Magic Of Binary

Magic Of Binary
Episode 16 - Awal Pertemuan


__ADS_3

~Penginapan~


Hari mulai malam, Yuji sedang berbaring di atas kasur yang empuk tersebut. Tiba-tiba pemilik penginapan sekaligus resepsionis itu datang dan mulai mengetuk pintu kamar Yuji.


Tok, tok, tok.


"Tuan, makan malam anda sudah siap. Sebaiknya anda bergegas pergi ke bawah." Ucap Arumi pemilik penginapan sekaligus resepsionis.


"Iya, aku akan turun ke bawah sekarang." Ucap Yuji.


Yuji pun menuruni tangga, di bawah dia sedang duduk untuk menunggu makanan yang akan di sajikan Arumi ke mejanya. Arumi banyak sekali menyajikan makanan ke meja Yuji.


"Wahh, makanan hari ini banyak sekali Arumi?" Tanya Yuji.


"Iya, aku menyetok banyak makanan. Jadi aku membuatkan khusus untuk Tuan Yuji." Jawab Arumi yang tampaknya suka dengan Yuji.


"Aamm, ini enak sekali." Ucap Yuji sambil mengunyah makanan.


"Te, terima kasih." Ucap Arumi dengan wajahnya yang memerah karena pujian.


"Aaam, aaam, aaam." Ucap Yuji.


"Tu, tuan. Jangan terburu-buru." Ucap Arumi.


"Makanan ini terlalu enak, aku tidak bisa berhenti memakannya." Ucap Yuji.


Semua makanan yang ada di atas meja itu ludes dan hanya menyisahkan piring-piring yang bersih. Perut Yuji pun tampaknya di buat kekenyangan oleh makanan yang di sajikan Arumi. Setelah makan, Arumi bergegas membersihkan piring-piring itu yang di atas meja dan membawanya.


"Arumi, terima kasih makanan malam ini." Ucap Yuji.


Arumi pun pergi dan tidak menjawab pujian Yuji tersebut, karena wajahnya yang memerah dan malu. Setelah makan malam, dia mulai berjalan menaiki tangga lagi untuk menuju kamarnya lagi. Di situ Yuji mulai tidur di atas kasur dan bermimpi buruk, bahwa dalam mimpinya itu terlihat peperangan yang besar akan datang sebentar lagi.


"Yujiiiii." Teriak orang dalam mimpi itu.


"Huaaaaaaaaaaaa.." Teriakan Yuji yang menangis dalam mimpinya.


"Sialan." Ucap Yuji saat bangun tidur.


"Ehh, mengapa diriku tiba-tiba mengeluarkan air mata?" Ucap Yuji yang bangun tidur itu.


"Hatiku juga terasa sesak karena merasakan mimpi kali ini, sangat aneh." Ucap Yuji.


~Guild Petualang~


"Selamat datang Tuan Yuji." Ucap Amelia yang ceria seperti biasanya.


"Apa anda kali ini mengambil quest lagi Tuan?" Tanya Amelia.


"Mungkin aku akan melihat-lihatnya terlebih dahulu Amelia." Jawab Yuji.


"Silakan Tuan." Ucap Amelia dengan cerianya.


"Hem, di sini tertulis sebuah party memerlukan porter ya?" Ucap Yuji dalam hati.


"Yosh, mungkin aku akan mengambil ini saja hari ini." Ucap Yuji dalam hati.


[Penjelasan Misi]


Party petualang Gates memerlukan seorang porter untuk pergi ke dalam hutan.


"Apa Tuan hanya memilih satu misi saja?" Tanya Amelia sambil memegang lembar misi yang di berikan Yuji.

__ADS_1


"Iya Amelia tolong." Jawab Yuji.


"Tuan Yuji, sebelum anda menerima misi hari ini. Saya meminta tolong kepada anda untuk menemui Kapten Brak di ruangan pribadi." Ucap Amelia.


"Ba, baiklah." Ucap Yuji yang terbata-bata.


"Mari, silakan lewat sini Tuan." Ucap Amelia.


Yuji pun mengikuti Amelia, mereka berdua tengah sedang memasuki pintu ruangan pribadi Kapten Brak. Untuk membahas masalah core-core yang di jualnya kemarin sehingga dapat menghabiskan setengah dana dari Guild petualang.


"Kapten saya sudah membawakan Tuan Yuji, jadi saya pergi terlebih dahulu." Ucap Amelia.


"Iya, kerja bagus Amelia. Terima kasih." Ucap Kapten Brak.


~Dalam Hutan Gruts~


[Status Monster]


Nama : Kelabang


Ras : Monster


Gelar : King Kelabang


Lv. 150/150


HP : 50000/150000


MP : 42000/160000


Skill : Poison(SS), Steel Skin(SSS), Poison Spray(SS)


Tiiinggggg.


Wushh.


Sriing.


Cryaaat.


