Mafia Mencari Cinta Sejati

Mafia Mencari Cinta Sejati
Rey bertemu dengan Fidel


__ADS_3

(POV Benni)


Au merasa sangat kesal sebenarnya, kenapa bisa ada orang aneh bersembunyi di balik mobilku?. Apa mungkin dia mau maling?, atau dia punya niat jahat? atau ada rencananya yang lain?


Beni menyetir mobil sambil memikirkan kejadian tadi, dimana dia ketumpahan jus yang dia bawa sendiri. Seandainya itu bukan jus ku sendiri mungkin aku akan memberi pelajaran kepada wanita itu. Sudah lah untuk apa aku memikirkan wanita aneh itu pikirku, itu membuat ku semakin pusing. Aku kembali fokus menyetir mobil yang kubawa saat ini.


Setelah sampai di perusahaan aku berniat mengganti pakaian terlebih dahulu, namun ku urungkan niatku itu mengingat bagaimana karakter bos ku itu. Aku tau bagaimana bos Rey, dia menginginkan semuanya harus serba sempurna. Tidak bisa ada kesalahan sedikit pun juga. Tidak ada kata terlambat dan harus tepat waktu. Aku sangat memahami dan mengerti akan sifat bos ku itu.


Setelah itu aku masuk ke dalam ruangan bis Rey dan menyodorkan makanan itu. Bos Rey tampak kesal, ia memotong bonus ku kali ini gara gara bajuku yang kotor. Ia merasa makanan itu juga pasti sudah kotor.


Bos Rey menjaga ketat kebersihan, dia hanya percaya denganku saha. Jika orang lain yang mengantar makanan kepadanya jangan harap akan dimakan. Dia merasa orang lain belum tentu menjaga kebersihan seperti ku.


Kadang aku merasa jengkel dan risih, kenapa bisa ada manusia yang seperti itu?. Tapi mengingat kebaikannya ku tepis pikiran itu, tidak bisa ku pungkiri kalau bos Rey selalu baik kepadaku. Dia selalu memberi bonus lebih kepadaku dan juga jika aku ada urusan keluarga bos Rey pasti memberiku ijin juga menitipkan oleh oleh kepada keluargaku.


Dibalik sisi negatifnya masih ada kebaikan yang tak bisa ku lupakan, hingga aku sudah mengabdi dengan nya selama 6 tahun ini. Dia tidak pernah menyembunyikan rahasia denganku karena dia tau aku bisa menjaga rahasia itu.


Aksi ilegal yang ia lakukan aku ketahui sepenuhnya, bahkan aku juga sudah menjadi bagian dari itu semua. Bos Rey berkembang pesat bukan hanya karena perusahaan besarnya, namun dia juga menjalankan bisnis mafianya. Dia memang digolongkan mafia kuat kelas kakap.


Bos Rey bisa membungkam oknum oknum hingga aksinya tak pernah terbongkar. Jika ada bawahannya yang berbuat sedikit kesalahan ia tak sungkan akan membunuhnya beserta anggota keluarganya yang lain. Kami semua bawahannya sudah mengetahui itu, itulah sebabnya kami bekerja secara profesional tanpa mengusik rencana bos itu.


Hingga 2 minggu lalu kami kecolongan sedikit, ada satu tawanan yang tidak bisa kami temui hingga saat ini. Dia hanya seorang wanita tapi punya kemampuan yang besar sehingga bisa lolos tanpa jejak.


Nasib Mery dan keluarganya sudah di ujung tanduk, bos memberinya waktu 2 minggu untuk menangkap gadis itu. Ia memohon untuk diberikan kesempatan lagi. Ia berjanji akan menemukan gadis itu.


####


Aku meminta ijin kepada bos Rey untuk pulang ke apartemen ku. Aku berniat mengganti bajuku yang sudah kotor.


"bos aku ijin pulang sebentar ke rumah" ucapku sopan sambil menundukkan kepalaku.


"Ya,, dan jangan lupa schedule kita hari ini", jawab bos dengan nada rendah dan raut wajah dinginnya.


"Iya bos" jawabku sambil berjalan keluar ruangan bos Rey.


Hari ini kami memang punya schedule ke kota SAN Fransisko untuk pertemuan dengan partner bisnis bos Rey. Aku berjalan dengan cepat menuju lift yang biasa kami naiki. Lift ini dikhususkan untuk kami berdua bos Rey dan aku. Pegawai dan yang lainnya dilarang memakai lift ini.

__ADS_1


Jarak antara kantor dan apartemenku memang dekat, hanya dibutuhkan waktu 10 menit aku bisa langsung sampai menggunakan mobil Alphard milikku.


Aku memang punya kendaraan sendiri, dan jika ada urusan bersama dengan bos Rey aku akan naik mobil bos Rey. Bos tidak memintaku jadi supirnya supaya aku bisa lebih fokus bekerja sehingga ia membayar supir pribadinya.


