Mafia Girl Deathstalker

Mafia Girl Deathstalker
bab 19


__ADS_3

" kalian baca baca Bab 12 pelajari materi nya minggu depan bapak akan adakan Quiz dadakan berhadiah" ucap pak naren


Bel istirahat berbunyi


Tring


tring


" Bapak tunggu minggi depan, selamat beristirahat" sambung pak naren


Semua temen sekelas Vanya keluar dari Kelas kecuali Vanya dan beberapa murid lainnya


Ada 1 orang cwek yg sedang tidur tepat disamping Vanya, apakah dia tidak mendengar bel istirahat? itu yg vanya pikirkan


Tapi kemudian vanya tidak peduli, Vanya saat ini membawa bekal yg dibuatkan Vian ditambah infused water kesukaan Vanya


Vanya membuka bekal dan memakan bekalnya dengan lahap dan seolah olah hanya dia lah yg ada di kelas


" wah...anak orang kaya tapi bawa bekal ini beda nih" ucap cewek yg tertidur tadi


3 menit yg lalu ia bangun dan menatap vanya yg fokus ke makanannya


sementara vanya menengok ke arah samping menatap sekilas cwek yg berada si sebelahnya


" Anak baru kan, kenalin nama gue Via panjangnya Olivia Kartika" ucap vanya

__ADS_1


" Hai Via gue Vanya alfanny" ucap vanya tersenyum lalu memberi fruit sandwichny Pada Via " nih makan ga da racunnya kok" ucap vanya


Via dengan senang hati menerima friut sandwich yg diberi Vanya ia makan dengan 2 kali lahap, Vanya yg melihatnya membolakan mata tak habis pikir 2 kali gigitan habis sementara vanya 5/6 kali gigitan


" eh makasih btw, karena dikelas ini gue ga punya teman jadi sekarang lu harus mau temanan sama gue" ucap Via


" karena nama panggilan kita sama sama awalan V oke gue terima" ucap vanya menenguk minumannya


" keknya lu asik juga" ucap Via menatap vanya


" tidak juga semuanya tergantung kondisi situasi dan lawan bicaranya" ucap vanya melirik Via


" Via Introvertkah?" tanya vanya lagi


" ga juga tapi khusus si sekolah iya" ucap Via


" gue anak beasiswa disini dan untuk akrab dan berteman dengan yg lain sepertinya susah karena mereka mandang kelas rendah dan tinggi untuk masuk ke circle mereka" ucap Via


Vanya mengangguk seolah olah membenarkan perkataan Via, padahal dia belum melihat paatinya seperti apa


" Trus Via kok mau jadiin Vanya teman bisa aja kan Vanya seperti mereka" tanya Vanya


" dari gelagat lo sih ga keliatan ya, tapi gue yakin dari penilaian dan pandangan gue lo orang baik" ucap Via


" ha ha semoga saja begitu" ucap Vanya

__ADS_1


" hah maksudnya" ucap via ia tak mengerti maksud dari ucapan Vanya


" ga lupain aja" ucap Vanya membereskan kotak bekalnya


Vanya dan Via mengobrol santai dengan sedikit candaan diantara mereka, Vanya ekstrovert? Tidak juga vanya hanya pandai memposisikan dirinya


Tak Terasa waktu berlalu dengan cepat dan jam pelajaran telah usai


Tring


tring


Tring


Bel pulang berbunyi


seluruh siswa sisinga berhamburan ke arah parkiran, vanya memperhatikan satu per satu siswa yg lewat vanya ada di lantai 3 ia belum turun karena tidak ingin desak desakan


Vanya memperhatikan 1 siswa matanya tak lepas dari pergerakan siswa tersebut


' Tunggulah sebentar lagi Vanya ingin tau bagaimana reaksimu setelah tau faktanya" batin vanya


Setelah orang yg diperhatikan oleh vanya tak nampak lagi bayanganannya Vanya melangkahkan kakinya ke arah parkiran


Diparkiran ada para most wanted yg banyak dikagauminoleh para kaum hawa SMA sisinga mereka berada di motor mereka, entah menunggu siapa

__ADS_1


Vanya hanya acuh tak melirik sama sekali ke arah para most wanted yg digilai para siswi sisinga, ia masuk mobil dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan sekolah


Sementara para most wanted seakan tak percaya baru kali ini pesona mereka di tolak oleh cewek


__ADS_2