Magic Of Binary

Magic Of Binary
Episode 8 - Peratarungan Yuji


__ADS_3

~Desa Elf~


"Anak muda, apa tujuan sebenarnya kamu datang ke desa ini?" tanya Kepala desa.


[Status Penduduk]


Nama : Rendel


Umur : 107 tahun


Ras : Elf


Gelar : Kepala desa


Lv. 134/250


HP : 134,000/134,000


MP : 150,000/150,000


Skill : Moving Root(SS), Fairy Goodmother(SSS), Healing Lotus(S)


Ekstra Skill : Explosion Fruit(SSS)


"Ayah, sudah aku bilang kan. Dia aku undang ke desa ini" ucap Putri Alyssa.


"Diamlah sebentar!" ucap Tuan Rendel yang sedang memarahi Putrinya itu.


"Tidak apa - apa nona, aku akan berbicara kepada Tuan Rendel." ucap Yuji.


"Tuan, aku mau pergi ke Wilayah Barat. Jadi, aku hanya mencari jalan pintas." ucap Yuji.


"Kamu tahu Anak muda? Baru pertama kalinya aku melihat seseorang dari ras manusia sepertimu bisa menembus penghalang dari hutan ini." ucap Tuan Rendel.


"Apa, sebuah penghalang? Aneh, aku tidak merasakannya sejak di hutan kemarin." ucap Yuji dalam hati.


"Dari mana kamu berasal?" tanya Tuan Rendel.


"Aku dari Desa Loctus, di bagian ujung timur." jawab Yuji.


"Mengapa Kakek ini selalu menatapku dengan serius? Apa dia menganalisis statusku ya?" ucap Yuji.


"Kalian cepatlah keluar dari sini, aku akan berbicara empat mata dengannya." ucap Yuan Rendel.


"Baiklah Tuan" ucap semua orang yang sedang menguping di sana.


"Putriku!" ucap Tuan Rendel menyuruh anaknya keluar.


"Hem, Baiklah." ucap Putri Alyssa dengan sedikit kesal.


"Anak muda, apakah kamu bukan orang sini?" tanya Tuan Rendel.


"Maksud anda bagimana Tuan?" tanya Yuji sambil sedikit gelisah.


"Jawab dengan jujur, apakah kamu orang dari dunia lain?" tanya Tuan Rendel.

__ADS_1


"I..iya Tuan, bagaimana anda bisa tahu?" ucap Yuji.


"Hem. Seratus tahun yang lalu, seseorang dari ras manusia juga pernah datang ke sini. Hanya orang dari dunia lainlah yang dapat menembus penghalang sihir di hutan Elf ini." ucap Tuan Rendel sambil berdiri untuk mengambil sebuah buku.


"Ini adalah sebuah buku kuno yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kami. Orang itu mirip sepertimu anak muda." ucap Tuan Rendel.


"Dia juga dipanggil dengan sebutan sang reinkarnator penghancur. Orang itu sudah banyak membantu penduduk di desa ini. Pengahalang yang ada di hutan ini adalah buatannya." ucap Tuan Rendel.


"Jadi, ke mana dia sekarang?" tanya Yuji.


"Setelah dia pergi meninggalkan desa ini, orang itu mencoba untuk menghadapi Raja Iblis. Pertarungan yang begitu sengit telah terjadi, adu kekuatan dari mereka menyebabkan bencana alam yang besar." jawab Tuan Rendel.


"Tetapi, sayangnya orang itu sudah mati di kalahkan oleh Raja Iblis yang bernama Kuro." ucap Tuan Rendel.


"Jadi, di dunia ini ada Raja iblis ya? Banyak sekali informasi dari dunia ini yang belum aku ketahui." ucap Yuji dalam hati.


~Kerajaan Iblis~


Istana Kerajaan Iblis, Sosok yang terpandang tersebut sedang duduk di singgahsananya. Namanya Raja Iblis Kuro, dia di dampingi oleh empat panglima perang yang selalu setia menemaninya. Ke empat panglima tersebut bernama Blast, Helena, Bob. Tiba - tiba saja Luck muncul di hadapan sang Raja Iblis Kuro, dia adalah panglima ke empat. Tugas Luck adalah sebagai seorang mata - mata untuk membawa sebuah informasi dari musuh, dia sendiri juga termasuk dari ras Dark Elf.


"Bagaimana dengan keadaan Kerajaan Bervia sekarang?" tanya Raja Iblis Kuro.


"Salam hormat Rajaku, dari informasi yang saya dapatkan. Bahwa sang pahlawan pergi ke dungeon." jawab Luck.


"Bob, Pergilah ke dungeon. Untuk memantau perkembangan sang pahlawan." ucap Raja Iblis Kuro.


"Baik Rajaku" ucap Bob dengan badan yang gemuk seperti monster slime itu.


"Dan Blast, latihlah para pasukan kita" ucap Raja Iblis Kuro.


"Akan aku laksanakan perintah Raja." ucap Blast yang terlihat gagah itu dan wajahnya seperti monster singa.


"Kamu di sini saja" ucap Raja Iblis Kuro.


