
Vanya melajukan motor sport nya
dengan santai memasang hadshet di telinga dan memutar lagu yg bikin mood bagus, pagi ini rasanya Vanya hanya ingin kedamaian
Vanya berada di jalan tengah tengah hutan jalan yg biasa ia lewati ketika ingin pulang atau pergi dari rumah rahasia
ditengah perjalanan Vanya melihat sosok laki laki yg di koroyok banyak pria beebaju hitam dan juga berbadan besar
'ga ditolongin dosa, ditolongin ngerusak mood damai pagi vanya dong'batin vanya dengan sorot mata tak lepas dari pertikain yg terjadi didepannya
'tapi kalau om itu yg salah gimana, masa vanya nolongin orang yg salah, tapi kalau ngebiarin om itu meninggoy di keroyok lebih ga berkemanusian lagi kan'batin Vanya lagi
lama bergulat dengan pemikirannya akhirnya vanya berhenti dekat pertikaian itu
" Polisi om polisi niu niu niu" ucap Vanya menghampiri mereka dengan menirukan suara sirene polisi
" ngibul ente bocah"
" heh bocah udah sono sekolah malah mampir" ucap pria baju hitam
" Ada apa om bagi bagi sedekah kah Vanya juga mau om" ucap Vanya
" Bocil minggir deh ya yg cantik imut kita lagi kerja nih" ucap pria baju hitam
" oh lagi kerja jgn panggil aku anak kecil paman namaku shiva" ucap Vanya menirukan kalimat kartun india
Bugh
bugh
brak
krekk
arrgghh
" heh bocah" ucap pria baju hitam
" om lagi kerja kan aku juga lagi kerja om
kerja membantu orang yg dikeroyok" ucap Vanya sambil membogem para pria berbaju hitam
bugh
bugh
__ADS_1
krek
plak
bugk
brak
15 orang habis dibantai vanya
definisi kecil kecil cabe rawit
pria berbaju hitam tsb kabur dari hadapan Vanya
" Om baik baik aja atau ga baik baik aja" tanya Vanya
" Darah, kepala om berdarah ayo ke rumah sakit om, " ucap Vanya membantu orang tsb berdiri dan memasukkan nya ke mobil orang tsb
" Duh... si Chimmy gimana masa di tinggal huaaa beri vanya petunjuk tuhan" ucap vanya bingung
chimmy nama motor sport vanya
" suruh stalker aja ngambil kali yak" ucap Vanya
sesampainya di rumah sakit vanya susah payah membopong tubuh besar orang tsb
" sus.. sus tolong sus" teriak vanya
suster mengampiri mereka ketepatan sangat sigap sehingga suster yg mengambil alih orang tsb
Vanya menunggu didepan pintu IGD
pasien saat ini sedang ditangani
" Bagaimana keadaan om dok" tanya Vanya
" tidak ada yg buruk hanya cedera dibagian kepala dan kaki tapi sudah kami tangani pasien akan di pindahkan ke ruang rawat dan sebentar lagi mungkin akan sadar" ucap doktor
" baik terima kasih dok
2 jam Vanya menunggu om itu sadar
tak lama pria itu membuka matanya
Vanya sibuk dengam Handphonenya
__ADS_1
" kamu yg nolongi saya ya" ucap om itu
" om udh sadar" ucap Vanya menuju bangkar pasien
" mau minum om" tawar Vanya ke om tsb
" tolong ya" ucap om itu
Ceklek
pintu kamar inap terbuka
" Pa.. papa baik baik aja" tanya pemuda yg baru datang
pemuda tersebut sekitaran umur 20 an
" Papa baik baik aja berkat gadis ini" ucap om itu menujuk ke arah Vanya
" terima kasih sudah menolong papa saya" ucap pemuda itu
" oh iya nak nama kamu siapa" tanya om itu
" Vanya Alfanny om" ucap Vanya
" jgn panggil om panggil papa saja oh iya nama papa Theo Mahendra dan ini putra papa namanya Gio Arsen Mahendra panggil abg saja" ucap theo
" emng gapapa om" tanya vanya sungkan
" gapapa saya senang kalau kamu manggil saya papa, oh iya boleh papa undang ortu kamu makan malam sebagai ucapan terima kasih" ucap theo
Vanya senyum " ortu saya sudah lama tiada om" ucap Vanya
" Maafkan papa nak papa ga tau" ucap theo merasa bersalah
" gapapa kok om eh pa" ucap Vanya
" papa tau siapa pelakunya dari pesaing bisnis atau pasar gelap" ucap Gio
Theo mengkode gio melalui mata karena vanya masih ada ditengah tengah mereka
Vanya sadar akan hal tsb " oh iya karena udah ada anak papa vanya balik dulu ya" ucap Vanya
" biar abg antar sekalian beli seragam baru seragam kamu banyak bercak darahnya" ucap Gio
" ga ngerepotinkan bg kalau ga sih ya ayok let's go sama beliin es cream ya bg Gio" ucap Vanya
__ADS_1