Mafia Mencari Cinta Sejati

Mafia Mencari Cinta Sejati
SELERA MAKAN BOS R


__ADS_3

Beni terlihat buru-buru memesan makanan yang biasa disajikan kepada bosnya,


ya memang hal itu sudah menjadi rutinitas baginya selaku bawahan tepatnya assisten pribadi bosnya itu.


Bosnya tersebut memang bukan orang yang biasa.


bisa dibilang punya selera yang berbeda dan lain dari yang lain, salah satunya dalam selera makanan. Dia hanya akan memakan makanan yang disediakan restoran tertentu. Ia biasanya tertarik memakan makanan di restoran Eropa yang terkenal dan mahal di ibu kota tersebut.


Yang paling parahnya dia tidak suka order delivery selayaknya jaman canggih saat ini, sehingga Beni sang assisten pribadinya setiap hari wajib mampir ke resto tersebut untuk memesan makanan sang bos. Padahal di perusahaannya yang sangat besar tersebut sudah tersedia banyak makanan untuk para pegawai/pekerja, dan dimasak oleh koki yang berpengalaman juga.


Namun bukan big bos 'R' namanya jika tidak menjaga nama agungnya. Dia merasa makanan yang disediakan kantornya tidak layak untuk bos seperti dirinya. Itulah alasan kenapa assisten Beni selalu menyempatkan diri ke resto tersebut ketika menjelang makan siang.


Memang jarak antara perusahaan dan resto sangat dekat, jaraknya hanya kurang lebih 3 km dan biasanya ditempuh dengan 2 menit perjalanan menggunakan mobil. Sesampainya di resto ia pun memesan makanan siang yang biasa ia pesan ke pegawai yang biasa ia jumpai.


"Mba hari ini bos hanya meminta makanan la sagna dan jus blueberry" ungkap beni


"Ya tuan" dengan senyum mila mengangguk dan mepacking makanan yang dipesan laki-laki tersebut.


"Bosnya tuan kayaknya lebih suka makanan prancis ya tuan, saya lihat lebih sering memesan makanan prancis? " tanya Mila ke Beni.


"Bisa dibilang begitu"


Ketika semua makanan sudah terbungkus dengan baik, ia keluar dengan santai dan berjalan dengan sangat sangat menawan.


Dia sudah biasa menjadi pusat perhatian di resto tersebut karena dia seseorang yang ganteng, tinggi, kulit putih bersih dan macho.


Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya selalu menampakkan sumringah yang lebar.


Seraya tersenyum tipis ke beberapa pelayan yang senyum kepadanya ia berjalan ke arah luar dan menuju parkir mobilnya. Ketika mendekati mobilnya ia terkejut karena ada seorang gadis berambut hitam dan panjang yang bersembunyi dibalik mobil silver yang ia kendarai. Ia menduga gadis itu sedang melakukan suatu tindak kejahatan sehingga ia berjalan dengan cepat mendekati gadis itu.


Gadis itu tampak gugup karena kehadiran sosok yang ia kenal. Ia ingin berlari meninggalkan laki-laki itu namun tanpa sengaja jus blueberry yang di pegang tertumpah, dan sialnya jus itu tumpah ke baju Beni. Beni juga seorang laki-laki yang sangat menjaga kebersihan.


Dia sebenarnya sudah sangat kesal namun ditahan. Terlihat dari mimik wajahnya yang tak lagi menampik kan senyuman seperti sedia kala. Ia mengepal keras jari tangannya dan mencoba melampiaskan kekesalannya.


"Maaf tuan... maaf... aku tidak sengaja", gadis tersebut berkata sambil membungkukkan badan dan hendak mengelap baju Beni


"Aisss... bos ku menjaga kebersihan dengan ketat, kalau gini bos pasti tidak mau makan nanti", ungkap laki-laki itu seraya mengelap bajunya sendiri dengan sapu tangan yang diambil dari kantongnya. Ia merasa najis disentuh perempuan itu.


"Aduhhhh.... maaf sekali lagi tuan, maaf.. ",lirih perempuan tersebut dengan raut wajah yang merasa bersalah.


