
Vanya sebenarnya sudah melewati setengah semester dengan kelas reguler namun Via Zoom dan ya Vanya harus membayar lebih unyuk hal tersebut.
Tapi hari ini Vanya dengan berat hati mengikuti kelas atas permintaan Abangnya ya siapa lagi kalau bukan farhan, ia ingin vanya punya teman, tumbuh dengan bersosialisasi dengan baik. maka dari itu farhan gencar mengancam vanya untuk mengikuti kelas
Vanya yg sudah memakirkan motornya berjalan menuju ruangan kepala sekolah
tok
tok
" Permisi pak Saya Vanya Alfanny yg sebelumnya kelas reguler Via zoom namun sekarang saya ikut masuk kelas" ucap Vanya sopan dan menampilkan wajah polos dan senyuman khasnya
" ouh kamu Vanya Ma Sya Allah cakepnya
sebentar ya nak, " ucap guru itu celingak celinguk mencari seseorang
" Pak Oka, tolong antarkan Vanya ke Kelas X IPA 1 ya pak" ucap kepsek
" wah kamu vanya kelas reguler Via Zoom udah bisa masuk kelas sekarang" tanya pak oka
Vanya senyum " iya pak"
Vanya mengikuti langkah kaki pak oka mereka naik ke lantai 3 sekolah menggunakan lift hingga langkah kaki pak oka berhenti di 1 ruang kelas
tok
tok
" Permisi buk sari ini ada murid reguler Via zoom yg kita ajar itu kini sudah mengikuti kelas" ucap pak oka
" Ayo masuk ini kelas kamu" ucap pak Oka
Vanya memasuki kelas
(wah wajahnya kiyowo)
(astakjim bidadari tak bersayap ini mah)
(dih... biasa aja padahal)
(bocil banget wajahnya)
(akhhh gunti bogel mama kemasan sachet)
(Nikmati mana lagi yg kau dustakan)
(Ya tuhan di borong semua lesung pipi punya ginsul juga punya )
" Vanya perkenalkan diri kamu nak" ucap buk Sari
" Hy semua Saya Vanya Alfanny, umur 14 tahun bisa cepat lulus SMP karena guru gurunya kalah saing hehehe" ucap vanya nyengir sehingga ginsulnya keliatan.
" Nah anak anak Vanya ini sebelumnya kelas reguler tapi Via Zoom dengan biaya 2 x lipat dari kelas reguler biasa, dan Vanya juga dari awal sudah masuk grup WA kelas X IPA"ucap buk sari memberi penjelasan
" Vanya kamu duduk di kursi yg kosong itu ya" ucap Buk sari
__ADS_1
Vanya menduduki kursinya, Kursi high school bramaja ini seperti kursi anak kuliahan jadi vanya duduknya sendiri
" Nah ibu akan mulai pembelajaran kita minggu lalu sudah ibu jelaskan tentang puisi modern bukan sekrang ibu akan tagih kalian buat puisi modern ibu akan pilih random, dan ibu kasih waktu 5 menit untuk membuat puisi kalian" ucap buk sari
setelah 5 menit
"ya silahkan Zahra suarakan puisimu"
" saya gugup buk" ucap zahra
" ga usah maju duduk di kursi saja" ucap buk sari
zahra mulai membaca puisinya
" Dalam kesunyian malam
Aku menangis mengingat–Mu
Dalam pilunya hati aku bersujud
Dengan Ratap Aku berserah kepadaMu
Renungi dosa dan khilafku, takut dan sesalku merangkai doa
Ya tuhan ampunilah dosa dan khilafku"
prok.. prok
" bagus hamba tuhan yg bertobat judulnya" ucap murid lain
axelo membaca puisinya
" ehm.. ekhm...
" Kisah ini hanya kau dan aku
tak ada ketiga, kelima, atau ketujuh
aku adalah kau, kau adalah aku
Senyummu bahagiaku, tangismu laraku
Citamu wajibku karena kau...
tulung rusukku"
prok prok
" Cih bucin akut" ucap murid lain
selanjutnya Vanya Alfanny
deg
deg
__ADS_1
'duh kok gue, tiba tiba banget aelah,puisi apa ayo mikir Vanya mikir' batin Vanya
Vanya diam sebentar
kelaspun hening
suara Vanya memecah keheningan
" Jika rindu hanya sebatas kata
mengapa sakitnya sangat menyiksa
jika rindu hanya sebatas rasa
mengapa sakitnya sangat terasa
Rindu, Sesulit itukah dirimu untuk bisa mengerti
Rindu apa ini hukuman untukku?
jika benar begitu, maka biarlah hukuman rinduku menusuk relung hati, tapi Rindu
kenapa engkau meminta pertemuan sedangkan jarakku
dengannya begitu luas terbentang.
prok prok
" Sad banget puisi lo"
" haduh jadi cengengkan gue"
" menusuk hati banget"
" yah.. neteskan mana ingat emak gue lagi"
ucap beberapa siswa
" iya ibu juga melow jadinya, baiklah anak anak karena ibu ada urusan ibu mau ke ruang kepsek, jangan keluar sampai bel istirahat bunyi ya" ucap buk sari bersiap siap meninggalkan kelas
" siap laksanakan bu"
bu sari keluar dari kelas
beberapa murid cewek mengampiri Vanya
" Hai Vanya kenalin nama gue Tasya Yulia Putri atmaja" ucap tasya memperkenalkan diri
Vanya tersenyum hangat " hai tasya salam kenal"
" Hai Fanny nama gue Elena Nasution di panggil lena" ucap lena
Vanya senyum " hai juga lena"
" Oke mulai sekarang kita teman right, tanpa penolakan lu teman kita" ucap tasya
__ADS_1
" oke kalau kaina maksa" ucap Vanya terkekeh kecil