Mafia Mencari Cinta Sejati

Mafia Mencari Cinta Sejati
Mengamati Situasi


__ADS_3

Fidelia baru saja selesai membersihkan dirinya. ia memang merasa takjub melihat kamar besar yang ia tempati sekarang. Kamar itu di desain dengan gaya bangunan prancis atau French architecture. Kamar itu mempunyai atap yang tinggi atau biasa di sebut list profil dan berwarna abu-abu kilat, dinding panel dan lantai parket.


Ia bisa mengetahui hal itu karena semenjak SMA ia sangat tertarik mempelajari desain-desain rumah dan pakaian barat. Ia sebenarnya tertarik ikut kelas desain namun orang tuanya tidak mempunyai biaya. Namun dia seorang siswa yang cerdas dan jenius yang punya banyak ide. Ia memang tidak punya biaya namun ia tetap masih bisa belajar, ia memutuskan untuk belajar otodidak dari teman sekelas nya yang ikut les desain itu.


Dikamar itu juga terdapat satu big size spring bed yang berasal dari Inggris yaitu hypnos bed yang bergaya nuansa kerajaan inggris. Selain itu di sana juga terdapat beberapa perabotan atau furniture mahal yang terbuat dari kayu termahal di dunia yang di desain sebagai furniture ala parisian. Namun ia tetap merasa tidak betah berasa di tempat itu, karena dia memang tipe gadis yang suka ke tentraman.


Ia tak tertarik sama sekali dengan harta dan kemewahan. Ia merasa hal itu tidak cocok dengan nya dan ia merasa hal itu tak akan menjamin seseorang bahagia seutuh nya.


Ia kembali merenung mengingat kembali kejadian yang menimpa nya kemarin, ia pingsan di kamar mandi dan harus di rawat karena sekarat. Ketika ia bangun ia tidak melihat sosok laki laki yang ia benci itu, dan ia kini tidak berada di kamar terkutuk itu. Saat ini ia sedang berada di kamar mewah yang asing bagi nya. Ia ingin bertanya namun belum ada satu orang pun di ruangan itu ketika ia terbangun.


Ia masih bertanya tanya dalam hati dimana keberadaan nya saat ini?, siapa yang membawa nya kemari dan apa tujuan nya membawa dia ke tempat ini. Ia pusing memikirkan itu karena tubuhnya memang belum fit dan masih merasa lemas. Ia sengaja me kamar mandi karena ia merasa tubuhnya sangat lengket, ketika ia terbangun ia mendapati tubuh nya sedang berkeringat karena tubuhnya di tutupi selimut tebal.


Sehabis membersihkan diri untuk ia masih belum melihat ada seseorang yang menemuinya, ia kembali ke tempat tidur dan berbaring disitu.


Baru saja ia hampir tertidur, terdengar ada langkah kaki yang mendekat ke arah kamar itu. Ia merasa takut dan was-was, seketika Hai itu membuat jantungnya berdetak kencang, raut wajahnya berubah pucat karena ia memang sedang trauma saat ini.


Ia takut jika langkah kaki itu adalah milik laki laki yang telah mengambil mahkota nya. Ia takut jika ia datang untuk melakukan aksinya lagi. Ia masih bisa mengingat bagaimana laki laki itu menghajarnya sepanjang malam dan tak memberikan sedikit jeda pun kepada nya.


Ia trauma karena malam itu adalah malam pertama bagi nya namun laki laki itu bertindak seolah-olah ia adalah gadis berpengalaman dan bisa melawan kekuatan besar nya. Ia duduk di ujung tempat tidur dan menarik kuat selimut ke dadanya. Ia meremas selimut itu keras untuk mengurangi kecemasan nya.


"Maaf... saya kira nona belum bangun sehingga saya tidak mengetuk pintu, saya khawatir nona, terbangun" ucap wanita muda itu seraya mendekat ke gadis itu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan nona?, saya kesini satu jam sekali untuk memeriksa keadaan nona, satu jam yang lalu nona belum sadar, saya adalah pelayan di mansion ini nona", jelas pelayan itu berbicara menunduk, ia takut gadis itu marah atas ketidak sopanan nya masuk tanpa mengetuk.