" Apa yang kau lakukan di samping mobilku hah??? ", cerca laki-laki itu geram.

__ADS_1


" Saya tidak melakukan apa-apa tuan, saya hanya berdiri disini", jelas gadis itu lesu, ia khawatir karena laki-laki itu menuduhnya melakukan sesuatu, padahal ia hanya berusaha bersembunyi dari laki-laki yang tidak asing baginya.


"Sudah" Beni bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil itu dengan cepat.


Beni kini sudah sampai di perusahaan, ia sebenarnya sedang merasa bingung. Jika langsung menghampiri bos, bosnya pasti


akan marah karena melihat bajunya yang kotor. Bosnya sangat dan sangat menjaga kebersihan, Jika dengan keadaannya saat ini ia tau bosnya itu tak memakan makanannya.


Karena sangat menjaga kebersihan sehingga ia tidak melakukan pemesanan makanan via order delivery. Dia yakin kalau tangan orang yang mengantarkan makanan itu tidak steril, dan tidak menjamin kebersihan seutuhnya. yang ia percaya menerapkan kebersihan hanya lah sang assisten Beni. Bosnya memang mengidap suatu gangguan kejiwaan OCD sehingga ia tak mudah percaya seutuhnya kepada orang lain.


Beni masih berpikir keras dibalik pintu ruangan sang CEO itu, jika membersihkan diri dan mengganti pakaian saat ini maka akan memakan waktu. Bos dan dia sebagai assisten pribadi akan mengadakan rapat secepatnya di cabang perusahaan.


Rapat tersebut terbilang sangat penting karena akan membahas tentang strategi penaikan pemasaran. Perusahaan cabang tersebut mengalami penurunan laba penjualan sebesar 10 persen 3 bulan terakhir ini. Bos perusahaan itu ingin menata ulang sistem kepegawaian dan sistem kinerja di sana.


Dengan berat hati ia langsung menjumpai bosnya, yang sedang duduk di kursi kebesarannya didalam kantor CEO milik bosnya tersebut.


"Tok.. tok... tok.. ", Beni mengetuk pintu perlahan.


"Masuk", ucap laki-laki yang sedang duduk itu.


"Maaf bos ini makanannya, saya harus segera mandi dan mengganti pakaian dulu" ungkap Beni sambil menunduk.


"Saya tidak akan memakan makanan ini", ucap bosnya itu tak menatap sedikit pun makanan itu dan menatap tajam kearah pakaian Beni. Terlihat jika bosnya itu sedang marah dan emosi saat itu.


Beni sudah menduga bahwa bosnya itu pasti akan marah karena melihat bajunya yang kotor.


"Dan insentif mu dipotong 30 persen bulan ini" imbuh bosnya itu membuat sang assisten terkejut


What?


Beni tau bosnya pasti berkata seperti itu. Di mata bosnya semua harus Perfect alias sempurna karena ia mengidap gangguan OCD. Sesuai perjanjian kerja yang ia tanda tangani, di sana sudah disepakati bahwa ia akan mendapat bonus 3 kali lipat jika tak melakukan kesalahan.


Ia memang dibuat berbeda dengan pegawai lainnya karena kegigihan dan kualitas pekerjaannya selama ini. Tapi juga tertulis bonusnya akan dipotong jika melakukan kesalahan walau kesalahan kecil. Oleh sebab itu ia menerima keputusan bosnya tersebut tanpa melakukan perlawanan.


Ia sudah bekerja dengan bosnya sejak 6 tahun lalu sampai sekarang. Mereka dulu kuliah di perguruan yang sama bahkan bahkan satu jurusan. Mereka waktu itu kuliah di Universitas California dengan jurusan manajemen Bisnis.


Ia masuk jalur beasiswa luar negeri yang dia perjuangkan dengan mati-matian, hal tersebut menjadi impiannya semenjak ia duduk di bangku SMA. Sedangkan bos R masuk secara mandiri dengan biaya sendiri, ya dia memang orang mampu dan kaya raya juga keluarga berpengaruh di negara itu. Dari dulu ia memang periang dan jenius juga, tidak heran banyak teman yang suka dengannya.


