Magic Of Binary

Magic Of Binary
Episode 22 - Pedang Terkutuk


__ADS_3

~Hutan Gruts~


Wushh.


"Rasakan pedang terkutukku ini..." Ucap Blast sambil berteriak dan mendekati Yuji.


"Roaaaar..." Ucap pedang terkutuk.


Ting.


Kraaak.


"Hah, apa?" Ucap Yuji dengan kagetnya ketika pedang kayunya itu termakan oleh pedang tersebut.


Yuji pun menghindar seketika itu juga dengan berteleport menjauh dari Blast, pedang terkutuk itu telah memakan pedang kayu miliknya. Dia sangat begitu heran dan mulai bertanya-tanya tentang pedang terkutuk yang mengerikan tersebut.


"Sialan, pedangku hancur." Ucap Yuji dalam hatinya yang sedikit kesal.


"Skill, Room." Ucap Blast yang menggunakan skill tersebut.


Wuuush.


Criyaaaat.


"Kuaaakhh." Ucap Yuji yang tertebas dan mengeluarkan banyak darah.


"Huahahahahaha, hahahahahaha. Bagaimana bocah? Apa kamu kali ini merasakan sakitnya seranganku setelah kamu berlagak sombong?" Tanya Blast sambil tertawa melihat Yuji yang kesakitan.


"Sialan monster ini, uhuuk. Khuaakh." Ucap Yuji yang merasa kesakitan dan kesal, dia juga mengekuarkan banyak darah.


"Lagi-lagi tubuhku tidak bisa digerakkan sedikit pun saat dia menggunakan skillnya itu." Ucap Yuji dalam hati sambil menganalisis status Blast lagi.


[Status Iblis]


Nama : Bl∆st


Ras : Iblis Sing∆


Gelar : P∆nglim∆ Iblis


Lv. ???/???


HP : ???/???


MP : ???/???


Skill : Te|ep0rt(SSS), Regener∆tion(SSS), Cl∆w(SSS), D∆rk $w0rd Gi∆nt(SSS), D∆rk $word(SSS), Ev0|uti0n $w0rd(SSS), D∆rk $w0rd R∆in(SSS), Te|ekine$i$(SS), Ev0|uti0n(?), Room(???)


Kruaakk, kratak, kruaak.


"Roaaaar" Ucap pedang terkutuk.


"Hey bocah, apa kekuatanmu hanya segini saja? Ayolah, pedangku ini mulai begitu lapar." Ucap Blast yang begitu sombong.


"Sialan, mengapa aku selalu bertemu dengan lawan yang begitu curang. Sama saja aku melawan cheater." Ucap Yuji dalam hati yang begitu kesal.


"Mungkin aku akan meretas status pada dirinya, seperti aku meretas status naga pada waktu lalu." Ucap Yuji dalam hati.


Yuji mulai berdiri setelah tersungkur dari tanah, dia mulai tenang kembali dan mencoba meretas status Blast tersebut. Otak Yuji sekarang menggambarkan banyaknya bit-bit code 1 dan 0 yang sedang melintas, dia pun juga terlihat sangat fokus dengan proses tersebut.

__ADS_1


[Sistem Dunia]


01000100 01100101 01110011 01110100 01110010 01101111 01111001 01100101 01110010 00100000 01000110 01101001 01110010 01100101 00101000 01010011


(Error)


"Akhh." Ucap Yuji dan mengulangi lagi.


[Sistem Dunia]


01000100 01100101 01110011 01110100 01110010 01101111 01111001 01100101 01110010 00100000 01000110 01101001 01110010 01100101 00101000 01010011


(Error)


"Sialan." Ucap Yuji yang sedikit kesal dan mengulangi lagi.


[Sistem Dunia]


01000100 01100101 01110011 01110100 01110010 01101111 01111001 01100101 01110010 00100000 01000110 01101001 01110010 01100101 00101000 01010011


(Error), (Error), (Error)


"Sialan, sialan, sialan." Ucap Yuji dalm hatinya yang sangat kesal.


[Sistem Dunia]


Anda tidak bisa mengubah apa pun, karena objek tersebut mempunyai salah satu skill yang bisa menghentikan ruang dan waktu Atom.


Setelah mencoba meretas dan mengulangi beberapa kali, proses tersebut tetaplah gagal. Tiba-tiba di hadapannya itu muncullah sebuah pemberitahuan layar sistem. Yuji pun makin sangat kesal pada dirinya sendiri, dia mulai pasrah dengan keadaannya tersebut.


~Kerajaan Iblis~


"Baiklah Rajaku, saya akan melaksanakan perintahmu." Ucap Boob.