~Desa Elf~


Setelah Yuji mengobrol dengan Tuan Rendel, Dia sedang di ajak oleh Putri Alyssa. Untuk melihat - lihat sekeliling desanya. Kriet yang sebenarnya memendam rasa suka di hatinya ke Putri Alyssa, tampak sedang cemburu karena melihat mereka selalu bersama.


"Ternyata dia menyukai wanita elf ini ya" ucap Yuji dalam hatinya sambil melirik Kriet.


"Yuji, bagaimana kita berduel ulang saja." tanya Kriet sambil berteriak yang tiba - tiba mengajaknya duel untuk bertarung."


"Sebagai pemenangnya, dia boleh memiliki Tuan Putri Alyssa sebagai pendamping hidupnya" ucap Kriet lagi sambil berteriak.


"Huuuff, baiklah kalau itu maumu." jawab Yuji sambil menghela napas.


Seketika itu sang Putri begitu kaget dan tersipu malu, karena mendengar percakapan mereka berdua tadi. Mereka bertiga akhirnya menuju arena pertarungan, Yuji dan Kriet saling berhadapan safu sama lain dan bersiap - siap untuk memulai pertarungan duel tersebut.


"Ternyata status pasa dirinya tidak di ragukan lagi ya?" ucap Yuji dalam hati sambil menganalisis Kriet.


[Status Penduduk]


Nama : Kriet


Umur : 73 tahun

__ADS_1


Ras : Elf


Gelar : Prajurit


Lv. 120/250


HP : 120000/120000


MP : 130000/130000


Skill : Teleport (SS), Fairy King Evolution(?), heavy blow(S), Fairy Hammer(SSS)


"Tunggu, dia juga memiliki skill yang tidak bisa di identifikasi? Namanya juga aneh 'Fairy King Evolution(?), apa ini skill turun temurun ya? Hemm." ucap Yuji dam hati sambil bertanya - tanya.


"Aku akan menguji si bocah ini" ucap Yuji dalam hati.


"Saya akan menjelaskan terlebih dahulu untuk peraturan dalam duel ini. Pertarungan akan selesai, jika salah satu dari kalian menyerah. Boleh menggunakan sihir dan tidak boleh berlebihan." ucap Putri Alyssa.


"Kalian mengerti? Mulai" ucap Putri Alyssa.


Kriet tiba - tiba muncul dari belakang Yuji, dia memakai skill Teleportnya itu dan mencoba memukul badannya. Seketika itu, Yuji melirik Kriet dan menangkisnya. Yuji tidak mau kalah, dia juga memukul perut Kriet hinnga Kriet memuntahkan darah.


"Khuakhh" ucap Kriet yang memuntahkan darah.


"Apa aku berlebihan?" ucap Yuji dalam hati.


Kriet pun berteleport dan menghindar, Dia terasa kesakitan di bagian perut karena pukulan Yuji.


"Tunggu, tunggu, tunggu. Tolong kamu jangan mati Kriet kun, bangkitlah - bangkitlah." ucap Yuji dalam hatinya dan seperti orang yang bercucuran kringat.


"Apa - apaan dengan pertarungan ini, apa dia pingsan? Pertarungan masih belum selesai Kriet wooooy..." ucap Yuji dalam hati dengan bignugnya.


"Sebaiknya kali ini aku mengurangi daya kekuatanku saja" ucap Yuji dalam hati.


Pertarungan yang sangat sebentar itu di menangkan oleh Yuji, sebenarnya Yuji hanya ingin bertarung dengan Kriet untuk mengujinya. Dia tidak mengharapkan sebuah kemenangan. Namun mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Yuji terlalu kuat bagi Kriet untuk menantangnya. Putri Alyssa pun terlihat tersenyum karena melihat Yuji menang.


Setelah duel itu selesai, mereka pun kembali ke kediaman Tuan Rendel. Yuji juga terlihat sedang menggendong Kriet yang sedang pingsan itu. Beberapa jam berlalu, akhirnya Kriet sadar dan terbangun.


"Di mana aku, bukannyaaku sedang berduel dengan..? Tunggu, aku ingat. Ternyata aku sudah kalah." ucap Kriet yang bingung dan pusing.


"Apa kamu sudah bangun?" ucap Tuan Rendel.


"Aaaah, Tuan Rendel. Salam..Akhh" ucap Kriet yang masih kesakitan.


"Tenanglah, istirahatkan tubuhmu terlebih dahulu. Apa kamu tadi bertarung dengan dia?" ucap dan tanya Tuan Rendel.


"Iya Tuan, dan saya sudah kalah telak" jawab Kriet.


"Kekuatan semacam apa yang menyebabkanmu hingga pingsan ini?" tanya Tuan Rendel.


"Mohon maaf Tuan, pertarungan itu hanya sebentar." jawab Kriet.


"Hem, Ternyata anak muda itu terlalu kuat ya bisa mengalahkan bocah ini" ucap Tuan Rendel dalam hatinya.


"Mohon bertanga Tuan, di mana dia sekarang?" tanya Kriet.

__ADS_1


"Anak muda itu sudah pergi dari desa ini sejak tadi" jawab Tuan Rendel.


Bersambung...


__ADS_2