Mafia Mencari Cinta Sejati

Mafia Mencari Cinta Sejati
Melarikan Diri


__ADS_3

Di kamarnya yang sepi fidelia menangis sejadi jadinya, ia merasa sangat frustasi saat ini. Tubuhnya gemetaran, wajahnya sudah pucat pasi, keringat dingin sedari tadi mengalir tak henti hentinya.


Luka goresan di tangannya saat ini masih mengeluarkan darah meski tak sederas sebelumnya. Bu Sherly yang baru pulang dari tempat ia bekerja muncul di hadapannya dengan wajah cemas dan khawatir. Ia berjalan tergesa-gesa menuju kamar gadis itu.


"Ada apa nak? ", tanya bu Sherly iba,


tak terasa ia sudah meneteskan air mata, ia sungguh tak tega melihat keadaan gadis yang sudah di anggap putri nya sendiri. Ia melihat rambutnya yang sudah acak acakan, tangan terluka dan banyak noda darah di bajunya.


Bu Sherly berlari ke kamar nya, sesaat kemudian ia sudah muncul dengan membawa peralatan P3K di tangan nya. Ia kemudian mengoles kan obat ke luka gadis itu dengan larutan alkohol supaya luka nya bersih, ia kemudian memberikan perban dan meneteskan obat merah supaya darahnya tidak menetes lagi.


"Nak kita harus ke dokter, lukamu harus di jahit nak", jelas wanita itu dengan cemas namun penuh kasih sayang. Tapi gadis itu tak menunjukkan reaksi apa pun juga.


Bu Sherly menuntun gadis itu untuk keluar dan berangkat ke klinik dekat rumahnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Bu Sherly memang sangat pengertian kepada gadis itu, ia tau saat ini gadis nya itu sedang terluka. Ia memilih diam dan tidak bertanya apapun juga. Ia tau kapan saat yang tepat untuk menanyakan kenapa ia bisa seperti itu.


Kini mereka sudah sampai di klinik, dokter langsung menjahit luka gadis itu dengan hati hati. Gadis itu hanya tampak diam dan merenung. Dokter menjalankan tugasnya tanpa bertanya banyak. Ia juga seolah tau bagaimana keadaan gadis itu saat ini dengan melihat raut wajah yang di perlihatkan nya.


"Ini obat yang harus dimakan, tidak boleh terlambat, disini sudah ada obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit nya dan juga harus kasih support yang maksimal. Saya lihat gadis ini sangat tertekan saat ini", jelas dokter itu yang langsung di setujui oleh bu Sherly


"Terimakasih banyak dok, kami permisi dulu", ucap bu Sherly seraya merangkul tangan kiri dan pinggang gadis itu untuk menuntunnya berjalan pulang. Selama di perjalanan pulang tampak gadis itu menghembuskan napas nya kasar berulang kali.


Ia kemudian menghentikan langkahnya dan berdiri menghadap wanita itu.


"Hu... u.... u... ", gadis itu menangis keras seraya memeluk wanita itu,


"Maaf bu,,, aku selalu saja membuat ibu susah", lanjut gadis itu sambil menangis sesenggukan di pelukan wanita itu.


"Aku selalu membuat masalah kepada mu bu,, maafkan aku", lagi lagi gadis itu berucap dengan tangisannya yang semakin pecah.

__ADS_1


"Sudah... sudah... ibu tak pernah merasa di repot kan nak, ibu juga tak merasa kamu membuat masalah, sudah kita pulang dulu ya biar kamu tenang dan istirahat. ", jelas wanita itu seraya mengajak gadis itu berjalan kembali.


Jarak klinik ke rumah wanita itu memang dekat sehingga mereka bisa ke sana hanya dengan ber jalan kaki.


***


Setelah sampai di rumah bu Sherly memberi makan gadis itu. Ia kemudian memberikan obat yang sudah di resep dokter untuk diminum.


