
~Desa Loctus~
Sudah tiga bulan lamanya itu, Yuji masih berada di Desa Loctus. Dia terlihat sedang bersiap - siap utnuk meninggalkan desa tersebut, demi mencari informasi dan memahami dunia ini yang berada di luar sana. Ronald dan kedua sahabatnya itu, yaitu Erwin dan Alex. Tampak sedang bersedih hati, karena melihat Yuji yang akan meninggalkan mereka bertiga. Bagi Ronald, Yuji sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
Sebenarnya, Yuji tidak mau meninggalkan desa. Karena penduduk di sana telah banyak membantunya, di saat dalam kondisi kesulitan. Tidak lupa sebelum pergi dari situ, penduduk desa juga memberikan sebuah bingkisan untuk bekal dalam perjalanannya nanti. Semua penduduk terharu melihat dan mengantar Yuji yang hanya sampai di pintu masuk dari desa tersebut.
"Yuji, tolong hati - hati." ucap Ronald sambil menangis tersedu - sedu.
"Anak muda, jangan pernah melupakan kami semua. Kami ini tetap akan menjadi keluargamu." ucap Erwin sambil memeluknya.
"Sebenarnya, aku tidak ingin suasana yang haru ini terjadi. Ya, mau bagaimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur, tekadku sekarang sudah bulat." ucap Yuji dalam hati.
Yuji akan memulai petualangan pertamanya dari desa tersebut. Untuk terakhir kalinya, dia menengok ke belakang dan melambaikan tangan ke para penduduk. Perlu di ketahui, bahwa jarak tempuh dari Desa Loctus ke Wilayah Barat ialah tiga hari lamanya. Jika dengan berjalan kaki.
~Kerajaan Bervia~
Ketiga penyihir itu sepertinya akan melakukan sebuah ritual pemanggilan khusus, di dalam Aula Istana tersebut. Lantai dari ruangan itu juga terdapat sebuah gambaran simbol sihir. Penyihir Geld yang tua dan kedua rekannya itu, saling merapalkan sebuah mantra. Tiba - tiba simbol tersebut bercahaya, langit menjadi gelap, petir yang bergemuruh terus saja menyambar tanpa henti.
Seketika itu juga, sebuah portal dimensi yang berwarna gelap muncul di tengah langit. Dengan di iringinya sambaran petir yang turun dalam satu arah, ke simbol bercahaya itu yang ada di dalam Aula Istana tersebut. Kemudian, di tengah - tengah simbol itu muncul tiga manusia yang telah terpanggil. Jika dilihat dari penampilan ketiganya itu, mereka terlihat masih memakai seragam sekolah. Sepertinya mereka juga orang yang berasal dari jepang.
"Selamat datang para pahlawan" ucap Penyihir Geld.
"Di mana ini? Tunggu, didepanku ini seorang penyihir? Berarti aku berada di dunia isekai." ucap salah satu Anak remaja laki - laki seperti berandalan itu dalam hatinya.
"Woooohh, ternyata aku mendapatkan skillk Teleport(SSS) dan Regeneration(SS)." ucap Anak remaja laki - laki yang polos.
"Ehh, aku mendapat skill Absolute Healer(SSS)?" ucap Anak remaja perempuan yang kaget itu.
"Apa - apaan dengan statusku ini, aku hanya memiliki dua skill sampah? Tidak, ini mustahil, ini mustahil." ucap Maki dalam hati, seperti orang yang sedang ketakutan.
[Status Player]
Nama : Maki Haruchi
Umur : 17 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Pahlawan
Lv. 1/500
HP : 10,000/10,000
MP : 10,000/10,000
Skill : Thief(S), Strangler(A)
__ADS_1
Maki Haruchi, Matanya tampak sedang melirik kedua temannya itu. Yang di berkahi oleh dewa sebuah skill yang sangat langka. Sifat iblis, seketika itu muncul dalam tubuhnya. Maki yang seperti memiliki rencana itu, mulai menghampiri kedua temannya. Tiba - tiba saja, Maki mencekik leher kedua temannya tersebut, dengan skill Stranglernya(A) itu.
"Akhhhh, ekkk, Kekhh." ucap mereka berdua yang tercekik.
"Hahahaha, kamu tahu. Hanya aku saja yang akan menjadi pahlawan di dunia ini. Hahaha..." ucap Maki sambil tertawa seperti kerasukan iblis.
"Hiiiihhhh, Aaa. Huaaaa, Huaa." ucap Penyihir Geld dan para rekannya yang ketakutan itu.
"Aku adalah tokoh utama di dunia ini dan aku akan mengambil skill kalian berdua." ucapnya itu yang masih mencekik kedua temannya.
Kedua teman Maki tersebut tampak kesakitan dan tidak bisa bernapas, mereka meninggal pada saat itu juga. Tubuh Maki tiba - tiba di penuhi oleh cahaya partikel putih yang mengelilinginya, Efek dari membunuh kedua temannya itu.
"Ahhhh, tubuhku begitu terasa segar sekali setelah membunuh manusia sampah itu." ucap Maki yang begitu tenang dan tidak mempunyai rasa penyesalan sedikit pun.
