
Fidelia tidak tau apa sebenarnya alasan laki laki itu memanggilnya. Ia berjalan menyusuri tangga mengikuti langkah lebar kaki Beni. Mereka kemudian berhenti di depan sebuah kamar yang terlihat sangat besar bahkan dua kali lipat dibandingkan kamar yang ia tempati dua hari ini.
Tampak Beni mengetuk pintu itu dengan pelan, dan tidak lama kemudian pintu itu dibuka seseorang.
"Masuk Beni,,, oh ya kamu bersama siapa, siapa gadis itu? " tanya wanita yang bersama bos nya itu, ya dia adalah angelia, Beni baru saja sampai dan membawa wanita itu ke hadapan boss nya.
"Hem... dia Fidelia, dia diminta bos datang kemari", balas beni seraya tersenyum kepada wanita itu.
" Ohh... begitu, oh ya mari masuk", pinta wanita itu dengan tersenyum lebar, namun masih menyisakan tanda tanya besar di wajahnya.
"Nona fidelia silahkan masuk dan saya pamit keluar nona angelia", sahut beni seraya mempersilahkan gadis itu untuk segera masuk.
Beni kemudian berlalu meninggalkan mereka dan memilih bermain di lantai satu. Ia biasanya bermain video game di sana ketika menunggu bos nya selesai dengan urusan nya.
Wanita yang membukakan pintu itu tampak heran dan bertanya-tanya siapa gadis itu dan apa tujuan nya di panggil ke kamar laki laki itu. Gadis itu juga masih diam membungkam dan bertanya dalam hati apa sebenarnya mau mereka sehingga dia di panggil ke kamar besar ini.
Fidelia tampak risih melihat penampilan fulgar wanita itu. Ia mengenakan gaun mini sebahu dan memperlihatkan belahan dada nya. Gaun itu juga sangat pendek dan ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi dan paha nya yang mulus. Ia berjalan dan bertingkah manja dan gemulai sehingga pasti akan sangat memancing selera kaum adam.
"Sayang... siapa gadis ini", rengek wanita itu
mendekati dan memeluk laki laki itu penuh manja.
"Dia bukan lah siapa-siapa, aku hanya ingin menunjukkan kepadanya bagaimana harus memperlakukan ku. ", sahut laki laki itu dengan ratapan rajam nya ke arah gadis itu.
__ADS_1
"Ohh.. Oke beb,, jadi harus kah kita mulai sekarang? ", tanya wanita itu dengan suara menggodanya seraya menarik dasi yang masih bertengger di leher laki laki itu dan mencium bibirnya intens.
Fidelia yang melihat aksi senonoh itu merasa muak dan lebih merasa lebih jijik kepada laki pakai itu. Ia merasa mereka adalah dua orang tidak tau norma dan akhlak sehingga mempertontonkan sesuatu yang tidak seharusnya dipertontonkan. Ia meringis kesal dalam hatinya karena harus melihat perbuatan tercela itu. Ia mengepal tangan nya kuat karena sangat kesal dengan dua orang yang saat ini sedang bercumbu intens di hadapan nya.
"Bagaimana..?, apakah kamu sudah tau apa yang ku inginkan hah..? ", ucap laki laki itu memecahkan keheningan dan kepanasan yang dirasakan gadis itu.
"Hemmm... ti... ", gadis itu tidak melanjutkan ucapan nya. Ia takut jika laki laki itu akan kembali marah dengan nya jika ia berkata tidak, alhasil ia berkata terbata-bata dan tak menjawab dengan baik pertanyaan laki laki itu.
" ****.... kamu masih berani memancing emosi ku... hahhh? " cerca laki laki itu dengan suara yang sudah mulai meninggi.
"Sudah sayang... kita lanjutkan saja, jangan hiraukan dia", pinta wanita itu seraya menarik tubuh laki laki itu yang ingin bergerak mendekati gadis itu. Ia kembali mencumbu laki laki itu dengan menciumi bibirnya dengan rakus dan tangan nya membuka beberapa kancing baju laki laki itu.
"Berhenti..!!! ", sarkas laki laki itu dengan suara kerasnya. Ia memang sudah mulai emosi lagi kepada gadis itu.
Ia terbilang punya kelainan mental dalam dirinya. Ia belum pernah melakukan konsultasi atau berobat ke psikiater. Namun dokter yang memeriksa kesehatannya di bidang hormon pernah mengatakan kalau dia terkena gangguan mental OCD.
OCD sendiri ialah suatu gangguan kejiwaan pada orang dewasa yang melakukan sesuatu secara berulang ulang untuk lebih meyakinkan dirinya. Pasalnya penderita OCD ini kurang susah percaya dengan orang di sekeliling nya. Ia memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik sehingga ia akan selalu mengulang ulang dan menegaskan apa yang ia perintah kan. Ia ingin orang yang ada di sekeliling nya benar-benar melakukan apa yang dia inginkan tanpa ada bantahan.
Ia juga mengalami gangguan hormon abnormal di tubuh nya, dokter menyatakan ia mengalami kelebihan hormon yaitu hormon progesteron dalam tubuhnya sehingga ia tidak bisa mengontrol emosinya dengan stabil. Kelebihan hormon ini juga memacu sistem libido nya. Tidak heran ia akan merasa lebih baik jika sudah menyalurkan hormon berlebih nya itu.
"Kamu belum saja mengerti bastard... apa aku harus menguliti mu hari ini maka kamu akan paham dengan ucapan ku?? ", bentak laki laki itu dengan suara beratnya, hal itu sukses membuat gadis itu semakin ketakutan. Tubuhnya sudah terasa panas dingin, keringatnya tak terasa sudah bercucuran di tengah ruangan yang ber AC.
"Ti...ti.... tidak tuan, maafkan saya", ucap gadis itu berjalan mundur, tampak laki laki itu berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Hah... aku tak butuh maafmu", cerca laki laki itu geram. ia mengeluarkan silet tipis dari balik sepatu fentovel nya.
"Jangan tuan aku mohon... jangan", gadis itu bergerak mundur dengan tubuh nya yang sudah lemas.
SREKKK...
Ia menggores kulit tangan kirinya sedikit namun sudah mengeluarkan darah segar. Luka lama di tangan kanannya masih belum sembuh dan masih meninggalkan luka, namun ia merasa tak kasihan bahkan kini sudah melukai tangan kirinya.
Gadis itu meringis kesakitan, ia merasa perih di tangan dan juga hatinya. Ia tidak tau apa kesalahan fatal yang ia buat sehingga harus menerima perlakuan menyakitkan seperti ini. Ia mengingat jika ia hanya melakukan hal kecil ketika mengganggu laki laki itu di parkiran dan masuk sembarangan ke area khusus CEO serta tak mengenal nya sebagai CEO di tempat ia bekerja.
Ia merasa itu bukan kesalahan fatal, itu hanya salah paham yang tanpa di sengaja. Tapi pada akhirnya ia harus menanggung resiko berat ini. Ia sudah merasakan kekejaman laki laki itu dengan sisa luka tangan kanannya. Bahkan ia harus merelakan kesucian nya diambil dengan paksa oleh laki laki bejad itu.
Ia tak habis pikir apa sebenarnya mau laki laki itu, sehingga ia tidak tau harus menjawab dan melakukan apa?, ia terus mendesak gadis itu untuk mengerti dan mengetahui tentangnya seutuhnya. Namun gadis itu sampai saat ini belum mengetahui dan mengerti apa mau laki laki itu, hal itu berhasil membangkitkan emosi laki laki itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambunggggg