
Beni berjalan mendekati gadis itu dan menginstrusikan nya untuk mengikuti dia ke suatu tempat. Gadis itu hanya mengikuti apa yang di perintah kan laki-laki itu. ia berjalan dengan cepat karena ia tidak ingin ketinggalan jejak, ia takut jika ia masih akan kena masalah jika ia tak mengikuti dengan baik perintah mereka. sehingga ia mengikuti langkah kaki lebar lelaki itu.
Mereka berjalan ke arah ruangan paling pojok di dekat lobby lantai itu. Tampak Beni menekan bel yang terdapat di samping pintu kamar itu. Seketika pintu kamar itu terbuka, lelaki itu menyuruh gadis itu masuk ke dalam kamar yang baru terbuka itu.
"Masuk nona,,, tuan sudah menunggu di dalam"
Degh
Jantung gadis itu bergetar tak karuan, kini ia sedang merasa gugup serta ketakutan.
"B.. b.. baik ", balas gadis itu dengan suara gugup dan terputus.
Ia kemudian berjalan perlahan ke ruangan itu, ruangan itu terlihat tidak terlalu terang. Namun gadis itu masih bisa melihat suasana kamar itu sangat mewah. Di sana terdapat beberapa peralatan mewah seperti spring bed king size, ada juga 2 lemari kayu relief khas kerajaan romania, kursi sofa yang gagah dan mewah bernuansa italia serta ruangan itu di lapisi karpet mahal ala kerajaan mesir.
Ia seketika merasa takjub melihat pemandangan di kamar mewah itu, namun ia bertanya -tanya dimana sekarang keberadaan laki-laki itu?, tadi ia masih melihat ada seseorang yang membuka pintu kamar itu tapi ketika masuk ia tak melihat seorang pun.
Ia memperhatikan ke sekeliling ruangan untuk melihat dimana sebenarnya keberadaan laki-laki bejad itu, namun ia belum kunjung melihat apa yang sedang ia cari.
Ia akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu, 10 menit kemudian tiba-tiba terdengar suara pintu yang sedang di buka.
KREKKK
"Apa yang kamu lakukan di sana? ", ucap laki-laki itu dengan tatapan tajam dan penuh kebencian kepada wanita itu.
"Apa yang kau inginkan? ", balas gadis itu tanpa menjawab pertanyaan laki laki itu,
"Cuihh...lancang sekali kamu wanita kurang ajar, panggil aku tuan Rey", ucap lelaki itu dengan penuh penekanan, ia berusaha menahan emosi .
__ADS_1
"Lanjut saja ke intinya TUANNN", fidelia tampak berbicara dengan menekan kan kata tuan seolah olah sedang mengejek.
"****... ", bos Rey kini tak sabar lagi, ia berjalan mendekati gadis itu seraya menjambak rambut gadis itu.
"Apa yang kau ingin kan TUAN REY? ", gadis itu berkata lebih menghina lagi, dan hal itu sukses membuat laki laki itu semakin geram dan emosi.
"Apa kau tidak tau siapa aku?, lagi lagi kau membuat ku emosi bastard, apa aku harus meremukkan tulang kaki mu terlebih dahulu supaya kamu tau siapa aku? ", sarkas lelaki itu dengan suara keras, ia tidak khawatir bersuara keras karena ruangan itu memang kedap suara.
"Aku tidak perlu tau siapa kamu, dan aku hanya ingin tau apa yang kau inginkan tuan? ", balas gadis itu tanpa rasa takut, ia tidak ingin terlihat lemah dan ketakutan.
"Ohhh,,, baru kali ini aku melihat ada yang berani menentang ku, dan ia hanya seorang wanita lemah,, ck.. ck.. ck,, bagaimana kalau perkenalan kita dengan memotong tangan mu terlebih dahulu? " ucap bos Rey dengan senyuman devilnya.
"Kenapa tak kau bunuh saja aku TUAN? "
balas wanita itu dengan tetap mengucapkan nada mengejeknya.
"Dan jangan lupa, kamu harus menurut dengan apa yang ku minta", imbuh lelaki itu seraya duduk di kursi kebesarannya yang mengajar ke pemandangan indahnya ke kemerlip kota California.
Ia tampak hanya menggunakan pakaian tidur saat ini, ia memang baru saja keluar dari kamar mandi ketika wanita itu sudah ada di kamar itu.
Wanita itu tampak semakin kesal melihat tingkah laki laki itu yang semena mena dan merasa paling harus di takuti. Tapi entah kenapa gadis itu tidak merasa takut pada saat ini bahkan merasa sangat geram dan marah melihat laki laki itu, mungkin itu karena perbuatan nya yang tidak keprimanusiaan yang telah gadis itu lihat selama ini. Ia sudah pasrah dengan apa pun yang akan di lakukan laki laki itu kepadanya.
"Bersihkan dirimu sekarang juga", pinta lelaki itu dengan suara kecil namun masih bisa di dengar gadis itu.
"Kenapa aku harus melakukan itu?, apa sebenarnya yang kau inginkan? " cerca gadis itu muak.
"Aku tak sudi menyentuh wanita kotor", balas laki laki itu dengan tatapan nya yang masih melihat pemandangan kota itu.
__ADS_1
"Cari saja wanita lain Tuan Rey yang Agung", balas gadis itu tanpa melihat lawan bicaranya.
"Kamu sudah membangunkan singa tidur, kamu ku pastikan akan menyesal", laki laki itu tampak mengeluarkan silet tajam milik nya yang biasa ia simpan di dalam sepatu fentovel nya.
Seketika ekspresi wanita berubah total, ia kini sudah ketakutan dan tidak seperti yang ia lakukan sedari tadi.
Baru saja ia sengaja bertindak seolah tidak takut kepada laki laki itu untuk menutupi kelemahannya. Nyatanya wanita itu seorang penakut. Ia menelan ludah nya dengan susah payah menyaksikan silet tajam yang sudah di acungkan laki laki itu.
"Aku mohon jangan tuan,,, jangan lakukan itu, aku masih ingin hidup... hiks... hiks...hiks... ", ia bersujud seraya menangis di hadapan laki laki itu.
"Ku kira kamu tidak akan takut,,, karena kamu sudah memohon, maka aku tidak akan membunuh mu sekarang,, ingat aku tak akan segan membunuh mu kapan saja jika kau berani menentang ku", ucap laki laki itu pelan seraya menampilkan senyum kemenangan nya,
Ia merasa bangga karena akhirnya gadis itu bersujud memohon pengampunan kepadanya. Ia sedari tadi merasa geram dan emosi karena selama ini tidak ada yang berani melawannya, namun wanita ini dengan lantang menentangnya.
"Mari kita mulai, bersihkan dirimu", ucap laki laki itu dengan tatapan dinginnya. Aura dingin laki laki itu kini sudah mulai muncul lagi.
"Iya tuan", jawab gadis itu seraya berjalan menuju kamar mandi tim yang ada di ruangan itu.
Di dalam kamar mandi ia sebenarnya sedang meluapkan amarah nya melalui tangisannya. Ia belum rela jika harus di sentuh oleh lelaki bejad itu. Ia tak pernah memimpikan hal yang seperti itu, selama ini ia selalu membayangkan bahwa orang yang ia cintailah yang pertama sekali menyentuhnya.
Oleh karena menjaga dirinya dengan baik, ia tak pernah mau menjalin hubungan dengan beberapa lelaki, ia tidak mau jika ia akan terjerumus.
.
.
.
__ADS_1
bersambungggg