[Status Player]
Nama : Maki Haruchi
Umur : 17 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Pahlawan
Lv. 50/500
MP : 50,000/50,000
Skill : Skill Thief(S), Strangler(A), Teleport(SSS), Regeneration(SS), Healer(SSS)
"Hahahahaha, sekarang aku yang terkuat di dunia ini" ucap Maki sambil tertawa dengan ke angkuhannya itu dan melirik ke arah Penyihir Geld. Dengan tatapan matanya yang seperti iblis tersebut.
"Hiiihhh, Tu..tuan. Ampuni saya, Raja Bart memanggil anda di singgasana." ucap Penyihir Geld yang ketakutan itu, sambil memohon ampun darinya.
"Hoo, cepat tunjukan jalannya kepadaku" ucap Maki yang begitu angkuh.
"Ma, mari tuan" ucap Penyihir Geld yang ketakutan itu.
~Perjalanan Yuji~
Satu hari lamanya, Yuji masih saja bertahan dalam perjalanannya tersebut. Dia sepertinya melewati Hutan yang sangat lebat, di sekelilingnya juga terdapat pohon yang begitu besar dan tinggi. Tiba - tiba saja, Yuji merasakan sebuah ancaman. Dia tahu, bahwa dirinya sedang di ikuti oleh kelompok yang jumlahnya empat orang tersebut.
Yuji sangat begitu tenang, dia melirik kelompok yang berada di atas pohon tinggi besar tersebut. Seketika itu juga, Yuji menciptakan sebuah skill Teleport. Untuk menjahili kelompok yang berisi anggota empat orang itu.
"Sistem, menciptakan skill Teleport" ucapnya dalam hati.
[Sistem Dunia]
__ADS_1
01000100 01100101 01110011 01110100 01110010 01101111 01111001 01100101 01110010 00100000 01000110 01101001 01110010 01100101 00101000 01010011
Skill Teleport(S) berhasil di ciptakan.
"Skill Teleport" ucapnya menggunakan skill.
"Apa kamu bisa melihat orang yang kamu incar dari atas sini?" ucap Yuji dengan berbisik dari belakang kepada salah satu anggota kelompok tersebut.
"Diam, aku sedang memantaunya. Ke mana orang itu? Tunggu" ucap Wanita Ras Elf itu dengan kaget, sambil menengok ke belakangnya.
Yuji pun memukul leher wanita Ras Elf yang cantik itu saat menengok ke arahnya, wanita itu tampak akan terjatuh dari pohon. Sebelum wanita yang di pukulnya itu terjatuh, seketika itu dia menggendongnya dan berteleport lagi untuk turun ke bawah. Empat anggota dari kelompok tersebut terbaring di tanah dan Yuji mulai mengikat ke empat orang itu.
Yuji menunggu sampai mereka sadar dari pingsannya itu. Hingga waktu malam tiba, Yuji terlihat sedang membakar daging. Wanita Ras Elf yang terlihat begitu cantik itu terbangun, dengan ketiga rekannya yang pingsan tersebut. Karena mencium bau dari daging yang di bakar Yuji dengan api unggun.
"Seeep, seeep" suara daru orang yang mencium bau sesuatu.
"Apa tidur kalian begitu nyenyak?" ucap Yuji.
"Uhhhhh, lepaskan ikatan kami!" ucap Wanita Elf yang cantik itu.
"Hey nona, apa kamu tidak ingat? Kamu tadi siang mau menyerangku. Kenapa aku harus melepaskanmu?" ucap Yuji sambil memakan sebuah daging.
Mereka semua melihat Yuji sedang memakan sebuah daging bakar, yang rasanya terlihat enak itu. Yuji juga melirik mereka yang sepertinya ingin memakan daging bakarannya tersebut.
"Hehehehe, kamu mau nona?" ucap Yuji sambil makan.
"Hem, tidak." ucap Wanita Elf yang sedikit kesal.
"Daging ini rasanya sangat empuk nona. Kamu yakin, tidak mau menggitnya walaupun hanya sedikit? Ummm..." ucap Yuji sambil menggodanya.
"Iya, berikan kepadaku. Aku ingin menggigitnya sedikit saja." ucap Wanita Elf itu yang tak tahan dengan baunya.
"Eits, jelaskan terlebih dahulu! Mengapa kamu bersama rekan - rekanmu ini mengintaiku?" ucap Yuji.
"Nona, jangan!" ucap salah satu Rekan laki - laki itu.
"Jika kamu menjawabnya, aku akan melepaskan ikatanmu dan tidak akan membunuh rekanmu semua" ucap Yuji.
"Apa kamu serius?" ucap Wanita Elf itu.
"Nona, lebih baik kami mati. Daripada membuat perjanjian dengannya." ucap salah satu Rekan laki - laki itu.
"Oke, tentu" ucap Wanita Elf tersebut.
Wanita Elf itu mulai menjelaskan pada Yuji, mengapa dia menyerangnya. Sebenarnya tujuan wanita yang telah menghianati misinya itu sangat baik. Jika dia memberi tahu semua rencananya tersebut kepada Yuji, kemungkinan semua rekannya juga bisa selamat. Jika Wanita Elf itu tidak memberitahukan informasinya kepada Yuji, mereka semua bisa mati terbunuh. Pikirnya itu.
Akhirnya Yuji menepati janji tersebut, untuk melepaskan ikatan mereka semua dan tidak akan membunuhnya. Yuji pun memberikan daging yang dia bakar kepada mereka. Malam makin larut, mereka masih mengobrol satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung...