
Sepulang sekolah Vanya singgah makan di resturant jepang ia ingin makan ramen dan sushi kesukaan mama vanya, dulu seminggu atau 2 minggu sekali mamanya akan mengajak vanya kalau ingin makan ramen dan sushi, mama vanya adalah pelanggan setia restaurant tsb sehingga para pelayannya tak asing dengan wajah vanya
Katika vanya merindukan mamanya ia akan datang ke restaurant ini dan memilih menu favorit mamanya, ia juga memilih meja yg sama ketika datang bersama mama nya dulu
Vanya melangkahkan kakinya duduk di meja yg telah ia pesan, vanya masih lengkap memakai seragam sekolahnya
Tak berapa lama kemudian pesanan datang
ramen dan sushi salmon kesukaan mamanya
Vanya menatap ramen dan menyendokkan ramen ke mulutnya
" hmm Vanya ramennya enak lo, kamu mau coba punya mama" ucap Vanya mengulang kalimat yg selalu mamanya katakan, dulu vanya tak suka dengan ramen ataupun sushi
ia hanya akan makan chikken katsu ketika makan di restaurant ini
Kalimat itu sering di ucapkan mamanya agar vanya mau mencoba ramen kesukaan mamanya, berharap vanya juga akan suka makanan tersebut
Vanya meneteskan air matanya, lalu ia mengusap pipinya yg basah setelah memakan ramen vanya mengambil piring sushi,ia mengunyah sushi salmon yg mentah
' ma vanya sekarang udah suka lo makanan kesukaan mama, selamat ulang tahun mama' Ucap vanya dalam hatinya dengan mata yg berkaca kaca
Vanya menarik nafas panjang untuk menstabilkan emosinya saat ini, ia mengusap pipinya yg basah dan menutup sebentar matanya
" hai nak apa kabar sayang" ucap seseorang lelaki
Vanya membuka matanya kemudian teeseunyum " baik om" ucap vanya
__ADS_1
" kok om kan papa udah bilang kamu panggilnya papa" ucap orang tsb
" panggil daddy aja deh bolh ya dad" ucap vanya
" bagus, daddy suka" ucap lelaki tsb
Ya lelaki tersebut adalah orang yg pernah Vanya tolong dan bawa ke rumah sakit yaitu Theo Mahendra
Theo datang ke restaurant yg sama dengan Vanya bersama istrinya
" sayang sini" panggil theo
Yg di panggil mendekat
" nak boleh daddy gabung sama kamu dimeja ini" ucap theo
" sayang ini anak yg papa ceritakan yg nolongin papa, dan bawa kerumah sakit" ucap theo pada istrinya
" hay sayang kamu cantik sekali nak" ucap istri theo tersenyum pada vanya
Belum sempat vanya membalas sapaan dari istri theo, theo terlebih dahulu memotong vanya yg ingin membuka suara
" oh iya Vanya ini istri daddy Nama istri daddy
Maudy Gianka Mahendra" ucap theo
" salam kenal tante maudy nama Vanya, Vanya alfanny tan, wah tante anggun banget" ucap vanya memuji
__ADS_1
" jgn panggik tante nak, suami bunda kamu panggil daddy berarti bunda kamu panggil bunda sayang" ucap maudy
Vanya menatap theo, theo mengangguk ke arah vanya
" iy-iya bunda" ucap vanya
" nak kamu mau ga jadi anak angkat bunda sayang, bunda dari dulu pengen banget punya anak perempuan tapi bunda hanya dikasih 3 pangeran" ucap maudy
" yakin bun...Vanya makannya banyak bun trus jajan Vanya juga banyak bun, trus kata 2 abang angkat vanya, vanya itu putri tidur karena susah banguninnya mana manja lagi bun" ucap vanya menjelekkan dirinya sendiri
Maudy terkekeh " kamu makan nya banyak mau jajan nya banyak, tenang uang daddy ga akan habis kalau cuma makan dan jajan kamu sampai 50 tahub ke depan" ucap maudy
" mau ya nak jadi anak daddy tinggal sama daddy, uang jajan kamu sebulan dassy kasi 20 juta perbulan" ucap theo
" mommy tambahin 10 juta"ucap maudy
Kalau dipikir pikir sih uang Vanya cukup untuk membiayi dan menyenangkan dirinya, namun tak ada salahnya menerima untuk menambah pendukung dirinya pikir Vanya
" oke vanya satuju dad, bun dengan syarat yg berlaku 1. Vanya boleh main sama abg vanya
Vanya boleh nginep dirumah abg vanya kapanpun vanya mau deal" ucap vanya memberi syarat
" oke deal" jawab theo dan maudy kompak
__ADS_1