Dosen di kampus juga selalu menjadikannya mahasiswa favorit karena kejeniusannya. Berbeda dengan bos R, dia memang pintar dan jenius namun dia tidak terlalu menunjukannya. Dia cenderung cuek dan dingin dan hanya fokus ke kegemarannya. Ia tidak terlalu fokus dengan kuliahnya, ia hanya fokus dengan kesenangannya dengan bermain-main dengan wanita, foya-foya dan dugem.


Mereka sudah kompak semenjak kuliah, itu awalnya ketika bos R menolongnya dijalan. Saat itu Beni sedang berjalan sendirian dari kampus menuju tempat tinggalnya. Ia tinggal di apartemen kecil dan sederhana yang ia kontrak pastinya. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus karena ada jalan tikus dari samping kampusnya, jika melewati jalan umum sebenarnya agak jauh itulah sebabnya ia memilih jalan tikus karena akan lebih dekat.

__ADS_1


Saat ia berjalan di lorong jalan tikus itu terlihat tiga laki-laki bertubuh besar mendekatinya dan berusaha menarik tubuhnya ke dalam gang yang lebih sempit. Ia menduga bahwa mereka sudah lama mengincarnya karena ia sering lewat dari jalan sempit dan sepi itu sambil membawa peralatan kuliahnya yaitu laptop.


Saat itu ia merasa sangat panik karena dua dari mereka langsung menarik tangannya ke belakang seraya menodongkan pisau tajam di pinggangnya, satu orang lagi merampas HP dan laptopnya.


Ia meronta namun tenaga mereka besar dan ia tidak bisa melawan mereka karena ia hanya sendirian. Ia sudah mulai pasrah dan sedih.


Di laptop itu terdapat banyak file-file tugas kuliahnya. Ia bukanlah orang yang kaya yang bisa membeli keperluan kuliah kapan saja.


Orangtuanya orang yang sederhana, pekerjaan mereke hanyalah seorang pedagang sembako kecil, namun bisa mencukupi kebutuhan mereka dengan 3 adiknya.


Sesekali jika ada rejeki mereka akan mengirim sedikit uang, namun jarang. Ia bisa kuliah karena beasiswa dan biaya sehari-harinya di tanggung sendiri dengan bekerja paruh waktu.


Ia bekerja di salah satu cafe di kota tersebut di kota San Diego California ketika pulang kuliah. Laptop tersebut ia peroleh dari hasil jerih payahnya sendiri bekerja.


Ia sedih bahkan sangat sedih ketika mereka mengambil secara paksa barang miliknya tersebut. Ia berpikir keras bagaimana ia akan mengganti laptopnya itu????. Itu hasil jerih payahnya selama bekerja 8 bulan. Ketika ia dalam keadaan pasrah dan menerima kenyataan, tiba-tiba.....


"BUGH"


Pukulan keras mendarat di kepala salah satu laki laki berbadan besar tersebut. Tanpa berselang lama ketiga laki-laki tersebut sudah Ko dan babak belur oles bos R.


Ia merasa takjub dan heran melihat laki-laki itu bisa melawan tiga orang KO?


"Terimakasih R...... *" ungkapnya bahagia seraya menunduk.


"Lain kali jangan lewat sini bahaya" , balas laki-laki itu kepadanya.


"Maaf R.... * aku memang sengaja lewat dari jalan ini supaya lebih dekat ke apartemenku, kalau dari sini bisa jalan kaki" jelasnya kepada laki-laki itu.


"Memang kamu tinggal dimana? ", tanya R kepadanya.


"Em.. simpleks green apartment", imbuhnya serius.


"Oh numpang denganku saja, kebetulan tempatku lewat dari jalan itu. ", beber R memberikan penawaran.


Sejak saat mereka menjadi berteman dan bersahabat. Ia sungguh bersyukur berkat R laptop dan HPnya kembali, Sejak saat itulah mereka akrab. Beni memutuskan akan selalu mengingat pertolongannya.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2