Tampaknya Blast dan ke tiga petualang itu sedang berburu King Kelabang. Grit yang mencoba untuk menyerang kelabang itu pedangnya terpental karena kulitnya yang keras seperti baja. Blast sang panglima iblis pun tidak mau kalah, dia mencoba menebas dengan melompat ke arah monster tersebut dan berhasil mengalahkannya. Monster tersebut akhirnya terbelah menjadi dua bagian.


"Blast, ternyata kamu kuat juga ya?" Ucap Grit.


"Hem." Ucap Blast dengan sombongnya.


~Ruangan Kapten Brak~


Tampak sesosok pria yang kekar dan tangguh itu sedang memakai baju zirah, pria itu sedang menghadap ke luar jendela. Yuji pun diam-diam juga menganalisis status orang tersebut di hadapannya.


[Status Penduduk]


Nama : Kapten Brak


Umur : 38 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Guild Master


Lv. 502/502

__ADS_1


HP : 502000/502000


MP : 1000000/1000000


Skill : Teleport(SSS), Punch(SSS), Heal(SSS), Regenerstion(SSS), Giant Soword(SSS), Rain Sword(SSS), Sword God(SSS), Lighting Ball(SSS), Angel Sword(SSS), Fast Movement(SSS), Stop The Time(SSS)


"Hooh, ternyata dia memiliki banyak skill ya? Apa semua skill ini dari berkat dewa?" Ucap Yuji dalam hati.


"Aku pernah melihatmu, apa benar kamu ini orang yang waktu itu membuat keributan di tengah kota?" Ucap Kapten Brak.


"Tunggu, apa maksud pria ini?" Tanya Yuji dalam hatinya.


"Ti, tidakTuan Brak. Anda salah paham, waktu itu saya tidak sengaja menabrak preman. Dan tiba-tiba preman itu tidak terima kepada saya." Ucap Yuji yang menjelaskan.


"Ekhem, baiklah aku mengerti." Ucap Kapten Brak.


"Mengerti bagaimana, kamu tadi telah menuduhku pria sialan." Ucap Yuji dalam hati dengan kesalnya.


"Aku mengundangmu bukan karena masalah itu, tetapi apa benar kamu yang menjual banyak batu core di guild kami?" Tanya Kapten Brak.


"Iya, aku yang menjualnya. Memangnya ada apa Tuan?" Ucap Yuji.


"Jangan bercanda, kamu ini hanyalah penduduk biasa. Bagaimana mungkin kamu mengalahkan monster sebanyak itu?" Ucap Kapten Brak.


"Apa kamu mencurinya dari petualang lain?" Tanya Kapten Brak.


"Huufff, apa anda tidak memercayai saya Tuan Brak? Apa anda tidak tahu kata peoatah ini ya Tuan Brak, bahwa di atas langit masih ada langit." Ucap Yuji yang menasehatinya.


Wushh.


Duum, dum, dum.


"Apa maksudmu anak muda? Apa kamu ingin menantangku?" Ucap Kapten Brak dengan mengeluarkan aura tekanan yang dahsyat.


Tampaknya semua orang di semua kota merasakan energi yang dahsyat tersebut dari Kapten Brak, semua orang seperti terkena tekanan mental dan takut akan adanya bahaya yang besar.


"Hooh, boleh juga tekanan dari pria ini." Ucap Yuji dalam hati.


"Anak muda, aku menantangmu untuk berduel. Jika kamu menang aku akan tunduk kepadamu, jika aku kalah darimu maka kamu harus jadi anak buahku." Ucap Kapten Brak dengan semangatnya.


"Bagaimana? Apa kamu menerima tantanganku ini?" Tanya Kapten Brak dengan semangat yang membara.


"Hooh, baiklah. Saya aku akan menerima tantanganmu." Jawab Yuji dengan tersenyum.


~Kerajaan Iblis~


Raja Iblis Kuro sedang duduk di singgahsananya, di sana dia juga di temani oleh beberapa panglimanya. Para pelayan juga terlihat tengah bersiap-siap, jika Raja Iblis Kuro meminta bantuan mereka. Sepertinya Raja Iblis Kuro tengah melihat bola kristal yamg berada di hadapannya itu.


Wuush.


"Salam Rajaku." Ucap Blast dari bola kristal yang berkomunikasi dengan Raja Iblis Kuro.


"Bagaimana perkembanganmu di sana? Apa kamu berhasil?" Tanya Raja Iblis Kuro.


"Saya mohon menjawab Rajaku, saya telah berhasil memprogandakan kabar sang pahlawan. Jadi hanya menunggu waktunya saja agar berita ini tersebar luas." Ucap Blast dalam bola kristal.


"Kerja bagus, aku akan memberimu sedikit pemberian dariku ini." Ucap Raja Iblis Kuro.


"Akhh, aaaaa, akhhh, aaaaa." Ucap Blast yang merintih kesakitan setelah menerima kekuatan.


"Ahh, segar sekali badanku ini. Terima kasih Rajaku, saya tidak akan melupakan balas budi anda." Ucap Blast.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2