"Kamu istirahat ya nak biar cepat sembuh", tutur wanita itu dengan penuh kelembutan


"Bu aku belum bisa istirahat, aku mau cerita sama ibu, ibu tidak mau bertanya kah dengan keadaan ku? ", tanya gadis itu dengan raut wajah sedihnya.


"Ibu kira tadi belum waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu, jika kamu sudah siap kamu boleh cerita sekarang", balas bu Sherly tersenyum tipis, ia merasa lega karena gadisnya sudah tidak terlalu ter tekan lagi.


"Aku bertemu lagi dengan lelaki bejat itu bu, bahkan ia ternyata CEO di tempat bekerja. Ungkap gadis itu dan kembali menitikkan air mata.


" Aku tidak tau kalau dia adalah CEO kami bu, aku melawan dengannya karena dia berkata aku cocok jadi budak **** nya bu, aku tak Terima di hina di depan pegawai lainnya. ", gadis itu menjelaskan dengan mengusap air mata nya yang tak henti keluar.


"Pak Ronald juga pernah bercerita kalau CEO kami kejam bu, dia sering menghajar bawahannya dan sering juga membunuh mereka, jika aku tau dia itu Rey CEO kami mungkin aku tak akan cari masalah dengannya


", ucap gadis itu sedih.


"Sudah nak,, berdoa aja semoga semua akan baik baik saja, ", balas wanita itu berusaha menenangkan gadis itu.


"Tadi sebenarnya aku melarikan diri bu ketika anak buah nya membawaku periksa kesehatan ke rumah sakit", ucap gadis itu


Tappp

__ADS_1


bu Sherly yang mendengar itu terkejut setengah mati. Ia menduga jika ia bisa lolos karena kabur berarti mereka sedang mencari keberadaan gadis itu. Bak di sambar petir bu Sherly kini menangis keras. Ia tau CEO itu pasti orang yang tak bisa di lawan. Ia pasti dengan sekejab mata bisa menemukan gadisnya itu.


"Nak... Hu.... u... u", wanita itu semakin menangis meraung sambil memeluk gadis itu.


Fidelia juga tau alasan tangisan ibunya itu, ia juga merasa mereka pasti akan datang, nasip nya kini di ambang pintu. Ia tidak tau harus berbuat apa saat ini. Ia tidak punya banyak kekuatan untuk menghindar. Dimana pun dia pasti mereka bisa menemukannya.


Fidelia kini pasrah, apapun yang terjadi ia akan hadapi. Ia hanya berdoa semoga ada jalan keluar. Ia juga merasa bimbang, jika dia tetap disini bu Sherly akan terkena imbas nya. Mereka juga pasti menyeret wanita yang sudah dianggap sebagai ibu nya itu.


"Bu malam ini aku keluar aja ya, aku tidak ingin ibu dalam bahaya", ucap gadis itu dengan sedih.


"Kenapa kamu berkata begitu nak, kamu tidak boleh kemana mana, kamu disini dan istirahat, ibu akan baik baik saja. Dan seandainya mereka melakukan apapun ibu sudah Terima nak, hanya kamu lah satu satunya keluargaku,


orang tua ku sudah meninggal, ibu tak punya saudara, suami ibu juga sudah meninggalkan ibu karena ibu tak bisa mengandung anaknya,


kamu sudah ku anggap anakku, aku tak akan membiarkan mu", jelas wanita itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Terima kasih bu".


Tak terasa waktu sudah larut, mereka tidur di kamar bu Sherly. Wanita itu sengaja mengajaknya di kamarnya supaya ia bisa merawat gadis itu dengan baik.


Sungguh beruntung fidelia bisa bertemu dengan bu Sherly, dia wanita yang baik hati dan penyanyang. Mungkin itu semua berkat doa doa ibu nya yang jauh di sana.


.


.


.

__ADS_1


bersambung ggggg


__ADS_2