Aku sengaja naik mobilku sendiri karena aku juga butuh waktu sendiri. Waktu sendiriku atau me time ku ketika malam hari ketika bos sudah bersama wanitanya.


Bos tidak suka diganggu ketika malam hari, aku hanya menyiapkan apa yang dibutuhkannya dan pergi. Malam itu juga aku menggunakan kesempatanku untuk menikmati me time ku. Me time bagiku itu hanya minum di bar sambil menikmati musik di sana.


Aku bukanlah seperti bos ku yang menghabiskan seluruh malamnya dengan wanita. Aku sebagai lelaki sebenarnya merasa aneh dan takjub. Aneh karena bos harus melakukan itu setiap hari, **** adalah hal yang wajib dan harus baginya.


Sesibuk apapun bos Rey, dia pasti menyempatkan waktunya untuk hal itu. Takjub karena ia mampu mengeluarkan itu setiap hari namun besoknya ia tidak tampak lemas sama sekali bahkan aku lihat dia semakin fresh bugar.


Kadang aku merasa lucu sendiri melihat kelakuan bos ku yang mulai tidak bisa mengontrol emosinya, aku tau bos menginginkan hal itu untuk melampiaskan hormonnya. Aku sebagai asistennya akan segera mengatur waktu baginya untuk memenuhi keinginan laki-lakinya.


aku akan segera menghubungi wanitanya untuk datang ke lokasi yang ku beri tahu. Wanitanya pun seolah mengerti dan langsung datang, aku tak paham apa isi otak para wanita yang pernah bersamanya.


Kadang aku merasa kasihan dengan bos Rey, sampai kapankah dia akan bertahan seperti itu?, apakah dia mempunyai rasa cinta? sudah puluhan wanita yang dijadikan wanitanya aku udah bikin namun tak pernah bertahan lama.


###


Setelah sampai di lantai 17 aku masuk ke ruangan bos dan melihat bos tampak sedang memainkan handphonenya.


"Kita berangkat bos", ucapku ke bos seraya menundukkan kepalaku.


"Ayo", jawab bos Rey dengan santai sambil menyimpan handphone nya.


Aku bergegas ke meja bos dan mengambil tas bos yang terletak di mejanya. Aku membawa tas bos yang sudah menjadi kewajiban ku. Kemana pun kami akan berangkat, akulah yang akan membawa perlengkapan bos karena itu sudah menjadi tugasku sebagai asisten pribadinya.


Aku juga bertugas menyiapkan bahan bahan yang akan digunakan ketika ada pertemuan dengan partner bisnis bos. Aku tak pernah sekali pun melakukan kesalahan, itulah sebabnya aku menjadi tangan kanan bos Rey.


Kami bergerak menuju lift yang kupakai tadi, sesampai dibawah kami melihat jimmy supir bos Rey sudah menunggu di depan. Parkiran mobil bos memang sengaja dibuat di dekat pintu keluar. Kami tak perlu berjalan jauh ke area parkiran lagi.


Kami masuk ke dalam mobil dan pak Jimmy sebagai supir pribadi bos Rey mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.


"Lebih cepat lagi Jimmy, kami sudah terlambat" ucap bos sambil memainkan handphonenya. Aku tau bos pasti sedang berkomunikasi dengan seseorang.

__ADS_1


"Baik tuan" jawab pak Jimmy antusias


Baru sekitar 20 menit mobil melaju tiba-tiba kami terkejut karena pak Jimmy mendadak menginjak rem.


"Ada apa Jimmy" ketus bos Rey dengan suara agak kencang dan raut wajah kesal.


"Maaf bos... hampir saja mobil kita menabrak wanita yang di depan sana", jawab pak Jimmy ketakutan


"Beni turun dan urus", perintah bos kepadaku


Aku dan pak Beni turun dari mobil, dan lagi aku semakin kesal. Aku bertemu lagi dengan wanita aneh tadi.


"Kalau jalan liat-liat dong" ucapku dengan kesal penuh penekanan.


"Sudah dua kali kamu membuatku sial" ungkapku lagi dengan terang terangan,


namun wanita itu tampak diam dan terlihat gemetaran. Ia tak menjawab ucapanku dan aku melihat wajahnya sudah pucat pasi.


"Kenapa belum beres" ucap bos Rey yang tampak kesal dan sudah keluar dari dalam mobil.


"Beni beri dia uang sebagai kompensasi,


kita berangkat sekarang" ucap bos lagi dengan suara kencangnya. Aku tau bos sekarang sedang marah. Wanita ini sudah menunda waktunya.


Baru aku mulai menawarkan ganti rugi seperti ucapan bos, wanita itu sudah berlari sangat kencang dan masuk ke gang sebelah kiri jalan yang kami lalui. Aku lagi lagi merasa ada yang aneh dengan wanita itu.


Karena wanita itu sudah pergi kami semua kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan kami menuju Dan Fransisco.


.


.


.


bersambungggggg

__ADS_1


__ADS_2