Magic Of Binary

Magic Of Binary
Episode 11 - Kapten Brak


__ADS_3

~Hutan Gruts~


"Wahh, aku menemukannya lagi" ucap Clare sambil memegang daun filer.


"Jadi ini yang di namakan daun filer?" ucap Yuji dalam hati sambil menganalisisnya.


[Penjelasan]


Daun Filer, daun yang hanya tumbuh di dalam hutan. Fungsi daun ini biasanya untuk membuat sebuah potion.


"Yuji, hari mulai gelap. Sebaiknya kita pergi dari hutan ini sekarang, karena monster juga sering keluar di malam hari." ucap Frank pemimpin party.


"Baiklah, ini juga lebih dari cukup untuk questku." ucap Yuji.


Setelah mencari daun filer, Yuji dan teman - temannya itu kembali ke Kerajaan Bervia. Tepatnya di tengah kota, mereka saling berpamitan satu sama lain setelah menyerahkan daun filer itu ke Guild.


"Yuji, kami pergi dahulu." ucap Frank.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuan kalian semua." ucap Yuji sambil menundukkan kepala.


"Tenang saja, ini merupakan balas budi dari kami setelah kamu menolong kita berempat melawan monster tadi. Hahahaha..." ucap Frank sambil tertawa.


"Semoga kita terus menjadi teman di kemudian hari Yuji." ucap Frank.


"Selamat tinggal kakak Yuji" ucap Clare yang begitu ceria.


Anggota party itu kemudian pergi meninggalkan Yuji, dia pun juga kembali menuju ke Kediaman Merchant. Sesampainya di sana, Yuji terlihat sedang di sambut oleh Merchant dan beberapa pelayannya. Setelah seharian lamanya itu dia tidak juga tampak. Beberapa saat kemudian, keluarga Merchant dan Yuji berkumpul di ruang tengah untuk menyantap makan malam sambil saling mengobrol satu sama lain.


"Tuan Yuji, bagaimana dengan kesibukkan anda dalam seharian ini?" tanya Merchant.


"Aku sekarang jadi seorang petualang Merchant. Ini juga berkat informasi darimu." jawab Yuji.


"Syukurlah, jika anda senang. Apakah anda tadi juga berjumpa dengan Ketua Guild di sana?" tanya Merchant.


"Ketua Guild? Aku tidak melihatnya dari tadi." ucap Yuji.


"Namanya adalah Kapten Brak, dia adalah petualang terkuat dari para petualang lainnya. Kemungkinan untuk kekuatannya setara dengan pahlawan dunia lain." ucap Merchant.


"Apa? Pahlawan dunia lain?" tanya Yuji yang tersentak kaget.


"Ehem, iya. Penyihir kerajaan baru - baru ini melakukan ritual sihir kuno, untuk melakukan pemanggilan pahlawan dari dunia lain atas perintah Raja." ucap Merchant dengan serius menjelaskan.


"Hem, ternyata tidak hanya aku saja yang di reinkarnasikan sekarang ini." ucap Yuji dalam hati dengan seriusnya.


"Ada apa dengan anda Tuan Yuji?" tanya Merchant.


"Oh, tidak ada apa - apa Merchant." ucap Yuji.


"Jika Tuan Yuji sewaktu - waktu mendapat masalah di kemudian hari. Tolong temui Kapten Brak di sana dan ini atas rekomendasi dari saya" ucap Merchant.


"Kamu terlalu baik denganku Merchant." ucap Yuji.


"Ini bukan apa - apa Tuan, saya malahan sangat senang bisa membantu anda." ucap Merchant sambil tersenyum.


"Aku harus selalu berhubungan baik dengan anak muda ini." ucap Merchant dalam hati.


"Merchant, mungkin aku besok akan pergi dari sini. Sepertinya, mulai sekarang aku akan menyewa penginapan." ucap Yuji.


"Eee, Tu, Tuan Yuji. Mengapa anda mau pergi dari kediaman saya, apa anda kurang nyaman tinggal di sini? " ucap Merchant.


"Tidak Merchant, aku terlalu merepotkanmu. Terima kasih telah menampungku sampai sekarang ini." ucap Yuji.

__ADS_1


"Tu, Tuan. Ki, kita akan selalu berhubungan baik kan kedepannya nanti?" ucap Merchant dengan takutnya mengecewakan Yuji.


"Tentu, aku juga akan mampir ke sini nantinya." ucap Yuji.


"Syukurlah kalau begitu Tuan Yuji." ucap Merchant.


Setelah menyantap makan malam bersama keluarga Merchant, Yuji menuju kamarnya dan berbaring di atas kasur. Dia mulai tertidur terlelap, dalam mimpinya itu diperlihatkan. Bahwa Kerajaan Bervia akan mengalami keruntuhan akibat peperangan besar.


"Tolong, tolong"


Cryaat.


