" ucap vanya
Vian juga menatap Vanya, ia juga rasanya tak mau jauh dari Vanya
" abg Vanya tiap hari mampir, vanya udah buat syarat kalai vanya boleh main dan nginap sama abg kapanpun dan sesuka vanya" ucap Vanya " ga mungkinlah vanya ninggalin abg vanya yg ganteng dan unyu unyu triplek gini" sambung vanya lagi
" Kalau ga abg ikut vanya deh tinggal dirumah mereka, tapi kalau abg ikut rumah rahasia kosong dong bg," jeda vanya berpikir " abg tinggal dirumah rahasia aja deh setiap hari minggu vanya balik lagi kerumah" ucap vanya lagi menyakinkan farhan
Farhan berdehem
__ADS_1
" abg Vian ya demi kelancaran rencana adekmu ini yg palimg cantik, gemoy imut lagi mana pinter rajin menabung nan lemah lembut" ucap Vanya
Vian terkekeh mendengar ucapan Vanya
" lakukan apa yg mau kamu lakukan asal ingat tujuan vanya, dan kami semua dan kalau ada apa apa kabarin hal sekecil apapun jgn ditutup tutupi" ucap vian
" uwah abg vian bijaksana sekali abg vanya satu ini tambah sayang deh" ucap vanya sembari melirik farhan
" mulai minggu depan vanya akan tinggal dirumah mereka bg, dan kalau abg rindu datang aja kesana" ucap vanya
" kalau diterima sama mereka" ucap farhan
" kalau Daddy Theo ga terima abg abg vanya masuk ke rumahnya vanya langsung angkat badan ninggalin tu rumah" ucap vanya serius
" lumayan dapat uang tambahan 30 juta sebulan tambah kaya vanya tanpa kerja xixii" ucap vanya sembari terkikik mendapat uang tanpa kerja
Dari pertemuan pertama Vanya sudah mencari semua data tentang Theo Mahendra yg seorang mafia namun posisi mereka tidak menduduki puncak 3 besar mafia, karena theo tidak ingin memperluas wilayaj dengan mengorbankan banyak nyawa yg teregang akibat perselisihan baik itu di bisnis ataupun pasar gelap dunia mafia
__ADS_1