
Gadis itu merasa tubuh nya sangat sakit dan remuk. Hal itu terjadi karena perlakuan kasar laki laki itu ketika meniduri nya. Ia juga merasa sakit dan perih pada bagian kehormatan nya. Wajar jika itu terjadi karena malam itu adalah kali pertama baginya dalam hidupnya.
Ia merasa sangat sesak di dadanya karena takdir hidupnya sangat lah kejam. Ia mengingat jika ia tak pernah membuat kesalahan kepada orang lain tapi kenapa hal seperti ini yang harus ia Terima?? ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
Sesaat ia kemudian menepis itu semua, saat ini ia ingin fokus bagaimana kelanjutan hidupnya kelak. Ia ingin berusaha terbebas dari laki laki itu dengan selamat dan ia bisa melanjutkan perjalanan kehidupan nya. Ia percaya jika suatu saat ia akan mendapatkan kebahagiaan.
Seraya merenung gadis itu ternyata sudah menunggu lelaki itu sangat lama. Ia berpesan jika ia tidur sebentar dan akan segera bangun dari istirahatnya. Ia meminta gadis itu untuk menunggu ia terbangun dari tidur nya. Namun ia melihat laki laki itu tak kunjung terbangun. Ia juga sedang merasa mengantuk namun ia tepis rasa kantuknya dengan sesekali meregangkan otot tangan nya. Ia sesekali berjalan pelan mengitari setiap sudut ruangan itu dan kembali duduk ke sofa ruangan itu.
Ia tak ingin menentang setiap perkataan laki laki itu karena ia tau betapa menyeramkan nya laki laki di hadapannya itu. Ia memutuskan untuk menunggu laki laki itu sesuai perintahnya sebelum tertidur. Ia tak ingin lagi terjerat masalah lagi dengan lelaki bajingan itu. Ia duduk di sofa yang terletak di samping tempat tidur lelaki itu.
Tanpa sadar gadis itu kini sudah tertidur pulas di sofa panjang kamar itu. Ia tidur dengan keadaan duduk dan tangan menahan dagunya. Belum lama ia tertidur, terdengar suara pergerakan di tempat tidur itu. Ternyata laki-laki sudah terbangun.
"Hei.. apa yang kau lakukan", laki laki itu berkata seraya bangkit dari tempat tidur nya.
"Emmm.... maaf tuan", balas gadis itu dengan masih menguap karena kantuk yang dirasakan.
"Kenapa kau suka membangkang... hah?", tanya laki laki itu penuh sarkas dan emosi.
"Maaf tuan aku tidak tersadar jika ketiduran", tangkas wanita itu berusaha meyakinkan, ia tidak ingin laki-laki itu kembali marah dan melakukan hal yang ia ucapkan sebelumnya.
__ADS_1
Laki-laki itu memang sudah mengancamnya untuk tidak membantah nya. Jika ia melakukan itu maka laki-laki itu tak akan sungkan-sungkan untuk menyayat kulit mulus wanita itu hingga membunuhnya. Ia tak ingin hal itu terjadi sehingga ia menuruti segala sesuatu yang diperintahkan laki-laki itu.
Ia masih punya harapan kecil di hatinya, ia ingin berusaha tetap hidup dengan cara apapun dan mencari cara untuk bisa lepas dari laki-laki itu dan juga bisa pulang dan melihat keluarganya lagi. Ia tidak ingin ibu dan adiknya sedih dan terpukul dengan ketidak hadirannya ke kampung halaman nya untuk selama-lamanya.
"Jangan kau ulangi lagi", pungkas lelaki itu dengan sorot mata khasnya yang bagai sorot mata elang.
" I... iya tuan", jawab gadis itu dengan terbata-bata dan jantung yang sudah berdetak kencang.
"Mari mendekat dengan ku", pinta lelaki itu dengan sedikit menurunkan intonasi bicara nya.
" Iya tuan", gadis itu membalas ucapan laki laki itu seraya bergerak ke arah laki-laki itu. ia kemudian duduk di samping laki-laki itu yang sedang duduk di ujung spring bed king size miliknya.
"Kau membuatku ketagihan", bisik lelaki itu dengan senyuman miring nya. ia merasa tertantang ingin melanjutkan permainan nya hanya karena membayangkan tubuh seksi gadis itu.
Tapi ia tak ingin terkena masalah jika menentang permintaan laki laki itu. jika boleh berkata jujur ia masih merasa sakit pada bagian kehormatannya. ia masih merasa belum siap harus di tiduri lagi.
"Kau tau kau membuat ku menginginkan lebih dan lebih" ucap lelaki itu seraya menyentuh rambut panjang dan lurus wanita itu.
Laki-laki itu lagi dan laki menginginkan gadis itu di malam itu. Ia tak memberi jeda sedikit pun kepada gadis itu. Ia tidak merasa kelelahan namun semakin bersemangat dengan tubuh seksi gadis itu. Berbeda dengan gadis itu, ia kini sudah tampak pucat pasi dan tubuh yang lemah, namun laki -laki itu tak peduli akan keadaan gadis itu. Ia terus fokus menikmati setiap inchi tubuh wanita itu.
__ADS_1
Selama satu malam laki laki itu meniduri wanita itu sampai beberapa kali hingga ia akhirnya tepar dan tertidur di tempat tidurnya. Ia tidak tidak mempedulikan luka batin gadis itu saat ini. Ia tidur pulas dengan mimpi-mimpi indah di tidurnya itu.
Waktu sudah hampir pagi namun wanita itu masih terlihat duduk lemas di tempat tidur laki laki itu. Ia tak mampu berpikir lagi. Ia hanya merenung dan sesekali menitikkan air mata bening nya. Ia tak bisa tidur seperti yang dilakukan oleh lelaki itu karena sakit hati yang begitu mendalam di hatinya.
Ia perlahan berjalan ke arah kamar mandi, ia ingin meluapkan emosi nya dengan menangis sepuasnya di sana. Ia merasa tidak sudi berdampingan dengan laki laki itu. Ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi menutup pintu dari dalam.
Di dalam ia menghidupkan shower supaya tak terdengar jika ia sedang menangis. Ia menangis sejadi-jadinya di tempat itu. Ia mengingat ingat kembali kenangan indah bersama ibunya. Ia tidak mengerti kenapa nasib nya harus begini?, ia tidak tau apakah ini hasil dari kesalahan yang ayahnya perbuat?.
Ia sudah berada di dalam kamar mandi selama 2 jam. Ia tidak ingin keluar dan melihat wajah lelaki itu sehingga ia bertahan di bak perendaman kamar mandi itu. Badannya sebenarnya sudah sangat kedinginan, namun ia tidak peduli dan tetap bertahan disitu. Tapi tiba-tiba ia merasa kepalanya sangat pusing, ia menggeleng-geleng kan kepalanya berharap rasa pusing itu menghilang, namun nyata nya kepalanya terasa semakin pusing.
Ia ingin berdiri dan melangkahkan kakinya keluar, namun baru saja ia mencoba untuk berdiri tiba-tiba ia tak bertenaga lagi dan seluruh tubuhnya terasa kaku.
DUPPP....
Tubuh mungil gadis itu tiba-tiba terjatuh ke lantai keramik kamar mandi itu. Tubuhnya tergeletak lemah di kamar mandi besar dan mewah itu. Badannya sangat dingin dan wajah nya terlihat sangat pucat
.
.
__ADS_1
.
Bersambunggg