"Jangan, tidaaakk"


Cryaat.


"Akhhhh..."


Duaaaarr.


"Ternyata mimpi ini lagi." ucap Yuji yang tersentak kaget dan terbangun.


Pagi yang cerah, Yuji terlihat sedang berdiri di depan pintu kediaman Merchant. Merchant dan para pelayannya itu juga memberikan bekal kepada Yuji yang ingin pindah ke penginapan baru.


"Tuan Yuji, hati - hati di jalan. Tolong jangan pernah lupakan saya." ucap Merchant.


"Baiklah Merchant, aku tidak akan melupakanmu tenang saja." ucap Yuji.


Semua pelayan Merchant terlihat sedang menundukkan kepalanya, untuk menghormati Yuji yang akan pergi. Yuji pun akhirnya pergi dari Kediaman Merchant, dia mulai melambaikan tangan. Sesampainya di tengah kota, terlihat kereta kuda yang sedang mengangkut budak.


Ketoplak.


Ketoplak.


Ketoplak.


"Ahh.." ucap Yuji dengan kaget.


"Apa kamu tidak mempunyai mata ha?" ucap prajurit yang arogan.


"Hehehe, maafkan aku, maafkan aku." ucap Yuji.


"Hoo, ternyata di sini juga ada perbudakan ya?" ucap Yuji dalam hati sambil melihat budak itu yang berisi banyak sekali budak dari berbagai ras.


"Tetapi mengapa para budak mau di angkut ke kerajaan? Apa memang seperlu itu ya? Ahh, abaikan sajalah." ucap Yuji dalam hati yang merasa penasaran.


"Apa benar tempatnya di sini?" ucap Yuji dalam hati sambil melihat bangunan yang bertuliskan "Penginapan Neko"


"Coba aku akan masuk terlebih dahulu" ucap Yuji dalam hati.


"Selamat datang nya! Apa Tuan butuh penginapan nya?" ucap wanita seperti ras kucing.


"Apa dia dari ras kucing ya?" ucap Yuji dalam hati.


[Status Penduduk]


Nama : Arumi


Umur : 18 tahun


Ras : Manusia

__ADS_1


Gelar : Resepsionis Penginapan


Lv. 20/100


HP : 20000/20000


MP : 35600/35600


"Ternyata dia hanya memakai aksesoris saja ya?" ucap Yuji dalam hati.


"Tuan.." ucap Arumi.


"Ahh, aku mau menginap di sini selama satu minggu" ucap Yuji.


"Baiklah, Semuanya lima koin emas Tuan" ucap Arumi sambil tersenyum.


Klinting.


Beberapa saat kemudian setelah menyewa penginapan, dia pun keluar untuk menuju Guild petualang. Di tengah perjalanan, Yuji berjumpa dengan ketiga petualang. Yuji juga tidak sengaja menabrak salah satu petualang yang berotot dan membawa pedang begitu besar tersebut.


Bruakk.


"Hey! Matamu itu di mana ha? Kalau jalan hati - hati." ucap pria berotot itu.


[Status Penduduk]


Nama : Grit


Umur : 30 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Petualang Fighter


Lv. 120/150


HP : 120000/120000


MP : 125000/125000


Skill : Sword Attack(A), Strong Body(S), Strong Punch(SS), Sword Giant(S).


Dari kejauhan terlihat segrombolan orang yang sedang membawa bendera Guild. Ternyata lambang itu merupakan icon dari Guild Barbarosa, yang di pimpin oleh Ketua Guild yang bernama Brak. Para petualang yang ada di sepanjang jalan tersebut juga mulai bersorak ria untuk memuji Guild Barbarosa yang datang.


[Penjelasan Guild]


Guild Barbarosa merupakan salah satu guild terbesar yang ada di Kerajaan Bervia. Mereka adalah Guild terkuat di wilayah tersebut.


Segrombolan tersebut juga sedang mengabaikan pertengkaran antara Yuji dan ketiga petualang berotot itu. Ketua Guild Brak juga melihat insiden pertengkaran tersebut, sedangkan pria yang berotot itu sedang cari perhatian di hadapan Ketua Guild. Tetapi Ketua Guild mengabaikan pertengkaran mereka.


"Cuihh, sialan. Dia mengabaikanku." ucap Grit sambil mententeng kerah baju Yuji.


"Hehehe, maafkan aku Tuan. Hari ini memang aku orangnya terlihat sangat ceroboh." ucap Yuji dengan rendah diri.


"Baiklah akan aku lepaskan kamu kali ini, ingat kalau jalan hati - hati." ucap Grit.


"Tentu, terima kasih atas kemurahan hatinya Tuan." ucap Yuji.


"Siapa mereka, mengapa begitu di kagumi oleh para petualang?" ucap Yuji dalam


hati sambil melirik segrombolan yang lewat barusan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2