Raja Iblis pun menyuruh Boob untuk melawan Sang Pahlawan. Boob juga menyanggupi perintah Raja Iblis Kuro, bagi Boob ini adalah sebuah kesempatan besar untuk menunjukkan kekuatannya di hadapan Raja Iblis Kuro itu. Pertarungan antara mereka berdua pun terlaksana seketika itu juga di dalam ruangan tersebut.


"Skill, Scale Area." Ucap Raja Iblis Kuro yang menggunakan salah satu skillnya itu.


Ruangan tersebut tiba-tiba membesar dan menjauh, seketika itu juga terdapat ruang lingkup sihir perisai yang mengelilingi mereka berdua. Tampaknya Luck, salah satu panglima Raja Iblis Kuro itu juga berperan sebagai wasit untuk duel pertarungan mereka berdua. Para panglima yang berada di samping Raja Iblis Kuro juga ikut menonton duel tersebut.


"Apakah kedua belah pihak sudah siap?" Ucap Luck yang berteriak.


"Iya." Ucap Pahlawan.


"Tentu." Ucap Boob.


Wuushh.


Sriieng, srrieng, sriieng.


Sang Pahlawan pun memulai serangannya terlebih dahulu, Boob juga tidak mau kalah dengan Sang Pahlawan. Boob tampaknya juga menghindari serangan dari pedang Maki Haruchi tersebut. Boob terlihat hanya menggunakan tubuh slimenya yang elastis, untuk menangkis serangan dari Maki Haruchi.


Ting.


Ting.


Ting.


Glup.

__ADS_1


Tampaknya Maki sangat kesulitan untuk menyerang, beberapa kali dia mencoba untuk menebas tubuh Boob dengan pedangnya tetapi tetap saja tidak berhasil melukainya. Karena tubuhnya itu merupakan bawaan sifat unsur slime yang elastis dan seperti benda cair. Serangan Maki Haruchi hanya dianggap seperti dia sedang memotong air.


"Cih, Sialan." Ucap Maki Haruchi yang sedikit kesal.


"Ada apa pahlawan? Heee, apa kamu sudah kelelahan?" Ucap Boob yang sedikit sombong dan memprovokasi Maki.


~Hutan Gruts~


Wuush.


"Kraaak." Suara pedang terkutuk itu.


"Aaaaaaakhh." Ucap Yuji sambil berteriak kesakitan.


Tiba-tiba Blast berada di belakang Yuji untuk menyerangnya lagi, kali ini pedang tersebut sedang mengigit tangan kanan Yuji. Tampkanya pedang terkutuk tersebut sedang menyerap mana dari tubuhnya, Yuji pun terlihat sangat kesakitan karena gigitan dari pedang terkutuk itu yang sampai membekas hingga tangan kanannya terlihat busuk.


"Pedang sialan." Ucap Yuji yang sangat kesal.


"Heal, heal, heal, heal." Ucap Yuji yang menggunakan skillnya tersebut secara terusmenerus.


Lambat laun luka gigitan itu mulai terlihat sembuh sedikit demi sedikit karena memakai skill healnya. Yuji pun mulai marah dan bangkit kembali, dia juga tidak pantang menyerah untuk melawan iblis ini. Kelihatannya Yuji mulai menyerang Blast sambil menggunakan skill teleportnya. Dia mencoba mencari celah, agar bisa memukul Blast dengan skillnya yang bernama Dimensional Punch.


"Skill, Dimensinal Punch..." Ucap Yuji sambil berteriak dan telah menemukan posisi yang pas untuk memukul Blast.


Ting.


Duummmm.


Ngiiiiiiiing.


Ngiiing.


Ngiing.


Seketika itu juga, dalam sekejap Blast juga menoleh ke arah belakang dan pukulan tersebut ternyata di tangkis olehnya dengan pedang terkutuknya itu. Adu kekuatan antara keduanya itu terjadi, suara gema seperti dentingan tiba-tiba terdengar sangat nyaring.


~Kerajaan Bervia~


"Suara apa ini?" Ucap Raja Bart.


"Hooh, ternyata dia sedang bertarung ya?" Ucap Kapten Brak yang juga mendengar suara tersebut hingga sampai di penjara bawah tanah.


"Assasin." Ucap Raja Bart sambil berteriak.


"Kamu cari tahu di mana letak suara tadi berasal." Ucap Raja Bart.


"Baiklah Rajaku, saya akan melaksanakan perintahmu." Ucap Assasin dan mulai menghilang di hadapan Raja Bart tersebut.


"Ayah, apakah ada masalah?" Ucap Pangeran.


"Tidak ada anakku, kamu jangan khawatir. Biar ayah yang menangani masalah ini." Ucap Raja Bart.


"Baiklah jika ayah berbicara begitu." Ucap Pangeran.


"Pelayan, pelayan." Ucap Raja Bart sambil berteriak yang memanggil pelayannya.


"Cepat kamu ajak putraku ini ke kamarnya." Ucap Raja Bart yang menyuruh pelayannya tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2