"Saya sudah merasa baikan, dan saya sudah mandi barusan", balas gadis itu berusaha tersenyum supaya suasana lebih mencair.


"Aduhhh... maaf nona saya datang terlambat, seharus nya nona belum bisa mandi karena nona baru saja sadar. Semalam badan nona sangat panas jadi saya memberikan obat penurun panas kepada nona dan sengaja membuat selimut tebal ke tubuh nona supaya nona berkeringat. " tutur pelayan muda itu dengan ekspresi gusar.


"Tidak apa-apa, aku sudah merasa baikan kok, kamu tenang saja, hanya istirahat sebentar lagi aku pasti sudah pulih total,,,oh iya nama kamu siapa?, aku bingung harus memanggil apa sama kamu", balas gadis itu ramah membuat pelayan muda itu merasa lega.


"Tapi nona,, tuan Beni tadi berpesan untuk merawat nona dengan baik, tidak bisa ada kesalahan sedikit pun nona, kalau tidak.. "


jelas pelayan muda itu tidak melanjutkan pembicaraannya.


"Kalau tidak kenapa?, kenapa kamu tidak melanjutkan ucapan mu? ", tanya gadis itu penasaran, ia membulatkan bola matanya karena rasa penasaran nya yang sangat besar.


"Ayolah... anggap aku temanmu oke??, aku tidak akan membocorkan nya, percayalah! ", bujuk gadis itu dengan tatapan mata sayunya, ia mengisyaratkan seolah ia sedang memohon.


"Baik nona,, dan ini hanya pembicaraan biasa nona, jangan beri tahu kepada siapa pun , ini adalah kode etik kami bekerja disini,, jika kami melakukan kesalahan kecil saja kami harus rela di hukum dengan sadis bahkan di bunuh oleh tuan, jika ada sedikit pun rahasia yang bocor keluar ia tak akan sungkan-sungkan membunuh seluruh anggota keluarga kami. ", jelas pelayan muda itu dengan menundukkan kepala nya dan merasa sedih.


"Ohh.. begitu ternyata", imbuh gadis itu


"Aku masih bisa bertanya tidak, hem.... apa sudah pernah ada terjadi kejadian seperti yang kamu ucapkan? ", tanya gadis itu sangat penasaran. ia memang seorang gadis yang ingin tahu banyak hal.

__ADS_1


"Sudah banyak nona, saya disini bekerja masih dua tahun tapi saya sudah melihat kejadian seperti itu lima kali" pelayan itu kembali menjelaskan nya dengan lemas.


"Kapan biasanya ia melakukan itu dan itu memang ulah Beni? ", tanya gadis itu lagi.


"Maaf nona,, itu bukan tuan Beni, ia hanya kaki tangan bos", ucap pelayan itu lagi.


"Maksudmu boss???... boss Rey" ucap gadis itu seraya menaikkan sedikit nada bicara nya.


"I... iya nona", jawab pelayan itu terbata-bata.


"Kurang ajar, dasar bajingan, huh.... aku rasanya ingin.... " belum lagi selesai berbicara pelayan itu langsung berteriak ketakutan, sehingga gadis itu tak bisa melanjutkan ucapan dan cercaan nya.


"SSSSTTTT.... nona please, jangan berbicara keras, bisa-bisa kita dibunuh nona karena hujatan nona... maaf nona jangan di ulangi, tuan bisa marah besar mengetahui hal itu, aku permisi nona jika tidak ada lagi yang di butuhkan", ucap pelayan itu dan segera melangkah kan kaki nya. ia takut jika mereka ketahuan sedang membicarakan boss nya itu. ia berlalu dari kamar itu dengan langkah cepat nya.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambungggg


__ADS_2